Rabu, 16 Agustus 2017

Lomba Kebut Gunung Merapi-Merbabu Jadi Ajang Tahunan Boyolali  

Sabtu, 05 Agustus 2017 | 09:24 WIB
Dua orang pendaki memasang bendera Merah Putih saat peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesi ke 71 di Pasar Bubrah, gunung Merapi, Boyolali, Jawa tengah (17/8). Tempo/Rully Kesuma

Dua orang pendaki memasang bendera Merah Putih saat peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesi ke 71 di Pasar Bubrah, gunung Merapi, Boyolali, Jawa tengah (17/8). Tempo/Rully Kesuma.

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Boyolali menggagas kemungkinan Lomba Kebut Gunung Merapi-Merbabu menjadi ajang tahunan. “Pak Bupati tertarik menjadikan Kebut Gunung sebagai agenda tahunan," kata Ketua Pelaksana Kebut Gunung Merapi-Merbabu 2017, Imam Kadofi, di Boyolali, Selasa, 2/8.

Pada tahun ini kembali digelar Lomba Kebut Gunung Merapi-Merbabu yang dihelat pada 22-23 Juli lalu. Pada 2016, lomba yang mengeksplorasi potensi wisata alam di Kecamatan Selo itu dilakukan cukup ekstrem, yaitu adu cepat mendaki dan menuruni puncak Merapi.

Adapun tema Kebut Gunung tahun ini cukup ringan, yakni menyusuri jalur yang menghubungkan sejumlah obyek wisata di lereng Merapi dan Merbabu. Lomba ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan pemerintah kabupaten Boyolali yang menggelar 26 agenda berskala local dan nasional.

Seluruh kegiatan itu, diadakan sebagai upaya pemerintah mendongkrak nama Kabupaten Boyolali melalui strategi city branding (citra kota). Berbagai kegiatan dari festival musik, tari, olahraga, rally wisata, hingga acara tradisi dan budaya dikemas dalam nuansa baru. luas, baik di tingkat regional maupun global, sehingga dapat menarik wisatawan dan investor.

"Aku branding Boyolali setahun Rp 23 miliar untuk pergelaran seni, budaya, dan lain-lain, termasuk mengirim duta seni ke luar negeri tiap tahun," kata Bupati Boyolali Seno Samodro.


DINDA LEO LISTY (Boyolali)

Lihat video "Amazon" Ala Pacitan di bawah ini : 


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?