Pekan Gawai Dayak Meriahkan Kota Sintang

Selasa, 11 Juli 2017 | 16:15 WIB
Pekan Gawai Dayak Meriahkan Kota Sintang
Sejumlah warga suku Dayak bersiap meriahkan pagelaran Karnaval Katulistiwa di Pontianak, Kalimantan Barat, 22 Agustus 2015. Sejumlah kesenian akan digelar dalam Karnaval tersebut seperti, Tari Tempurung, Tari Japin Lembut, Tari Dayak, dan Meriam Karbit. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Sintang -Mulai hari ini hingga tanggal 15 Juli Kota Sintang akan dimeriahkan oleh penyelengaraan Pekan Gawai Dayak yang diadakan di Stadion Baning Kota Sintang, Kalimantan Barat.



Pekan Gawai Dayak, menurut Ketua Panitia Hendrika, akan diisi dengan sejumlah perlombaan tradisonal seperti tari tradisonal, tarian kreasi, permainan rakyat, permainan menyumpit, menumbuk padi serta sejumlah permainan lainnya. “Pekan Gawai Adat Dayak melibatkan seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Sintang,” kata dia.



Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang,Kalimantan Barat Jeffray Edward menginginkan Pekan Gawai Dayak ini mampu meningkatkan toleransi dalam keberagaman. "Gawai Adat Dayak Kali ini, harapan kita bisa meningkatkan tolerasi dalam keberagaman di Kabupaten Sintang baik suku, adat, ras, agama dan status sosial yang sudah ada sejak dulu," kata Jeffray di Sintang Kalimantan Barat, Selasa, 11/7.

Jeffray berharap keberagaman ini tetap bisa berdampingan hidup rukun di Kabupaten Sintang. Ia menjelaskan Kabupaten Sintang merupakan salah satu daerah yang kaya akan keanekaragaman suku, adat dan budaya. "Itu merupakan salah satu aset yang tidak dimiliki oleh daerah lain, sehingga harus tetap dijaga dan dilestarikan," kata Jeffray.

Menurut Jeffray, Pekan Gawai Dayak yang digelar saat ini merupakan kegiatan besar pertama sejak dirinya terpilih menjadi Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang pada Bulan Desember tahun 2016 lalu.

“Acara itu akan berpotensi menjadi daya tarik wisata tersendiri apabila dikemas dengan sebaik-baiknya,” kata Jeffray.

Kegiatan dalam pekan ini terbuka untuk seluruh masyarakat Kabupaten Sintang. Sejumlah etnis budaya yang ada di Kabupaten Sintang juga ikut terlibat untuk memeriahkan, seperti budaya melayu, Jawa, dan etnis lainnya.

ANTARA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan