Festival Tenun Ikat Sumba Digelar Bareng Parade Kuda Sandelwood

Senin, 12 Juni 2017 | 09:34 WIB
Festival Tenun Ikat Sumba Digelar Bareng Parade Kuda Sandelwood
Ilustrasi kuda Sandelwood. Kidnesia.com

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo akan menghadiri Festival Tenun Ikat Sumba yang digelar di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada 12-15 Juli 2017.



Menurut Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya, Festival Tenun Ikat Sumba mulai digelar 12 Juli, tetapi Presiden dijadwalkan sudah berada di Sumba pada tanggal 11. "Dan kembali pada 12 Juli," kata dia di Kupang, Sabtu.

Festival Tenun Ikat Sumba yang akan diikuti 2017 penenun di Kabupaten Sumba Barat Daya itu sebenarnya sudah digelar pada akhir Mei 2017 lalu. Festivl dilanjutkan dengan kegiatan pekan Soekarno pada 1 Juni yang dipusatkan di Ende, tetapi ditunda atas permintaan tuan rumah.

Kepala Bidang Promosi Wisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Eden Klakik mengatakan, selain menggelar Festival Tenun Ikat Sumba, juga akan digelar parade kuda Sandelwood se-daratan Pulau Sumba selama sepekan mulai dari 3-12 Juli.

Parade yang akan diikuti 1001 kuda Saldelwood itu akan dimulai dari Kabupaten Sumba Timur akan melintasi Kabupaten Sumba Tengah, Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Barat Daya, katanya.

Di Kabupaten Sumba Timur akan berlangsung pada 3-4 Juli, Sumba Tengah 5-6 Juli, Sumba Barat 7-8 Juli dan Sumba Barat berlangsung pada 11-12 Juli atau bertepatan dengan kegiatan Festival Tenun Ikan Sumba.

Mengenai kehadiran Presiden Joko Widodo, dia mengatakan, Presiden dijadwalkan akan menghadiri acara parade kuda dan festival tenun ikat di Pulau Sumba pada 11-12 Juli.

"Namun, jadwal pasti mengenai kunjungan Presiden ke Pulau Sumba masih terus dikoordinasikan dengan Menteri Sekretaris Negara," kata Eden Klakik.



 



ANTARA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan