Selasa, 22 Agustus 2017

Promosi Wisata Indonesia Street Digelar di Jantung Kuala Lumpur  

Jum'at, 19 Mei 2017 | 13:26 WIB
Pertunjukkan tarian tradisional Indonesia dalam ”Matka Nordic Travel Fair 2015”  pameran pariwisata terbesar di Eropa Utara dan Baltik di Helsinki,  Finlandia, 15-18 Januari 2015. (foto: KBRI Helsinki)

Pertunjukkan tarian tradisional Indonesia dalam ”Matka Nordic Travel Fair 2015” pameran pariwisata terbesar di Eropa Utara dan Baltik di Helsinki, Finlandia, 15-18 Januari 2015. (foto: KBRI Helsinki).

TEMPO.CO, Jakarta - Acara, yang dimaksudkan untuk menarik wisatawan, bertajuk “Indonesia Street” digelar di jantung kota Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat, 19 Mei 2017. Tepatnya, acara itu digelar di pusat perbelanjaan paling populer Pavillion, Bukit Bintang.

Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kementerian Pariwisata Handayani Mustofa secara resmi membuka Indonesia Street Bukit Bintang Fiesta 2017 di Kuala Lumpur, Jumat.

Menurut dia, Indonesia Street adalah berbagai macam acara yang dikemas dalam satu konsep promosi pariwisata Wonderful Indonesia. "Ini akan menjadi cara terbaik dan efektif untuk mempromosikan Indonesia kepada publik Malaysia," katanya.

Bukit Bintang dipilih karena berada tepat di jantung Kota Kuala Lumpur dan merupakan pusat kerumunan massa paling ramai. "Tidak hanya masyarakat Malaysia yang berada di kawasan itu, melainkan ekspatriat," ujarnya.

Beberapa hal yang ditampilkan di sini, antara lain replika kapal pinisi, taman tropis, lampion, spot foto, replika rumah adat Betawi dengan hiasan ondel-ondel, hingga pameran produk khas Indonesia yang digelar di dalam mal.

Selain itu, akan ditampilkan pertunjukan seni budaya, seperti tarian khas Palembang, tari tanjidor, karnaval.

Dalam acara itu juga digelar workshop membatik, menenun, dan henna (lukis wajah), serta pembagian souvenir kepada para pengunjung yang mampir.

Tahun ini, Indonesia memasang target kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) hingga tutup tahun. Adapun Malaysia merupakan negara fokus pasar wisata utama yang ditargetkan mampu menyumbangkan 1,77 juta wisman sepanjang 2017.

Bersama Singapura dan Cina, Malaysia menjadi tiga besar penyumbang wisman terbanyak ke Indonesia.

ANTARA


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?