Selasa, 22 Agustus 2017

Piknik ke Yogya Makin Asyik, Ada Shelter Andong dan Becak

Kamis, 18 Mei 2017 | 02:17 WIB
Jalan Malioboro, Yogyakarta. TEMPO/Arif Wibowo

Jalan Malioboro, Yogyakarta. TEMPO/Arif Wibowo.

TEMPO.CO, Yogyakarta - Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta akan penyediaan shelter khusus untuk andong dan becak. Rencana ini sebagai bentuk upaya pemerintah daerah melestarikan sarana transportasi tradisional guna mendukung sektor pariwisata.

"Kami perhatikan, tempat khusus untuk andong dan becak beristirahat dan menunggu penumpang belum ada. Dulu pernah ada, namun banyak yang sudah hilang. Oleh karena itu, tahun ini kami lakukan kajian untuk menyediakan kembali tempat istirahat itu," kata Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Tri Haryanto di Yogyakarta, Rabu, 17 Mei 2017.

Menurut Tri, di tempat istirahat khusus tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, baik untuk kuda serta untuk kusir atau untuk pengemudi becak. Fasilitas tersebut di antaranya sumber air untuk membersihkan kotoran kuda, tempat khusus untuk memberi makan dan minum kuda, toilet untuk kusir dan juga toilet untuk pengemudi becak.

Tri menyebut, lokasi andong beristirahat sekaligus menunggu penumpang saat ini ada di timur Pasar Beringharjo dan sisanya banyak menunggu penumpang di jalur lambat Malioboro.

Tempat istirahat di timur Pasar Beringharjo tersebut dinilai belum representatif dan membutuhkan banyak pembenahan. "Kami bisa tiru konsepnya dengan berbagai perbaikan, termasuk penyediaan fasilitas yang lebih baik," katanya.


Selain di Beringharjo, salah satu lokasi yang berpotensi untuk digunakan sebagai tempat andong beristirahat sekaligus menunggu penumpang ada di sekitar Sompilan. Di Malioboro sudah tidak ada lagi andong yang menunggu penumpang. Andong datang ke Malioboro saat ada panggilan untuk penumpang.

"Harapannya, Malioboro akan terlihat bersih karena tidak ada kotoran atau limbah dari kuda. Ada semacam pengaturan andong yang akan masuk ke Malioboro supaya jalan tidak semakin padat," katanya. Dinas Perhubungan mencatat, jumlah andong yang beroperasi di Kota Yogyakarta sebanyak 506 unit.

Sedangkan tempat becak istirahat dan menunggu penumpang dimungkinkan akan digabung dengan tempat khusus parkir (TKP) sehingga bisa mendukung pariwisata di Kota Yogyakarta. Di Kota Yogyakarta tercatat sekitar 5.100 unit becak yang beroperasi.

Kegiatan kajian akan dilakukan selama tiga bulan mulai Juni. Dan diharapkan, kegiatan fisik untuk merealisasikan tempat istirahat tersebut sudah dapat dilakukan pada triwulan ketiga tahun ini. "Jika tidak mungkinkan, maka akan kami usulkan untuk tahun anggaran 2018," katanya.

Sedangkan Ketua Paguyuban Kusir Andong DIY Purwanto mendukung rencana Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta terkait penyediaan tempat khusus bagi andong untuk istirahat dan menunggu penumpang.

"Sangat bagus untuk pariwisata. Tentunya kami akan mendukung. Andong bukan sekadar transportasi lokal tetapi juga melestarikan budaya asli Yogyakarta," katanya.

Selama ini, lanjut dia, ada sekitar 535 andong yang beroperasi di Yogyakarta dan sudah dilakukan pembatasan jumlah yang masuk ke kota. "Sudah ada pengaturannya dan tidak ada masalah," katanya.

 

 

 

ANTARA


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?