Sabtu, 19 Agustus 2017

Pulau Widi di Maluku Utara akan Jadi Maldivesnya Indonesia

Rabu, 17 Mei 2017 | 15:27 WIB
Warga menggunakan perahu di Pantai Gurango, Morotai Utara, Pulau Morotai, Maluku Utara, 11 November 2015. ANTARA FOTO/Fanny Octavianus

Warga menggunakan perahu di Pantai Gurango, Morotai Utara, Pulau Morotai, Maluku Utara, 11 November 2015. ANTARA FOTO/Fanny Octavianus.

TEMPO.CO, Ternate - Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara akan menjadikan Pulau Widi sebagai destinasi wisata bahari unggulan.

"Widi menjadi tempat berlangsungnya International Fishing Tournament yang akan dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada bulan Oktober mendatang," kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Halmahera Selatan, Nur Kamarullah di Ternate, Rabu, 17/5.

Baca: Operator di Spanyol Antusias Pasarkan Keindahan Ternate-Tidore


Dia menyatakan, saat ini ada 100 orang pemancing dari berbagai negara tengah dikonfirmasi keikut-sertaannya. Mereka, antara lain, datang dari Jepang, Malaysia, Singapura, Australia, dan India.

Menurut dia, Pulau Widi adalah salah satu pulau yang sedang dalam tahap pengembangan besar-besaran. Pulau ini cukup dikenal wisatawan asing, bahkan mereka menyebutnya sebagai "Maldives"-nya Indonesia.


"Widi ini memang masa depan bangkitnya pariwisata Halmahera Selatan. Maka kami selaku Dinas Pariwisata diberi tugas untuk mempromosikan secara besar-besaran," kata Nur.

Pormosi itu telah dilakukan, antara lain, di saat promosi diving di Jakarta, Festival Legu Gam di Maluku Utara dan di Yogyakarta. "Dan rencana kita juga akan ke Batam bulan depan," kata Nur.

Baca: Malaysia Minat Kembangkan Wisata Halal Maluku Utara

Nur Karamullah mengatakan, juga akan digelar Festival Kuliner dan Budaya yang akan dibuka oleh Ibu Negara.

Dalam Widi Festival nantinya akan diperkenalkan beberapa pulau lainnya, seperti Tanjung Tauno sebagai habitat duyung yang bertujuan memberikan pendidikan bagi masyarakat luas agar bisa melihat duyung secara langsung, tidak hanya dari mitos yang beredar selama ini.

Ada juga Tanjung Santari sebagai padang pasir putih, dan budidaya habitat rumput laut.

ANTARA