Sulawesi Selatan Kembangkan Destinasi Wisata Baru

Minggu, 08 Januari 2017 | 13:24 WIB
Sulawesi Selatan Kembangkan Destinasi Wisata Baru
Pengunjung menikmati hamparan awan yang indah di Puncak Kampung Lolai, Kecamatan Kapalapitu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, 22 Juni 2016. Gugusan awan putih yang dihiasi pancaran sinar matahari di balik awan menimbulkaan lanskap alam yang sangat indah di mata.TEMPO/Sakti Karuru

TEMPO.CO, Makassar — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan mengembangkan titik kunjung (destinasi) wisata baru sepanjang 2017. "Pengembangan destinasi baru itu sesuai instruksi Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo agar memprioritaskan sektor pariwisata," kata Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Devo Khaddafi, di Makassar, Minggu, 8 Januari 2017.

Devo mengatakan program pemerintah propinsi dengan branding “Explore South Sulawesi” dinilai efektif meningkatkan perekonomian dari sektor pariwisata. Pada tahun lalu, tingkat kunjungan wisatawan mencapai 8,9 juta orang, alias naik di atas 15 persen dibanding 2015.

Persisnya, kunjungan wisatawan Nusantara naik 15 persen dan wisatawan mancanegara 18 persen. “Ini angka signifikan dibandingkan tahun 2015," kata Devo. Menurut dia, pada 2016 itu terjadi perputaran dana Rp 48 triliun dari sektor kepariwisataan.

Ketua Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) Sulawesi Selatan Didi L. Manaba menuturkan memang pada 2016 pariwisata Sulawesi Selatan tumbuh 10-15 persen. Hal itu tak lepas dari hadirnya destinasi baru, seperti Lolai di Toraja, paralayang di Enrekang, dan wisata pulau di Takalar. “Dukungan publikasi pada media sosial dan iklan ikut mendongkrak popularitas destinasi-destinasi itu."

ANTARA

Baca juga:
Soal Jokowi Undercover, PBHI: Polri Terlalu Represif
Unik, Jokowi Kunjungan Kerja Pakai Jas, Dasi, dan Sarung

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terbaru