Selasa, 22 Agustus 2017

Mengintip Shinkansen, Kereta Cepat dari Jepang  

Senin, 24 Oktober 2016 | 09:20 WIB
Kereta baru pertama dari Hokuriku

Kereta baru pertama dari Hokuriku "shinkansen", meninggalkan Stasiun Tokyo menuju Kanazawa di Ishikawa, saat upacara penyambutan di Tokyo, 14 Maret 2015. (Jiji Press/AFP/Getty Images).

TEMPO.CO, Jakarta -Jepang memang terkenal sebagai negara maju yang unggul dalam bidang teknologi, tak terkecuali moda transportasi.Salah satu ikon transportasi ala Negeri Sakura adalah kereta super cepat atau yang dikenal dengan sebutan Shinkasen.

Shinkasen merupakan kereta jarak jauh yang akan mengantarkan penumpang dari satu kota menuju kota lain di sepanjang daratan Jepang. Kecepatan "Bullet Train" ini tak main-main, yakni berkisar 240 km/jam hingga maksimal 320 km/jam.

Baca juga: AT&T Setuju Beli Time Warner Rp 1.107 Triliun, Kalah dengan Valuasi Go-Jek

Salah satu perusahaan pembuat Shinkasen yang terkenal adalah Nippon Sharyo, LTD. Perusahaan yang berdiri sejak September 1896 tersebut tercatat telah memproduksi 6 jenis Shinkansen serta puluhan rolling stock lainnya.


Lima  jurnalis dari media cetak dan online yang terpilih dalam program Mass Rapid Transit Jakarta Journalist Fellowship 2016 berkesempatan mengintip "dapur" pembuatan Shinkasen milik Nippon Sharyo yakni Toyokawa Plant, yang terletak di Aichi, Nagoya.


Selama setengah hari, kami bisa melihat langsung tahapan demi tahapan pembuatan Shinkansen di area pabrik seluas 250 ribu m2 tersebut. Sayangnya, kami tidak diperbolehkan mengambil foto di dalam pabrik lantaran alasan keamanan.

Senior Managing Director General Manager Rolling Stock Division Nippon Sharyo Tsuge Mikio mengatakan ada tujuh tahap yang harus dilalui untuk menghasilkan sebuah gerbong Shinkasen.

"Tahapan pertama, yakni desain awal dan detail, pembuatan serta pabrikasi komponen badan dan roda kereta, serta instalasi frame depan, samping, dan belakang gerbong. Kami juga berkewajiban untuk memasang seluruh roda-roda kereta," ujarnya kepada peserta MRT Jakarta Fellowship Journalist di pabrik Toyokawa, Nagoya, beberapa waktu lalu.

Setelah itu, para teknisi mulai melakukan pekerjaan yang lebih detail a.l. mengecat body kereta, memasang peralatan listrik, memeriksa seluruh komponen berasa di posisi yang tepat, dan memasang interior gerbong sesuai desain.

"Di sisi lain, pekerja juga mengecek kondisi roda kereta atau bogie. Jika sudah sesuai dan tak ada kesalahan, bogie siap dipasang ke body Shinkasen," jelasnya.

Lebih lanjut, apabila seluruh komponen sudah terpasang maka Nippon Sharyo akan melakukan test operasional Shinkasen. Proses pertama yang dilakukan adalah mengecek kualitas (quality control) Shinkansen untuk menyesuaikan bobotnya.

"Setelahnya, baru kami coba Shinkasen di track sebelum akhirnya dikirim ke operator kereta," ungkapnya.Lantaran rumit dan membutuhkan kecermatan, proses pembuatan kereta Shinkasen memakan waktu setidaknya 4 tahun.

"Proses paling lama saat pembuatan basic dan detail design, yakni 1-2 tahun. Sisanya, dilakukan pekerjaan teknis di pabrik hingga pengiriman," jelasnya.

Dia menuturkan sejak 2010 hingga saat ini Nippon Sharyo telah memproduksi 3.500 gerbong Shinkasen. Kereta-kereta super cepat tersebut digunakan oleh operator ternama di Jepang, yakni Japan Railway.

BISNIS


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?