Selasa, 13 November 2018

Lima Lokasi Pengamatan Burung Cendrawasih Dikenalkan Pada Publik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kawasan hutan di Jayapura, Papua.[TEMPO/ Arif Fadillah]

    Kawasan hutan di Jayapura, Papua.[TEMPO/ Arif Fadillah]

    TEMPO.CO, Jakarta - World Wildlife Fund (WWF) Program Indonesia Region Papua bersama Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) setempat mengenalkan lima tempat ekowisata burung Cendrawasih. "Acara melihat burung atau Bird Watching dan Konservasi cenderawasih ini untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2017," kata Direktur WWF Program Indonesia Region Papua Benja Victor Mambai, di Jayapura, beberapa waktu lalu.

    Pengembangan ekowisata ini rencananya dilaksanakan di Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura pada, Jumat, 9 Juni 2017. Adapun lima lokasi tersebut, adalah, "Rhepang Muaif dan Amai di Kabupaten Jayaoura serta Berawai, Poom dan Sawendui di Kabupaten Kepulauan Yapen," kata Benja.

    Menurut Benja, selain itu, juga akan dikampayekan informasi konservasi hewan eksotis Indonesia timur tersebut khususnya tentang larangan penggunaan bulu burung cenderawasih asli sebagai aksesoris dan cinderamata.

    "Rangkaian kegiatan tersebut sangat sesuai dengan cakupan tema peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini yakni Connecting People to Nature," ujar Benja.

    Dia menjelaskan dengan mengenalkan konservasi cenderawasih melalui ekowisata pemantauan burung, masyarakat dapat berinteraksi dan mendapatkan pengalaman langsung melihat bentuk dan mendengar suara hewan tersebut.

    "Masyarakat akan mendapatkan pemahaman bahwa burung cenderawasih merupakan ikon keanekaragaman hayati Papua," katanya lagi.

    Dia berharap hal itu menumbukan kesadaran nilai penting hutan. Kata dia, jika hutan tetap ada dan dikelola secara lestari, maka burung cenderawasih juga tetap ada."

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?