Begini Detail Kebun Raya Megawati di Korea Selatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama mantan Presiden Ke-5 Megawati Soekarno Putri di Istana Negara, Jakarta, 8 Januari 2015. TEMPO/Subekti

    Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama mantan Presiden Ke-5 Megawati Soekarno Putri di Istana Negara, Jakarta, 8 Januari 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika Anda berkunjung ke Pulau Jeju di Korea Selatan, jangan lupa untuk menyambangi Kebun Raya Megawati atau Megawati Soekarnoputri Garden yang berlokasi di daerah Seigeipo, tengah Pulau Jeju.

    Pada Rabu, 31 Mei 2017, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri meresmikan kebun raya tersebut. Ini merupakan kado indah warga Jeju kepada Indonesia menjelang peringatan hari kesaktian Pancasila yang jatuh hari ini, 1 Juni.

    Kebun Raya Megawati dikelilingi hutan yang cukup lebat. Di lokasi tersebut, Megawati bersama pemilik lahan Kim Sung Soo, Dubes RI untuk Korsel Umar Hadi, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri, dan beberapa petinggi Provinsi Jeju, menarik tali pembukaan taman sambil melepas tawa ceria. Penantian panjang selama 4 tahun terpenuhi sudah.

    Menurut Minister Counsellor KBRI Seoul, M Aji Surya, Kebun Megawati Soekarnoputri seluas 100.000 meter persegi ini berada dalam sebuah lingkungan resor kesehatan 240.000 meter persegi.

    Dengan kontur tanah semi pegunungan ini, Kebun Raya Megawati terdiri dari lapangan terbuka, jalan setapak dan hutan buatan. Di tengah-tengahnya terdapat sebuah pohon yang berbunga merah putih yang ditanam Megawati pada Maret 2013 bersama Rokhmin Dahuri.

    Ketika pagi datang, kabut tipis menyelimuti area Megawati Garden dan sekitarnya dengan suhu yang relatif dingin. Sedangkan di siang hari, terasa kehangatan matahari yang tidak terlalu menyentak sehingga sangat cocok untuk jalan-jalan dan tracking warga segala umur. Adapun malam-malamnya mengesankan layaknya hutan lebat dengan suara-suara yang klasik.

    Jangan lupa, di kebun raya Megawati ini masih sering ditemui berbagai binatang khususnya ayam-ayam liar. Mereka datang dan pergi secara bebas. Banyak burung bebas berkicau dengan kemerduan suaranya yang bisa dinikmayi di setiap waktu.

    Yang sangat unik lagi, berdekatan dengan Megawati Garden terdapat hotel eksklusif bintang lima, WE Hotel. Inilah mungkin satu-satunya resor kesehatan di Korea yang menggabungkan antara hotel, rumah sakit dan alam.

    Sebuah konsep simbio mutualisme. Tidak ada kebisingan sama sekali. Maklumlah, jarak tempat ini dengan Jeju City relatif jauh, kisaran 15 km.  "Terima kasih ibu Megawati atas ide brilian dan dukungan yang atas konsep hotel dan lingkungannya," ujar Kim Sung Soo dengan tegas.

    Dalam pidatonya, Megawati mengaku kaget dan terhormat atas penamaan kebun raya ini. Menurutnya, semua ini terjadi karena antara dirinya dan Kim Sung Soo terdapat hobi yang sama, yakni mencintai alam dan tumbuh-tumbuhan. 

    "Saya selalu memotivasi untuk pembangunan kebun raya, karena akan menjadi sarana rekreasi, pendidikan, riset, dan pertumbuhan plasma nutfah. Dahulu Indonesia hanya punya lima kebun raya, namun saat ini sudah ada 32 buah," katanya.

    Megawati juga mengingatkan bahwa dengan adanya global warming maka banyak hutan yang mudah rusak dan tanaman jadi mati. Semua pihak diharapkan untuk ikut serta menyelamatkan bumi dan isinya. 

    Menurut pemilik lahan yang juga merupakan salah satu orang terkaya di pulau perdamaian Jeju, Kim Sung Soo, Megawati Garden adalah sebuah simbol keakraban dan penghargaan bangsa Korea terhadap Indonesia.

    "Pada saat Korea Selatan dalam keadaan sulit di masa lalu, Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Soekarno memberikan bantuan. Kita tidak akan lupakan itu. Kebun raya ini saya harap menjadi simbol hubungan yang saling mengisi antara kedua bangsa," ujar dokter bedah dan pemilik Rumah sakit terbesar di Jeju ini.

    Megawati datang pertama kali ke kebun ini pada 2013 atas undangan Kim Sung Soo. Saat itu Mega sangat tertarik dengan konsep taman yang penuh dengan bunga dan aneka tumbuhan yang sangat lebat.

    Megawati juga kemudian memberikan banyak masukan atas konsep lingkungan yang sedang dibangun. Bahkan, saat itu Megawati ingin sekali memiliki atau membangun kebun semisal di Indonesia.

    Melihat ketertarikan yang begitu tinggi, Kim Sung Soo yang tahu betul bagaimana hubungan Korea Selatan - Indonesia dari waktu ke waktu langsung setuju menamai kebun raya tersebut dengan nama Megawati Garden atau Megawati Jongwon. Peresmiannya telah direncanakan beberapa kali namun belum menemukan momentum yang tepat.

    Bagi Kim, Megawati adalah sosok politisi yang tangguh dan salah satu pendekar demokrasi. Menurutnya, Megawati adalah seorang yang suka menebar perdamaian dan pecinta lingkungan hidup. "Secara pribadi, saya dapat katakan bahwa Megawati adalah sosok teduh dan hangat, bagaikan kakak perempuan saya," imbuhnya.

    Kim Sung Soo yang juga pemilik Halla University dan Halla Hospital di Jeju ini sangat berharap kiranya konsep perdamaian Soekarno yang antara lain tertuang dalam Pancasila itu dapat terus berkembang dan menginspirasi dunia. Jeju sendiri telah dinyatakan sebagai pulau perdamaian.

    "Pohon Korea yang ditanam ibu Megawati 3 tahun lalu kini semakin besar dan hijau. Semoga hubungan Indonesia - Korea Selatan juga tumbuh seiring makin subur dan dewasanya pohon tersebut," ujanya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.