Jumat, 23 Februari 2018

Pemerintah Siapkan Kereta Wisata ke Gunung Padang  

Oleh :

Tempo.co

Senin, 8 Mei 2017 07:11 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah Siapkan Kereta Wisata ke Gunung Padang   

    Wisatawan berkeliling di area teras bawah di situs megalitik Gunung Padang, Desa Karyamukti, Cianjur, 17 September 2014. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COJakarta - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berniat mengaktifkan kereta wisata menuju Gunung Padang agar kunjungan ke situs prasejarah era megalitikum tersebut meningkat. Untuk itu, pemerintah akan menjalin kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia.

    Baca: Jalan Menuju Situs Gunung Padang Rusak Parah

    "Kami akan mengoptimalkan angka kunjungan wisatawan ke Gunung Padang dengan menggunakan kereta yang berhenti di Stasiun Lampegan. Selanjutnya, wisatawan dapat menggunakan kendaraan yang wara-wiri dari stasiun menuju situs," kata Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman di Cianjur, Minggu, 7 Mei 2017.

    Suherman menegaskan, rencana itu akan segera diwujudkan. "Tahun depan akan kami realisasikan," katanya. Tarif kereta ini akan dipatok murah.

    Selama ini, kata dia, jumlah wisatawan yang datang menggunakan kereta cukup meningkat. Angka tersebut akan terus ditingkatkan dengan menyediakan kereta wisata yang khusus membawa wisatawan sampai ke Stasiun Lampegan.

    Saat ini, pemerintah masih menyelesaikan sejumlah fasilitas penunjang, seperti rest area di Lampegan dan jalan alternatif menuju Gunung Padang.

    Selama ini, pengunjung menggunakan kereta api Siliwangi jurusan Cianjur-Sukabumi untuk sampai ke Gunung Padang. Setelah itu, mereka harus membayar ongkos ojek dari stasiun ke Gunung Padang hingga Rp 100 ribu untuk pergi-pulang. Belum ada angkutan umum ke lokasi tersebut.

    "Harapan kami ada angkutan murah yang disediakan pemerintah dari Lampegan ke Gunung Padang," kata Yoyoh, 36 tahun, warga Kelurahan Sayang, Cianjur.

    ANTARA


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Rizieq Shihab, 11 Tuntutan dalam 9 Bulan

    Kabar kepulangan Rizieq Shihab pada 21 Februari 2018 membuat banyak pihak heboh karena sejak 2016, tercatat Rizieq sudah 11 kali dilaporkanke polisi.