Daya Tarik Labuan Bajo Diakui Sebagai Destinasi Internasional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Valentino Rossi (tengah) saat melakukan trekking di Labuan Bajo, NTT. Instagram.com/@Eastpro_

    Pembalap Valentino Rossi (tengah) saat melakukan trekking di Labuan Bajo, NTT. Instagram.com/@Eastpro_

    TEMPO.CO, Kupang - Daerah pariwisata, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur mendapatkan penghargaan sebagai daerah tujuan wisata terfavorit internasional melalui hasil poling Kementerian Pariwisata RI.

    "Penghargaan sebagai destinasi wisata terfavorit dunia tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata pada Rabu, 7 Desember 2016 kemarin di Jakarta," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Marius Ardu Jelamu di Kupang, Kamis, 8 Desember 2016.

    Labuan Bajo mendapat penghargaan itu setelah melalui seleksi yang dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI dengan melihat semua rekaman-rekaman pariwisata seluruh dunia dan juga pariwisata dan domestik. Labuan Bajo sendiri akhir-akhir ini memang mendapat banyak sekali kunjungan wisatawan baik domestik maupun internasional.

    Selain itu Labuan Bajo juga memiliki banyak destinasi wisata seperti Pantai Pede yang indah, Batu Cermin, banyak pulau kecil, dan memiliki ikon utama yakni Komodo di Pulau Rinca dan Pulau Komodo, dan ada gua ular. Yang selalu menjadi destinasi wisata bagi wisatawan di daerah itu.

    Marius juga menilai keramatamahan masyarakat di Labuan Bajo juga menjadi faktor penentu dalam mendapatkan penghargaan itu. Selain sejumlah lokasi wisata tersebut, Labuan Bajo juga memiliki danau Sanonggoang.yang merupakan wisata alam yang indah yang selama ini belum mendapat perhatian publik.

    Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu mengatakan landasan pacu Bandara Komodo di Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat segera diperpanjang menjadi 2.200 meter.

    "Pengembangan Bandara Komodo ini akan dilakukan oleh Angkasa Pura bekerja sama dengan pihak swasta dan akan menjadi bandara internasional," katanya seperti dikutip Antara, Senin, 20 Februari 2017.

    Marius mengatakan, pengembangan bandara tersebut sudah dibicarakan dalam rapat tertutup sebelumnya di Jakarta yang dipimpin langsung Presiden Jokowi melibatkan kementerian terkait beserta Gubernur NTT.

    Tercatat, sepanjang tahun 2016, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Labuan Bajo sebanyak 29.377 orang atau masih di bawah kujungan domestik mencapai 54.335 orang dalam periode yang sama.

    Selama ini, lanjut Marius, wisatawan mancanegara yang masuk ke Nusa Tenggara Timur masih melalui kota-kota besar lain seperti Denpasar, Surabaya, Jakarta. Kondisi tersebut menurutnya, tidak efektif dari sisi waktu karena saat ini, kecenderungan wisatawan menginginkan agar bisa menjangkau daerah wisata unggulan dengan mudah dan cepat.

    "Kalau ada penerbangan langsung internasional maka akan lebih efektif meningkatkan arus kunjungan wisatawan asing," katanya pula.

    Untuk itulah, katanya, pemerintah pusat juga terus mendorong peningkatan arus kunjungan wisatawan asing ke Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi wisata prioritas secara nasional itu dengan membangun berbagai infrastruktur penunjang seperti bandara.

    Pelabuhan Wisata

    Sementara itu, PT ASDP Indonesia Ferry Indonesia akan membenamkan investasi senilai Rp250 miliar miliar untuk pengembangan pelabuhan penyeberangan milik perusahaan pelat merah ini di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Barat.

    Faik Fahmi, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Indonesia, mengungkapkan perusahaan akan mengembangkan pelabuhan penyeberangan di wilayah tersebut dalam rangka mendukung pariwisata di Labuan Bajo yang merupakan salah satu dari sepuluh destinasi wisata Indonesia. "Ini adalah joint venture kita ajak PT PP dan Patra Jasa, tetapi mayoritas ASDP," ujarnya kepada Bisnis, Senin, 16 Januari 2017.

    Adapun, kepemilikan saham ASDP sebesar 51 persen. Sementara itu, sisanya akan dimiliki oleh dua BUMN tersebut. Namun, dia belum dapat menuturkan jumlah kepemilikan PT PP dan Patra Jasa, karena masih dalam tahap pembahasan.

    Proyek pengembangan pelabuhan ini terdiri dari pembangunan marina, hotel dan komersial area pendukung pariwisata. ASDP melihat potensi bisnis perhotelan dan wisata di Labuan Bajo cukup besar karena pertumbuhan turis mencapai 18% per tahun. Sayangnya, Labuan Bajo belum memiliki infrastruktur dan fasilitas perhotelan yang mencukupi.

    "Ini merupakan kesempatan yang bagus karena pada 2015 saja ada 80.000 turis yang datang ke sana. 80 persen adalah orang asing," katanya. Untuk area hotel, dia mengatakan ASDP akan membangun fasilitas penginapan dengan kapasitas 130 kamar.

    Sementara itu, marina yang akan dibangun diperkirakan dapat menampung 40 unit kapal yacht. Walaupun akan melebarkan sayap ke bisnis perhotelan dan wisata, Faik menuturkan ASDP akan tetap melayani penyeberangan dari dan ke wilayah tersebut. Tidak hanya ASDP, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III telah menyiapkan rencana pengembangan UPP kelas III Labuan Bajo yang akan diserahkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada tahun ini.

    Direktur Utama PT Pelindo III Orias P. Moedak mengungkapkan pihaknya akan memisahkan fungsi antara pelabuhan milik perusahaan dan UPP Kelas III Labuan Bajo yang akan dikerjasamakan dengan Kemenhub. Namun, dia belum dapat mengemukakan rincian rencana sebelum ada kepastian kerja sama dengan Kemenhub.

    "Kalau sudah ada diserahkan, baru kita pikirkan lebih jauh," ungkapnya. Di sisi lain, Orias mengatakan Pelindo III sudah memiliki rencana untuk mengembangkan pelabuhan existing milik perusahaan. Rencananya, perusahaan akan memisahkan terminal kargo dan terminal penumpang. Khusus kapal yacht, Pelindo III sudah memiliki lahan di sebelah selatan Labuan Bajo seluas 8 Ha. Sayangnya, dia mengungkapkan lahan tersebut masih dalam sengketa.

    "Jadi sudah kita beli, kemudian ada yang mengaku miliknya," jelasnya.

    Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menginginkan Pelindo III menyiapkan rencana pembangunan pelabuhan khusus logistik di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dia memberikan target 3-5 tahun ke depan kepada Pelindo III untuk menyelesaikan proyek ini.

    Untuk lokasi, Menteri Perhubungan meminta langsung kepada pemerintah setempat untuk mencarikan lokasinya. Untuk pelabuhan yang sudah ada, dia meminta Pelindo III dapat mengembangkannya menjadi pelabuhan penumpang dan marina bagi kapal yacht dan cruise.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.