Perkampungan Rumah Gadang Solok Selatan Akan Ditata Ulang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebalap sepeda beradu kecepatan saat melintas depan objek wisata Saribu Rumah Gadang pada Tour De Singkarak 2015 etape keempat di Solok Selatan, Sumatera Barat, 6 Oktober 2015. Etape keempat menempuh jarak 163,5 kilometer dari Taman Segi Tiga Sawahlunto menuju Kantor Bupati Solok Selatan. ANTARA/M Agung Rajasa

    Pebalap sepeda beradu kecepatan saat melintas depan objek wisata Saribu Rumah Gadang pada Tour De Singkarak 2015 etape keempat di Solok Selatan, Sumatera Barat, 6 Oktober 2015. Etape keempat menempuh jarak 163,5 kilometer dari Taman Segi Tiga Sawahlunto menuju Kantor Bupati Solok Selatan. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan akan melengkapi destinasi wisata perkampungan tradisional Minangkabau dengan berbagai atraksi kesenian. Hal itu menjadi bagian dari penataan ulang perkampungan. “Penataan ini untuk lebih menguatkan kesan sebuah perkampungan tradisional di Minangkabau,” kata Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman, Rabu, 3 Mei 2017.

    Baca juga: Pesona Nagari Rumah Gadang

    Selain pentas kesenian, kawasan ini akan diramaikan dengan arena permainan tradisional Minang. Pentas kesenian tradisional dan arena permainan diperlukan untuk menjamu para wisatawan yang berkunjung ke destinasi tersebut.

    Saat ini, para pengunjung tempat itu baru sekadar menikmati paket untuk tidur dan bersantai di dalam rumah gadang. Mereka juga mendapatkan jamuan kuliner dan merasakan makan bersama di tempat tersebut. “Adanya pentas kesenian dan arena permainan tradisional akan memberikan hiburan lebih mengesankan kepada para pengunjung,” kata Abdul Rahman.

    Ia mengakui sudah saatnya menata kembali obyek wisata perkampungan Minangkabau yang berada di Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan, itu.

    Obyek wisata Seribu Rumah Gadang adalah kawasan tempat berdirinya ratusan rumah adat Minangkabau dengan ciri khas atap bagonjong (seperti tanduk kerbau). Rumah-rumah itu berhadap-hadapan dan ada pula yang bersebelahan dengan rumah-rumah masyarakat lainnya dengan arsitektur modern.

    Atap-atap rumah gadang yang seperti tanduk kerbau dan meruncing ke atas nampak tersusun indah menghadap langit. Dengan mengunjungi perkampungan tradisional Minangkabau ini, pelancong seperti diajak merasakan kampung lokal tempo dulu yang masih asli.

    Tak sulit menemukan kawasan yang pernah digunakan menjadi lokasi syuting film layar lebar Di Bawah Lindungan Ka’bah yang diangkat dari novel Buya Hamka ini. Lokasi itu berada dekat jalan utama Solok Selatan yang menghubungkan Kota Padang dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

    Begitu memasuki Nagari Koto Baru, pengunjung akan melihat plang raksasa bertulisan “Kawasan Saribu Rumah Gadang” di samping pintu masuk Masjid Raya Koto Baru.

    Setelah memasuki pintu gerbang, deretan rumah gadang di kiri-kanan jalan seolah siap menyambut pengunjung yang ingin menikmati pemandangan rumah adat Minangkabau.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.