Liburan Panjang, Pantai Sawarna Diserbu Turis Lokal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan bermain air di Pantai Sawarna, Bayah, Banten, 8 November 2015. Pantai Sawarna memiliki garis pantai sepangjang 65 km. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Wisatawan bermain air di Pantai Sawarna, Bayah, Banten, 8 November 2015. Pantai Sawarna memiliki garis pantai sepangjang 65 km. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Lebak - Kawasan wisata Pantai Sawarna di Kabupaten Lebak ramai dipadati ribuan wisatawan untuk mengisi liburan perayaan Jumat Agung 2017 dan akhir pekan.

    Ribuan orang sudah memadati pantai ini sejak siang untuk menikmati panorama pesisir selatan Banten itu. Selain dari Banten sendiri, turis lokal ini juga berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

    Para pengunjung datang menggunakan berbagai kendaraan yang sebagian besar datang bersama anggota keluarga. Tak ketinggalan pasangan muda-mudi turut memadati tempat rekreasi pantai terbuka ini.

    Pengunjung yang membludak ini membuat beberapa rumah penduduk menjadi tempat penginapan atau homestay dadakan. "Kami terbantu pendapatan ekonomi keluarga dengan melonjak wisatawan yang menginap di rumah-rumah warga setempat," kata Rudi, warga Sawarna.

    Di Pantai Sawarna memang tidak ada hotel atau restoran.
    "Kami berharap pengunjung dapat menikmati panorama alam pesisir kawasan Pantai Sawarna," kata Rudi.

    Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak Sahida Hayat mengatakan pemerintah daerah mendorong Pantai Sawarna menjadi ikon wisata Lebak karena bisa mendunia.

    Di antara objek menarik di Pantai Sawarna yang ada di tepi Samudera Hindia itu adalah Pantai Ciantir, Pantai Tanjung Layar, Pantai Karang Bokor, Pantai Karang Seupang, Pantai Karang Taraje, Pantai Legon Pari, dan Pantai Pulo Manuk.

    "Kami berharap Pemprov Banten melakukan perbaikan infrastruktur di kawasan Pantai Sawarna, sehingga memudahkan para wisatawan mendatangi pantai itu," kata Sahida.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.