Di Sulawesi Utara, Belanja Turis Belanda Lebih Besar dari Cina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taman laut Bunaken, Sulawesi Utara. TEMPO/Pruwanto

    Taman laut Bunaken, Sulawesi Utara. TEMPO/Pruwanto

    TEMPO.CO, Manado - Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2015 menyebutkan, pengeluran rata-rata turis Belanda per hari mencapai US$1.593,75. Sedangkan pengeluaran turis Amerika Serikat mencapai US$ 1.619,79. Adapun pengeluran turis asal Cina sebesar US$ 1.059,27.

    Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa jumlah pengeluaran turis asal Belanda dan Amerika Serikat lebih tinggi dibandingkan Cina, yang saat ini mendominasi kunjungan turis asing ke Sulawesi Utara.

    Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akan road show ke Belanda dan Amerika Serikat guna menggenjot kunjungan wisata dari dua negara tersebut. Menurut Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Utara, Daniel Mawengkang, ajang promosi di Belanda bakal digelar di Amsterdam pada 23-25 Maret 2017.

    "Itu program Duta Wisata Sulut. Mereka ada di Jakarta, di Amsterdam, di Amerika promosinya [pariwisata] Sulut," kata Daniel, Jumat, 17 Maret 2017).

    Dalam road show ke Belanda, Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara direncanakan hadir bersama sejumlah pemimpin daerah antara lain Wali Kota Manado, Wali Kota Bitung, Bupati Minahasa, Bupati Minahasa Selatan, Bupati Kepulauan Talaud, dan Bupati Kepulauan Sitaro.

    Daniel mengimbuhkan, road show serupa juga bakal digelar di Amerika Serikat pada Agustus 2017 mendatang. Muhibah promosi ke Belanda dan Amerika Serikat diharapkan bisa menarik turis asing berwisata ke Sulawesi Utara.

    Industri pariwisata di Sulawesi Utara terus maju sepanjang 2016, Jumlah kunjungan turis asing ke Bumi Nyiur Melambi mencapai 48.288 orang. Adapun, jumlah kunjungan turis asing per Januari 2017 mencapai 7.674 orang atau naik 12 kali lipat secara tahunan.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.