Sendratari Karmawibangga Pentas Tiap Bulan di Borobudur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu cagar alam yang masuk dalam 7 keajaiban dunia pada abad ke-9, Candi Borobudur terlihat berkilau dengan sorotan sinar lampu biru dalam perayaan ulang tahun PBB ke-70 di Magelang, Jawa Tengah, 24 Oktober 2015. AP Photo

    Salah satu cagar alam yang masuk dalam 7 keajaiban dunia pada abad ke-9, Candi Borobudur terlihat berkilau dengan sorotan sinar lampu biru dalam perayaan ulang tahun PBB ke-70 di Magelang, Jawa Tengah, 24 Oktober 2015. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada yang baru di Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Saban bulan tiap Sabtu kedua, ada pegalaran sendratari Kidung Karmawibangga di lingkungan candi. “Dipentaskan di panggung terbuka Taman Lumbini Candi Borobudur," kata Pendiri Yayasan Brayat Penangkaran Borobudur Sucoro, Sabtu.

    Berita lain: Indonesia Juara Destinasi Selam Tingkat Dunia

    Yayasan Brayat Penangkaran inilah yang mementaskan sendratari itu bekerja sama dengan Taman Wisata Candi Borobudur. Peluncuran kegiatan itu telah dilakukan Sabtu lalu, antara lain, dihadiri Kepala Unit TWCB Chrisna Murti Adiningrum, Kepala Balai Konservasi Borobudur Marsis Sutopo, dan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang Iwan Setyarso.

    Saat peluncuran itu sempat menarik minat wisatawan nusantara maupun mancanegara yang baru saja masuk kompleks percandian. Mereka singgah beberapa saat menyaksikan pementasan sendratari yang dimainkan sekitar 120 penari dan penabuh gamelan itu.

    Para penyuguh sendratari itu umumnya seniman petani berasal dari gabungan sejumlah grup kesenian rakyat dari desa-desa di Kabupaten Magelang dan daerah sekitarnya.

    Berita lain: Purwakarta Ancang-ancang Bangun Kampung Air Mbah ... 

    Hingga saat ini, ujar Sucoro, delapan grup kesenian rakyat telah menyiapkan diri mementaskan sendratari dengan lakon yang mengambil inspirasi dari relief Karmawibangga di Candi Borobudur itu. Mereka akan tampil bergiliran. Grup-grup itu berasal dari sejumlah desa di Kabupaten Magelang, Wonosobo, Temanggung, dan Boyolali.

    Sucoro menyebut sejumlah grup itu berbasis kesenian rakyat, seperti kuda lumping, soreng, topeng ireng, jatilan, lengger, badut, dan tuyulan. Anggota mereka beragam, meliputi laki-laki, perempuan, orang tua, pemuda, pemudi, dan anak-anak.

    Sucoro menyebut tiga lakon dalam sendratari Kidung Karmawibangga yang telah mereka ciptakan, yakni "Prahara Bumi Shambarabudara", "Kisah Asmara di Bukit Karmawibangga", dan "Pangeran Bajang".

    Lakon dalam sendratari tersebut mengandung pesan universal yang penting bagi kehidupan manusia, sebagaimana relief Karmawibangga yang ada di dinding lantai dasar Candi Borobudur.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.