Asyiknya Bertualang di Saung Budaya Kampung Bolang Subang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Leuit atau lumbung tempat menyimpan padi khas Sunda, di Saung Budaya Kampung Bolang, Desa Cibuluh, Subang, Jawa Barat, 6 Pebruari 2017. Keberadaan Leuit, kini, nyaris musnah dan agar keberadaannya tetap diingat generasi muda Sunda, Komunitas HONG Desa Cibuluh kemudian melestarikannya dengan mendirikan sebuah Leuit Buhun berusia ratusan tahun. TEMPO/Nanang Sutisna

    Leuit atau lumbung tempat menyimpan padi khas Sunda, di Saung Budaya Kampung Bolang, Desa Cibuluh, Subang, Jawa Barat, 6 Pebruari 2017. Keberadaan Leuit, kini, nyaris musnah dan agar keberadaannya tetap diingat generasi muda Sunda, Komunitas HONG Desa Cibuluh kemudian melestarikannya dengan mendirikan sebuah Leuit Buhun berusia ratusan tahun. TEMPO/Nanang Sutisna

    TEMPO.CO, Subang – Sebuah desa asri dengan kekayaan budaya yang masih asli bisa ditemukan di Kampung Bolang, Desa Buluh, Subang, Jawa Barat. Ada area seluas 5.000 meter persegi di desa ini yang menjadi bentara budaya bernuansa khas Sunda.

    Berita lain: Kampung Srengseng Sawah Dirancang Menjadi Tujuan ...

    Di sini, para pelancong bisa menikmati kesejukan suasana kampung yang dikelilingi bukit dan pegunungan. Tak hanya itu, berbagai permainan tradisional yang semuanya memanfaatkan kekayaan alam di sana bisa ditemui. Tentu juga bisa dimainkan.

    Semua itu terwujud karena ikhtiar Zaini Arif, 41 tahun, seorang ahli kaulinan lembur atau permainan tradisional khas Sunda. Dialah yang menyulap kampung kelahirannya itu menjadi kawasan memikat, sehingga bisa menjadi tujuan wisata. Tempat itu ia beri nama Saung Budaya Kampung Bolang.

    Yuk, kita nikmati segala yang ada di desa ini. Di bagian halaman depan yang masih berlantaikan tanah, ada sebuah leuit atau lumbung penyimpanan padi. Usia lumbung itu sudah ratusan tahun. Leuit ini adalah produk budaya warisan buhun atau para leluhur Sunda baheula.

    Lalu, di sisi kanan, tampak berderet tiga leuit dengan desain era 1970-an. Adapun pada bagian tengah, kokoh berdiri sebuah saung gede mirip pendapa yang berfungsi serba guna. “Bisa dimanfaatkan buat diskusi, belajar membuat kerajinan atau botram nasi liwet atawa makan bersama ala Sunda,” ujar Zaini kepada Tempo, Selasa, 7 Februari 2017.

    Baca juga: Purwakarta Akan Dikepung 16 Desa Wisata

    Beranjak beberapa meter dari pendapa, dengan jembatan anyaman bambu, kita dihadapkan pada sebuah panggung sederhana. Di bagian depan dan sisi kiri-kanannya, terdapat tanah lapang yang bisa dimanfaatkan untuk bermain. Tinggal pilih: bedil jepret, egrang, menari tam-tam luku, cara membuat ketupat dari daun kelapa muda, dan lainnya.

    Selanjutnya: Agenda Penuh sampai April


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terselip Dissenting Opinion dalam Keputusan MK Menolak Uji Formil UU KPK

    Mahkamah Konsituti menolak permohonan uji formil UU KP. Seorang hakim memberikan dissenting opinion dalam keputusan itu.