Tiga Kedai Kue Balok Paling Hit di Bandung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kue Balok berasal dari Bandung yang berbahan dasar terigu, mentega, gula pasir dan telur ayam. Kue Balok ini berada di kawasan pasar Astana Anyar semenjak tahun 1980. Foto: Tempo/Ariyani Widyastuti

    Kue Balok berasal dari Bandung yang berbahan dasar terigu, mentega, gula pasir dan telur ayam. Kue Balok ini berada di kawasan pasar Astana Anyar semenjak tahun 1980. Foto: Tempo/Ariyani Widyastuti

    TEMPO.CO, Bandung - Liburan ke Bandung rasanya belum lengkap bila tidak melakukan wisata kuliner. Dari makanan berat sampai camilan santai teman ngobrol bisa kita dapatkan di kota ini. Tak hanya kuliner dari resto atau kafe mewah saja yang dapat di jumpai, jajanan pinggir jalan atau warung tenda pun tak kalah memikat. Salah satunya adalah jajanan khas yang sedang ramai di Kota Kembang ini, apalagi kalau bukan kue balok.

    Hampir di setiap lokasi di Kota Bandung kita pasti dapat menemukan penjual kue manis bertekstur lembut ini. Ada aneka pilihan rasa yang bisa Anda coba.

    Beberapa penjual kue balok legendaris ini mungkin bisa Anda kunjungi bersama teman ataupun keluarga. Hanya saja, untuk menghindari antrean yang panjang Anda harus datang lebih awal agar kebagian.

    1. Kue balok Mang Asep
    Terletak di Jalan Moh. Toha Bandung, kedai ini buka sejak pukul 04.00 sampai 10.00 pagi. Biasanya para pembeli sudah antre untuk memboyong beberapa kue sebagai menu sarapan sebelum beraktivitas. Kedai yang hanya menggunakan gerobak ini membuat antrean selalu panjang pada pagi hari. Jarak menuju lokasi dari pusat kota atau alun-alun adalah 15 menit menggunakan motor, mobil, atau kendaraan umum. Jika Anda tak ingin repot mencari, Anda bisa menggunakan jasa ojek online atau taksi online. Para sopir sudah biasa menerima pesanan untuk mengantarkan kue ini ke tempat pembeli.

    2. Kue balok Kang Didin
    Kue balok ini cukup terkenal di kalangan anak muda Bandung. Tak heran jika hampir setiap sore menjelang malam kedai kue di Jalan Abdul Rahman Saleh atau sekitar Bandara Husain Sastranegara ini selalu ramai. Baru-baru ini kedai Kang Didin membuka cabang baru di lokasi yang sama untuk melayani pengunjung. Jika Anda berada di kawasan Dago, jarak tempuh menuju lokasi hanya 15 menit. Namun jika Anda berada di sekitaran Alun-alun Kota Bandung, Anda harus menempuh perjalanan selama 25 menit.

    Baca juga: Ke Yogyakarta, Jangan Lupa Kunjungi Mangut Lele Mbah Marto

    Buka sejak 1960, kue balok yang dulunya hanya memiliki rasa manis orisinal kini sudah memiliki banyak rasa seperti, cokelat, keju, green tea, red velvet, stroberi, dan lainnya. Harga untuk setiap kue Rp 2.000-3.000 saja. Jika tidak mau lama mengantre Anda harus datang sejak pukul 17.00 saat kedai baru saja buka.

    "Ini tempat hang out yang murah, seru, dan nyantai banget. Ngemil kue balok di pinggir jalan sama temen bisa dapet temen baru juga, harga murah, kue baloknya enak teksturnya beda sama kue balok biasa. Kalo ada temen dari luar kota pasti kita ajakin nongkrong di sini," ujar Donny Maulana, salah satu pengunjung, 11 Desember 2016.

    3. Kue balok Mang Udju
    Masih ada satu tempat kue balok hit di Bandung, yakni di Jalan Cihapit atau Pasar Cihapit. Jika sulit menemukan lokasinya, Anda bisa mengunjungi cabang lain di Jalan Purwakarta, Antapani, bersebelahan dengan Pizza Hut Delivery Antapani.

    Kue balok Mang Udju ini terkenal dengan adonannya yang kental dan teksturnya yang selalu lembut seperti spons cake. Rahasianya, ia tidak mencampurkan air di dalam adonan, melainkan susu cair segar. Kedai ini buka sejak pagi hingga malam

    Rasa dasar dari kue baloknya terdiri atas vanila, brownies/brokal, green tea, dan red velvet, adapun topping tambahan bisa menggunakan choco chips, keju, kacang, kismis, dan lainnya. Harga dibanderol Rp 2.000-3.000 atau bisa juga membeli dengan harga Rp 20 ribu untuk satu dus berisi sepuluh biji kue balok aneka rasa.

    Jika di lokasi lain pengunjung harus mengantre pesanan, di sini pengunjung harus mengantre dengan nomor antrean, sehingga Anda tidak harus menunggu di barisan untuk memesan. Jika sudah tiba giliran, Anda akan dipanggil. Untuk sampai kedua lokasi tersebut dari alun-alun kota, Anda membutuhkan waktu 15-30 menit dengan mobil, selain jarak yang cukup jauh dari pusat kota, ruas jalan yang dilalui termasuk jalur padat kendaraan. 

    DWI RENJANI (BANDUNG)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.