Tinggalkan Rusia, Perempuan Tajikistan Jadi Pemandu Wisata

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taman Nasional Pamir di Tajikistan memiliki luas 2,6 juta hektar, sekitar 18 persen dari total luas negara itu. Gempa bumi dan cuaca ekstrim sering melanda wilayah ini sehingga tidak banyak ditinggali manusia. Taman ini menjadi rumah bagi macan tutul salju, ibex (sejenis kambing hutan di Siberia), domba Marco Polo dan markhor (sejenis kambing hutan). Un.org

    Taman Nasional Pamir di Tajikistan memiliki luas 2,6 juta hektar, sekitar 18 persen dari total luas negara itu. Gempa bumi dan cuaca ekstrim sering melanda wilayah ini sehingga tidak banyak ditinggali manusia. Taman ini menjadi rumah bagi macan tutul salju, ibex (sejenis kambing hutan di Siberia), domba Marco Polo dan markhor (sejenis kambing hutan). Un.org

    TEMPO.CO, Gorno-Badakhshan - Dalam sebuah statistik disebutkan, lebih dari 60 persen keluarga di Tajikistan mencari peruntungan di Rusia untuk mengadu nasib. Di negeri Beruang Merah itu, mereka umumnya menjadi buruh pendatang. Namun cerita itu adalah masa lalu.

    Kini, pemerintah Tajikistan mulai sadar bahwa negaranya memiliki kekayaan alam potensial yang belum digalih, di antaranya adalah keberadaan pegunungan menjulang. Potensi tersebut, saat ini, digarap untuk dijadikan sumber utama pendapatan negara.

    "Pemerinah Tajikistan memanfaatkan kekayaaan alamnya menjadi sumber utama pemasukan negara," tulis Al Jazeera dalam laporannya, Sabtu, 1 Oktober 2016.

    Untuk mendukung program tersebut, Tajikistan memperkuat sektor wisata dengan membuka kursus wisata di berbagai perguruan tinggi lokal pada 2012, namun disayangkan materi pembelajaran wisata luar ruang sangat sedikit.

    Salah seorang yang tertarik dengan kekayaan alam Tajikistan itu adalah Christine Oriol. Spesialis pengembangan manusia asal Prancis, ini memiliki segudang pengalaman naik gunung.

    Dia suka rela berbagi ilmu pengetahuan dengan warga lokal Tajikistan untuk mengajarkan pengalamannya khususnya kepada perempuan Tajisktan agar bisa menjad pemandu wisata alam.

    "Seluruh pengalaman Oriol ditulis untuk dijadikan buku petunjuk naik gunung dan menjadi pemandu wisata alam," papar Al Jazera.

    Apa yang dilakukan oleh Oriol adalah sikap menentang tradisi masyarakat muslim Tajikistan. "Hampir seluruh pemandu wisata pegunungan dilakukan oleh kaum pria," kata Oriol. "Perempuan tidak pernah ke gunung. Di sana, pemandu wisata dilakukan laki-laki tapi jumlahnya sedikit, adapun kaum hawa sama sekali tidak ada."

    Perempuan Tajikistan boleh dibilang lebih bebas daripada kaum sejawatnya di negeri tetangga Afganistan, namun mereka kerap dihadapkan pada aturan tradisi ketat di negaranya.

    "Bahkan keluarga saya mengatakan, sulit bagi saya melakukannya," kata Safina Shohaydarova, seorang perempuan lulusan sekolah wisata. "Mereka berpikr mendaki gunung adalah pekerjaan lelaki."

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.