Kamis, 19 Juli 2018

Perkuat Wisata Halal, Politeknik Pariwisata Lombok Didirikan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tugas utama Politeknik Lombok untuk menambah sumber daya manusia di bidang wisata halal.

    Tugas utama Politeknik Lombok untuk menambah sumber daya manusia di bidang wisata halal.

    INFO TRAVEL - Permintaan Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk mempercepat tenaga kerja terdidik di bidang pariwisata dijawab oleh Politeknik Pariwisata Lombok, Nusa Tenggara Barat.

    Pekan ini sudah dimulai dengan kuliah umum 118 mahasiswa di gedung Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB oleh Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan, Profesor Ahman Sya.

    “Para mahasiswa adalah kader-kader pariwisata yang akan menggerakkan ekonomi nasional di masa datang. Tidak salah mereka berada di kampus ini karena pariwisata sudah menjadi sektor unggulan, yang bisa jadi akan menjadi inti perekonomian bangsa ini ke depan. Lulusan sekolah tinggi yang dibina Kementerian Pariwisata seratus persen terserap pasar,” kata Ahman Sya.

    Bahkan, kata dia, sebanyak 30 persen dari mahasiswa NTB, secara nasional, sudah dikontrak oleh industri di luar negeri, dengan gaji menggiurkan.

    ”Wisata Lombok terus progresif. Tujuan dan tugas utama pendirian Politeknik ini adalah untuk menambah sumber daya manusia di bidang wisata halal yang dicanangkan Menteri Arief Yahya. Apa yang sudah diraih Lombok sebagai World Best Halal Destination 2015 harus cepat diantisipasi,” ujar pria jebolan S-3 di Belgia itu, didampingi Ketua STP Bali Dewa Gede Ngurah Byomantara dan Sekda Provinsi NTB Rosyadi Sayuti.

    Kementerian Pariwisata membina empat kampus di antaranya STP Bandung yang menerima 3.061 mahasiswa dengan jumlah mahasiswa saat ini 2.343 dan jebolannya 20.492, juga STP Nusa Dua Bali sudah menerima 720 mahasiswa, saat ini jumlah mahasiswanya 2.200 orang, dan total lulusannya 18.755.

    Politeknik Pariwisata Negeri Makassar 450 mahasiswa dengan jumlah mahasiswa 1.232 dan total alumnus sebanyak 3.137. Lalu, Akademi Pariwisata Medan 400 mahasiswa, total mahasiswa 1.104, dan lulusannya 3.137 orang.

    Sementara Politeknik Pariwisata Negeri Palembang menerima 199 mahasiswa dan Politeknik Pariwisata Negeri Lombok 118 mahasiswa.

    Ahman mengatakan Politeknik Lombok nantinya akan menjadi sekolah idola bagi anak muda di Lombok dan seluruh Indonesia. Sebab, dalam waktu dekat, pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai industri dan pelaku wisata di Lombok untuk menggelar program beasiswa bagi mahasiswa dan mahasiswi di Politeknik Lombok.

    “Membentuk SDM pariwisata yang siap kerja. Jadi nanti beasiswanya dibiayai oleh Industri. Target kami 50 persen dari mahasiswa dan mahasiswi dibiayai oleh Industri. Tentu saja ini menjadi branding, juga bagi masyarakat, bahwa sekolah di pariwisata masa depannya sudah sangat jelas dan pasti kerja. Jadi jangan khawatir menjadi insan pariwisata,” ujarnya.

    Pada 2016, empat sekolah milik Kementerian Pariwisata diseleksi bersama-sama secara online. Namanya Seleksi Bersama Masuk Sekolah Tinggi, Akademi, dan Politeknik Pariwisata (SBM-STAPP), yang digelar serentak di empat perguruan tinggi pariwisata negeri.

    Tes SBM-STAPP dilaksanakan serentak di empat perguruan tinggi pariwisata negeri yang berada di bawah Kementerian Pariwisata. Ada Akpar Medan, STP Bandung, STP Nusa Dua Bali, dan Poltek Pariwisata Negeri Makassar. Ahman siap menyediakan SDM pariwisata di tahun 2017 karena yang berminat ke sekolah pariwisata juga meningkat.

    Jumlah pendaftar naik 20 persen, menjadi 9.800 calon mahasiswa. Tahun 2015 lalu masih 8.200 calon mahasiswa dan yang diterima hanya 4.631 mahasiswa. “Itu menunjukkan bahwa pamor dan reputasi sekolah-sekolah yang melahirkan profesional di bidang pariwisata makin dibutuhkan. Jadi, pada 2017, saya tidak takut kekurangan, dan kita akan terus berkembang mengimbangi jumlah wisatawan yang masuk,” katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Musim Berburu Begal Saat Asian Games 2018 di Jakarta

    Demi keamanan Asian Games 2018, Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar operasi besar-besaran dengan target utama penjahat jalanan dan para residivis.