Menteri: Wisata Indonesia Akan Kalahkan Malaysia-Thailand

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedayung memacu perahunya pada lomba perahu tradisional Festival Boalemo 2015 di Desa Suku Bajo Boalemo, Gorontalo, 12 September 2015. Lomba perahu tradisional tersebut untuk mempromosikan pariwisata di kawasan Suku Bajo Boalemo sekaligus merayakan Sail Tomini 2015. ANTARA/Yusran Uccang

    Pedayung memacu perahunya pada lomba perahu tradisional Festival Boalemo 2015 di Desa Suku Bajo Boalemo, Gorontalo, 12 September 2015. Lomba perahu tradisional tersebut untuk mempromosikan pariwisata di kawasan Suku Bajo Boalemo sekaligus merayakan Sail Tomini 2015. ANTARA/Yusran Uccang

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya optimistis pariwisata Indonesia bisa mengalahkan Malaysia dan Thailand dalam empat tahun ke depan.

    "Saya malah curiga bisa mengalahkan Malaysia dalam dua tahun, saat ini Malaysia menghasilkan devisa US$20 miliar. Juga Thailand, yang saat ini bisa menghasilkan devisa sebesar US$42 miliar," paparnya saat Rapat Koordinasi Kepariwisataan di Jakarta, Kamis (29 Oktober 2015).

    Menurut dia, jika pariwisata Indonesia bisa menghasilkan devisa senilai dengan yang didapatkan oleh Thailand, maka akan mengalahkan pendapatan dari minyak dan gas di Indonesia yang saat ini mencapai US$32 miliar. "Tahun depan ditargetkan bisa menghasilkan devisa sebesar US$12 miliar, feeling saya malah lebih besar daripada target saya," katanya.

    Salah satu cara untuk membuat destinasi pariwisata dalam negeri adalah dengan menyusun cerita di masing-masing wilayah, sehingga, wisatawan mancanegara bisa mengetahui hal yang menarik dari sebuah destinasi. "Kami akan undang penulis nasional dan internasional untuk menulis berbagai cerita tentang kawasan wisata, misalnya tentang mitos atau legenda dari suatu wilayah," katanya.

     BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.