Asyiknya Menikmati Kopi di Kedai Tak Kie

Reporter

Editor

Nurdin Kalim

Diskusi pameran Recollecting Memory di Kedai Kopi Es Tak Kie, Glodok, Jakarta, 3 Maret 2015. TEMPO/Frannoto

TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu tempat nongkrong untuk menikmati nikmatnya kopi adalah Kedai Kopi Es Tak Kie. Kedai yang terletak di kawasan Glodok ini tepatnya berada di Jalan Pintu Besar Selatan III No. 4-6 Pancoran- Glodok, Jakarta Barat. Kedai ini menjadi satu tujuan penikmat kuliner di kawasan Pecinan.

Jangan bayangkan kedai ini seperti kedai kopi modern ala Barat yang ada di mal-mal atau kafe di suatu kawasan kuliner yang tertata rapi dan apik, sejuk dengan pendingin ruangan plus jaringan internet nirkabel. Kedai kopi tua ini menyempil di gang sempit, yang di sepanjang jalan itu berjajar aneka macam makanan. Plang papan nama kedai ini terpampang jelas menggantung di atas dapur tempat pengambilan kopi. Fasilitas yang ada ya hanya meja kursi jati tua yang keras dan kipas angin tua menemani nikmatnya kopi.

Bagi pecinta kopi, nama kedai ini boleh jadi sudah tak asing lagi. Kedai ini merupakan kedai tua yang berdiri sejak 1927. Kedai ini dirintis oleh perantau Cina Daratan, Liong Kwie Tjong, yang kemudian diteruskan oleh Liong Tjoen. Kini kedai ini dikelola generasi ketiganya yakni Latif Yulus atau sering dipanggil Ayauw dan Liong Kwang Joe atawa Akwang.

Harga kopi di kedai ini cukup terjangkau, berkisar Rp 12-40 ribu. Selain kopi, pengunjung bisa menikmati aneka kuliner yang dijajakan di sekitar kedai, atau menikmati nasi tim ayam dan masakan ala Tak Kie. Kedai kopi ini buka mulai pukul 06.30- 14.00. Ayauw memang tak menerapkan prinsip berdagang menunggu pembeli hingga sore atau malam. Jika sudah mendekati jam tutup, dia pun menyuruh para pelayannya membereskan ruangan.

Ayauw meracik kopi yang didatangkan dari beberapa daerah untuk dihidangkan pada pelanggan setianya. “Saya racik sendiri, habis disangrai lalu digiling,”ujarnya ketika Tempo datang pada acara "Artist Talk Pameran Recollecting Memori", pada 28 Februari lalu.

Ayauw pun berbagi cerita tentang kopinya. Dia sangat menjaga aroma kopinya itu. Dia tak akan memperbolehkan seseorang yang memakai parfum atau membawa sesuatu yang beraroma, mendekat ke kopi yang selesai di giling. “Ya maaf saja, karena kopi itu mengisap bau atau aroma. Pernah saya tegur salah satu keluarga yang pakai parfum dekat-dekat kopi,” ujarnya.

Setelah kopi digiling, dia akan menyimpannya rapat-rapat dalam plastik yang cukup tebal lalu dimasukkan dalam kantong kertas. Setelah itu dimasukkan ke drum penyimpanan. Jika ada yang ingin membeli kopi bubuk yang sudah digiling, dengan sigap pelayannya akan menimbang dan membungkusnya.

Saat kopi diserahkan, Ayauw akan memberikan selembar kertas yang berisi tips cara penyajian kopi yang nikmat. Untuk menghasilkan kopi yang nikmat, menurut Ayauw, dibutuhkan satu sendok makan penuh ke cangkir seduh. Kopi lalu diseduh dengan air mendidih sebanyak 200 milimeter. Tutup cangkir dan diamkan selama minimal 10 menit. Setelah itu baru disalingkan dan tambahkan gula atau susu sesuai selera. “Jangan seduh kopi bareng gula ya, tapi diamkan dulu kopinya,” ujarnya mewanti-wanti.

Kedai ini cukup tersohor bagi pecinta kopi dan warga sekitar Glodok. Tempat ini pun sering dijadikan tempat pengambilan gambar untuk film. Beberapa pesohor termasuk Presiden Joko Widodo pun pernah mampir di kedai ini. Dari dulu hingga kini, kedai ini menjadi tempat nongkrong warga Pancoran-Grogol.

Banyak pelanggan kopi di kedai ini sudah berusia di atas 60 tahun dan menjadi pelanggan puluhan tahun. Mereka pun mempunyai meja favorit untuk menikmati kopi kegemarannya. Seperti Kicky dan Gunawan yang selalu menempati meja nomor 5 sejak 1976. Lalu Rahmad, pedagang jam asal Medan, yang hampir setiap hari menyeruput kopi di meja nomor 20. Rahmad sudah nongkrong di kedai ini sejak 1978 dan sudah menjadi seperti keluarga dengan pemilik kedai ini.

Tak hanya pecinta kopi yang berusia lanjut yang doyan nongkrong di kedai ini. Tapi anak-anak muda pun sering datang untuk menikmati kopi Tak Kie. Seperti Yuka Dian Narendra, 43 tahun, dan istrinya Evelyn Huang. Mereka mengenal kedai ini sejak 2008. “Saya tahunya juga dari Evelyn yang memang tumbuh di kawasan ini,” ujar Yuka. Saking seringnya mereka berkunjung, mereka menjadi akrab dengan si pemilik kedai. “Kami bahkan ambil foto pre-wedding di sini,” ujar Yuka, yang peneliti sekaligus penggemar berat musik metal ini.

Ada juga pasangan muda Vennie dan suaminya, Mario, yang mengaku menjadi langganan kedai kopi ini. “Saya selalu ketagihan kopi esnya. Paling nggak saya minum dua gelas kopi susu es,” ujarnya. Vennie bercerita baru lima tahun ini menjadi pelanggan dan bertemu suaminya ini di gang Gloria, tak jauh dari kedai ini saat berwisata kuliner di kawasan tersebut.

Vennie mengetahui kedai kopi ini dari orang tuanya yang sering bercerita tentang tempat tersebut. “Di depan situ dulu ada bioskop Gloria, tempat orang tua saya nongkrong saat mereka pacaran dulu,” katanya.



DIAN YULIASTUTI






Foodizz Sukses Selenggarakan Event Kelas CEO - Founders

2 jam lalu

Foodizz Sukses Selenggarakan Event Kelas CEO - Founders

Event itu dilengkapi sesi studi kasus dan saling berbagi pengalaman dan problem solving


Lendot Khas Karimun: Paduan Nikmat Sagu, Kangkung dan Seafood

1 hari lalu

Lendot Khas Karimun: Paduan Nikmat Sagu, Kangkung dan Seafood

Lendot bisa dijumpai di Tanjung Balai Karimun. Namun hanya beberapa warung tertentu yang menyediakannya.


Hotel Ambarrukmo Sodorkan Menu untuk Pernikahan Kaesang - Erina, Apa Andalannya?

2 hari lalu

Hotel Ambarrukmo Sodorkan Menu untuk Pernikahan Kaesang - Erina, Apa Andalannya?

Pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Sofia Gudono akan digelar di Pendopo Royal Ambarrukmo, Sleman, Sabtu 10 Desember 2022.


Dari Sang Pisang hingga MangkokKu, Berikut Deretan Bisnis Kaesang Pangarep

3 hari lalu

Dari Sang Pisang hingga MangkokKu, Berikut Deretan Bisnis Kaesang Pangarep

Mulai dari produk kuliner hingga produk jasa, Kaesang Pangarep telah melebarkan sayapnya hampir ke seluruh bidang bisnis.


Perusahaan Singapura, Keppel Land, Buka Tempat Makan Terbuka di Sudirman Jakarta

5 hari lalu

Perusahaan Singapura, Keppel Land, Buka Tempat Makan Terbuka di Sudirman Jakarta

Perusahaan multinasional asal Singapura, Keppel Land menghadirkan fasilitas gaya hidup, Chillax bagi warga Jakarta di Jalan Jenderal Sudirman 23.


5 Makanan Populer di Hawaii yang Patut Dicoba Wisatawan

6 hari lalu

5 Makanan Populer di Hawaii yang Patut Dicoba Wisatawan

Selain destinasi wisata, kuliner Hawaii tak kalah menarik dan cocok untuk lidah banyak wisatawan.


Wisata Kuliner di Ang Mo Kio Singapura, Sistemnya Self Service

7 hari lalu

Wisata Kuliner di Ang Mo Kio Singapura, Sistemnya Self Service

Ang Mo Kio ini terletak di bagian utara tengah Singapura. Lokasinya sangat mudah dijangkau dengan MRT.


Kuliner Khas Kutai Kartanegara, Mulai dari Sate Payau hingga Gence Ruan

8 hari lalu

Kuliner Khas Kutai Kartanegara, Mulai dari Sate Payau hingga Gence Ruan

Berkunjung ke Kutai Kartanegara tak lengkap sebelum mencicip kuliner khasnya, antara lain sate payau atau sate rusa dan gence ruan.


Cerita di Balik Rendang Jadi Simbol Empati Sumbar untuk Korban Gempa Cianjur

11 hari lalu

Cerita di Balik Rendang Jadi Simbol Empati Sumbar untuk Korban Gempa Cianjur

Rendang yang dikirim langsung dari daerah asalnya itu pun diharapkan dapat membantu meringankan beban korban gempa Cianjur.


Mengenal Bika Ambon, Oleh-oleh Khas Medan yang Sering Dikira dari Ambon

11 hari lalu

Mengenal Bika Ambon, Oleh-oleh Khas Medan yang Sering Dikira dari Ambon

Bika Ambon merupakan kue basah yang terkenal dengan warna kuning dan berongga di dalamnya.