Kamis, 19 Juli 2018

Ini Surga Penggemar Masakan Korea di Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menu yang disajikan di Restoran Holly Crab. facebook.com

    Menu yang disajikan di Restoran Holly Crab. facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi penggemar makanan Korea, kawasan Senopati dan Wolter Monginsidi adalah surganya. Ada tujuh restoran Korea tersebar di sini. Perintis restoran Korea di Wolter Monginsidi adalah Tobak.

    Meski begitu, Bornga bisa juga dipilih. Menu andalan Bornga adalah Woo Sam Gyeop atau barbeque daging sapi ala Korea yang dimakan bersama selada air serta sambal tauco.

    Daging sapi Woo Sam Gyeop di Bornga dibakar di atas arang bambu bersama lemak sapi sehingga memiliki rasa dan harum yang khas. Satu porsi Woo Sam Gyeop di Bornga dibanderol Rp 150-250 ribu.

    Namun, jika yang dicari adalah restoran pertama di Jalan Wolter Monginsidi, ya Soto Pak Sadi jawabnya. Bedanya, restoran ini tidak menawarkan tempat untuk nongkrong, melainkan lebih pada keaslian rasa soto yang dipertahankan bertahun-tahun.

    Sedangkan tempat terbaru dan masih menjadi buah bibir sebagai tempat jajan sekaligus nongkrong yang asyik di Jalan Wolter Monginsidi adalah Pasar Santa. Di sini pengunjung bisa naik ke lantai paling atas dan dapat menjumpai berbagai gerai kecil berdesain unik dan menyenangkan.

    Misalnya gerai kudapan manis Beyond Cendol and Duren Bar. Sesuai dengan namanya, gerai ini menjual berbagai macam sajian durian tradisional serta menu variasinya.

    “Kami ada durian yang diberi sajian cendol, green tea, toblerone, hingga topping yang lagi nge-hits ovomaltine,” kata Christian Taihutu, marketing gerai ini. Harga penganan yang dijual juga sangat ramah di kantong, yakni Rp 15-30 ribu.

    Salah satu tempat yang juga ramai dikunjungi adalah The Holy Crab. Restoran di Jalan Gunawarman ini mengunggulkan sajian kepiting premium impor.

    Harga seekor kepiting Dungeness dari Amerika Utara dengan berat kurang lebih 700 gram bisa mencapai Rp 1,2 juta. Harga lobster asal Kanada, kaki kepiting raja, dan kaki kepiting salju setara dengan harga kepiting Dungeness.

    Semuanya ditulis dengan harga yang berubah-ubah (seasonal price). "Karena kami impor, harganya tidak bisa tetap," ujar Reza Prayudi, kepala dapur The Holy Crab.

    DIANING SARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Musim Berburu Begal Saat Asian Games 2018 di Jakarta

    Demi keamanan Asian Games 2018, Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar operasi besar-besaran dengan target utama penjahat jalanan dan para residivis.