Mei, Sulawesi Selatan Gelar Festival Danau Matano  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan berlibur di Pantai Ide Danau Matano, Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, 24 Desember 2014. Danau tersebut dimanfaatkan warga setempat sebagai sumber pembangkit listrik di Luwu Timur. TEMPO/Fahmi Ali

    Wisatawan berlibur di Pantai Ide Danau Matano, Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, 24 Desember 2014. Danau tersebut dimanfaatkan warga setempat sebagai sumber pembangkit listrik di Luwu Timur. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO , Makassar -- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan, akan menggelar acara internasional yang diselenggarakan di Luwu Timur, Mei 2015 mendatang.

    Kepala Disbudpar Sulsel, Jufri Rahman mengatakan festival ini akan menjadi ikon baru dari acara tahunan yang sering diselenggarakan untuk menarik minat wisatawan datang ke Sulsel terutama wisatawan mancanegara.

    "Di Festival Danau Matano ini, selain akan menawarkan keindahan alam Luwu Timur, dalam hal ini Danau Matanonya, kemudian melihat pabrik pengolahan nikel , tapi juga ada kegiatan yang seperti lomba lari, balap sepeda dan renang yang mana sebagian wisatawan menjadikan ini sebagai hobi," Jufri menuturkan, Kamis 19 Februari 2015.

    Jufri menambahkan, dalam acara ini, ada tiga lomba yang pesertanya adalah para wisatawan dari luar negeri , terutama dari Afrika. Jufri berharap acara tersebut menjadi promosi pariwisata secara tidak langsung. "Spalagi buat para wisatawan yang memang memiliki hobi seperti tadi, " ujarnya.

    Jufri yakin, rangkaian kegiatan festival Danau Matano ini akan menjadi daya tarik tersendiri buat wisatawan khususnya mancanegara. "Saat ini hanya ada beberapa daerah saja yang memiliki agenda untuk mempromosikan wisata atau keunikan daerah seperti Makassar dengan berbagai acara festival kuliner, Makassar Jazz dan sebagainya," Jufri berujar.

    Selain acara Festiva Danau Mantano, Jufri melanjutkan, tahun ini juga ada festival Taka Bonerate di Selayar, Lovely Desember di Tana Toraja, dan Festival Bulan Purnama di Karst Rammang Maros dan Takalar .

    Adapun, Disbudpar menargetkan target kunjungan wisatawan lokal sebanyak 6 juta orang dan mancanegara mencapa 150 ribu orang.

    Ketua Association Of The Indonesia Tours And Travel Agencies (Asita) Sulawesi Selatan, Didi L Manaba mengatakan keaktifan daerah dalam membuat acara memang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. Didi mengingatkan agar penyelenggaraan acara diimbangi dengan promosi yang gencar. "Agar para wisatawan di luar tahu mengenai kegiatan yang daerah gelar," ujarnya.

    Dia menambahkan, pemerintah atau instansi yang terkait juga mesti menyediakan fasilitas dan sarana sesuai.

    IIN NURFAHRAENI DEWI PUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.