Puncak Sikunir Dieng, Primadona Menyaksikan Fajar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua pengunjung menunggu matahari terbit dari puncak Gunung Sikunir, Dieng, (13/12). Indahnya pemandangan matahari terbit dari Sikunir merupakan salah satu daya tarik wisata Dieng, selain candi-candi dan telaga warna. TEMPO/Shinta Maharani

    Dua pengunjung menunggu matahari terbit dari puncak Gunung Sikunir, Dieng, (13/12). Indahnya pemandangan matahari terbit dari Sikunir merupakan salah satu daya tarik wisata Dieng, selain candi-candi dan telaga warna. TEMPO/Shinta Maharani

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Bukit Sikunir di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menjadi kawasan wisata yang paling banyak disinggahi wisatawan domestik maupun mancanegara pada malam pergantian tahun baru 2015.

    Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo Sigit Sukarsana mengatakan wisatawan semakin banyak yang gemar mendaki bukit Sikunir dan Gunung Prau beberapa tahun terakhir. Mereka umumnya kebanyakan merupakan kalangan muda yang merayakan malam pergantian tahun baru. "Sikunir jadi primadona karena orang bisa melihat eloknya pemandangan matahari terbit," kata dia, Kamis, 1 Januari 2015. (Baca: Kerusakan Lingkungan di Dieng Dinilai Parah)

    Cahaya pagi Sikunir bisa dinikmati ketika jarum jam menunjuk ke angka 03.30 WIB. Pendaki setidaknya harus sudah memulai perjalanan dari kawasan sekitar Candi Dieng pada pukul 03.00-04.00 WIB untuk mendapatkan cahaya pagi yang bagus. Suhu bisa mencapai di bawah 10 derajat Celsius pada subuh.

    Dari bukit ini, wisatawan bisa memandang tujuh puncak gunung, yakni Sindoro, Merapi, Merbabu, Lawu, Telomoyo, Ungaran, dan Prau di kawasan Dieng. Dari puncak Sikunir, ketika pandangan mengarah ke barat terlihat Telaga Cebong yang bersebelahan dengan perkampungan Sembungan. Di sekitar Bukit Sikunir selain Telaga Cebong juga ada empat telaga lain, yakni Asat atau Wurung, Gunung Kendil, dan dua Telaga Pakuwujo.

    Desa Sembungan adalah desa terakhir sebelum mencapai puncak Sikunir. Desa ini berjarak enam kilometer dari kompleks Candi Dieng dan 30 kilometer dari Kota Wonosobo. Desa ini berada pada ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut. Dari Sembungan pendaki perlu menempuh jalan kaki sejauh satu kilometer. Desa Sembungan merupakan permukiman padat yang dikelilingi perbukitan.

    Menurut Sigit, jumlah pengunjung kawasan Dieng pada pergantian tahun baru 2015 naik hingga 35 persen dibandingkan malam pergantian tahun 2014. Berdasarkan hitungannya, wisatawan yang datang pada tahun baru 2015 setidaknya 10.000-11.000 orang. Di kawasan Dieng, orang juga bisa melihat telaga warna, Candi Dieng, dan Dieng Plateau Theater. "Pengunjung bisa memilih obyek wisata yang ingin disinggahi," kata dia. (Baca: Hutan di Dataran Tinggi Dieng Juga Terbakar)

    Kepala Unit Pelaksana Teknis Wisata Dieng Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo Subuh Oni Wiyono mengatakan hujan yang turun dan bencana longsor yang terjadi di Banjarnegara belum lama ini sedikit berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan di kawasan Dieng. "Ada pengaruhnya tapi tak signifikan," kata dia.

    Kabupaten Wonosobo berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara. Jarak Dieng menuju Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, lokasi longsor setidaknya 30 kilometer. Pengunjung menggunakan jalur dari Wonosobo kota menuju Dieng.

    SHINTA MAHARANI

    Baca berita lainnya:
    Ini Pesan Terakhir Teknisi Air Asia di Blackberry

    Ahok Promosikan Penemu Puing Air Asia, Siapa Dia?

    Fakta tentang 15 Korban Air Asia QZ8501

    Pilot Air Asia QZ7510 Terendus Pakai Narkoba

    Jasad Pramugari Air Asia Tiba di Pelabuhan Kumai


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.