Senin, 22 Oktober 2018

Di Yogya, Ada Lidah Penggoyang Lidah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu menu khas di Yogyakarta. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Salah satu menu khas di Yogyakarta. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Satu resep autentik Keraton Kesultanan Yogyakarta adalah lidah asap atau asin lidah. Menu masakan yang biasa disajikan untuk makan siang ini adalah makanan favorit para sultan, terutama Hamengku Buwono VIII.

    "Ini masakan turun-temurun, dari zaman Hamengku Buwono VIII sampai sekarang masih sering disajikan," ujar Kanjeng Raden Tumenggung Jatiningrat, cucu dari almarhum Sultan Hamengku Buwono VIII, saat ditemui di Tepas Dwarapuro, kompleks Keraton Yogyakarta, Kamis, 6 November 2014.

    Jatiningrat atau sering disapa Romo Tirun mengatakan hingga saat ini menu lidah asap banyak disukai keluarga keraton. "Saya pun suka." (Baca juga: Sultan HB IX, Makan 7 Sendok dari Selir-selirnya)

    Bahan utama lidah asap adalah lidah sapi yang direbus, dipotong dengan potongan besar, lalu dijepit dengan bambu. Berikutnya, Tirun menjelaskan, lidah sapi yang sudah direbus itu dilumuri mentega dan bumbu-bumbu kemudian dibakar.

    Menu lain yang jadi favorit para raja Keraton Yogyakarta adalah semur krukup. Sama seperti semur pada umumnya, menu ini menggunakan kentang sebagai bahan utamanya. "Tapi kentangnya dihaluskan dan dicampur dengan sayur semur," ujar Tirun. (Baca juga: Nasi Blawong, Makanan Sakral Sultan Yogyakarta)

    Untuk membuat semur krukup ada beberapa tahapan. Pertama, sayur semur atau ayam semur dibungkus dengan kentang rebus yang sudah dihaluskan. "Campuran ayam, sayur, dan kentang itu kemudian dilangseng (dikukus menggunakan langseng) sampai matang," kata Tirun. "Rasanya enak sekali."

    TIM MAJALAH TEMPO

    Berita Terpopuler
    5 Celotehan Fadli Zon yang Menuai Hujatan
    Jokowi Diserang Media Malaysia, Ini Pembelaan Susi
    Yorrys: Ical Bikin Partai Lapindo Jaya Saja


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.