Minggu, 18 November 2018

Menikmati Bandung di 'Taman Jomblo'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah remaja berfoto di Taman Pasupati di bawah Jembatan Layang Pasupati, Bandung, Jawa Barat. (6/1). Taman sebagai sarana peningkatan indeks kebahagiaan warga ini, disebut juga dengan nama

    Sejumlah remaja berfoto di Taman Pasupati di bawah Jembatan Layang Pasupati, Bandung, Jawa Barat. (6/1). Taman sebagai sarana peningkatan indeks kebahagiaan warga ini, disebut juga dengan nama "Taman Jomblo". TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO , Jakarta: Lampu taman di kolong Jembatan Pasupati Bandung mulai menyala seiring dengan cuaca sore yang kian redup. Gemerlap lampu kendaraan ramai berseliweran di sekitar Jalan Tamansari Bandung. Jumat, 10 Januari 2014, sore itu hujan mengguyur kota Bandung. Sekelompok anak muda terlihat asik bergaya di depan rangkaian huruf besar bertuliskan Taman Pasupati. Salah satu diantara mereka menyiapkan kamera di atas trypod sementara teman lainnya menunggu jepretan pertama.

    "Kami ramai-ramai datang ke sini untuk foto-foto, di twitter lagi ramai tentang Taman Jomblo," ujar Andika Putra, salah seorang pengunjung sambil membenarkan letak kameranya.

    Lahan yang terletak di kolong jalan layang Pasupati ini kini dikenal dengan Taman Jomblo, salah satu taman tematis yang diresmikan pada Sabtu, 4 Januari 2014 oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Taman Jomblo memang tengah ramai diperbincangkan di sosial media oleh mojang-jajaka Bandung. "Kami penasaran wujud tamannya seperti apa, dulu tempat ini kan sepi dan gelap," kata Andika.

    Sebelumnya, lahan seluas 25x25 meter itu hanya tanah kosong berbatu dan gelap. Kini, pemerintah kota Bandung menyulapnya menjadi tempat nongkrong yang nyaman untuk warga Bandung. Balok warna-warni bermacam-macam ukuran tersebar rapi di atas lahan paving blok. Di bagian bawah balok terdapat lampu putih yang memberikan kesan melayang pada balok.

    Beberapa orang pengunjung nampak duduk santai di atas balok sambil memperhatikan jalan. Ada juga yang menghabiskan waktu dengan membaca atau memainkan laptop. Di bagian lain, membentang bangku panjang lengkung berwarna merah yang dikelilingi tumbuhan hijau. Sekelompok pelajar berseragam terlihat asik bersenda gurau di bangku panjang tersebut. Kantung sampah berwarna hijau dan putih juga di siagakan di tiap sudut taman.

    Menurut Vicky Larasita, mahasiswi jurusan Sastra Inggris, perombakan sejumlah taman di Bandung memberikan dampak positif pada anak-anak muda Bandung. "Makin banyak ruang publik berarti nambah tempat kumpul. Dari pada diam di kosan atau main ke mall, lebih baik ke sini. Gratis," ujar perempuan berjilbab itu.

    Sementara bagi Aan Anisa Hasanah, banyak objek menarik di Taman Jomblo yang bisa dijadikan sebagai karya fotografi. Mulai dari arsitektur jalan layang yang menghadap gedung-gedung tinggi, hingga teknik panning yang diaplikasikan pada objek kendaraan yang lewat. "Sekarang di Bandung bertambah lagi lokasi baru untuk hunting foto, sambil jelajah taman juga," ujar Mahasiswi jurusan Teknik Sipil itu.

    Selain taman untuk tempat berkumpul, di bagian belakang Taman Jomblo juga terdapat skate park atau arena papan luncur berbetuk U. Lahan beralas semen halus itu kini menjadi lokasi favorit para pehobi skate board di Bandung. "Dulu kalau main skate board di sekitar trotoar Dago, sekarang udah ada sarana gratis ya jadi rajin ke sini," ujar Mohammad Topan, salah seorang pehobi skate board asal Bandung.

    Ruang publik beratap jalan layang Pasupati di Jalan Tamansari, Bandung Wetan itu, kini menjadi lokasi alternatif warga Bandung untuk menikmati suasana jalan, menghabiskan waktu duduk santai, atau sekedar mengambil gambar dan berolahraga.

    RISANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.