Festival Kasongan Digelar Akhir Pekan Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengrajin menyelesaikan pembuatan gerabah di Kasongan, Yogyakarta, Jumat (20/11). Produksi gerabah di Kasongan mengalami penurunan hingga 30% daripada hari biasa. ANTARA/Noveradika

    Seorang pengrajin menyelesaikan pembuatan gerabah di Kasongan, Yogyakarta, Jumat (20/11). Produksi gerabah di Kasongan mengalami penurunan hingga 30% daripada hari biasa. ANTARA/Noveradika

    TEMPO.CO, Bantul - Festival yang diadakan komunitas pelaku seni di sekitar sentra kerajinan gerabah Kasongan, Bantul, akan kembali digelar untuk ketiga kalinya pada akhir pekan ini. Juru bicara panitia, Ryan Budi Nuryanto mengatakan, Festival Seni Kasongan yang berlangsung selama 23 November hingga 7 Desember 2013, itu mengusung tema "Liat Geliat Tanah Liat." "Tema kampanyenya seputar pelestarian lingkungan, tapi simbol hubungan tanah liat dan aktivitas usaha gerabah ditonjolkan," ujar Ryan pada Rabu, 20 November 2013.

    Menurut dia, festival ini sebagaimana agenda tahun sebelumnya, tetap menyelenggarakan sejumlah kegiatan yang mengajak warga sekitar Kasongan melestarikan lingkungan. Sejumlah kegiatan seperti membersihkan sungai Bedog, menanam ribuan bibit pohon, membersihkan dan mengolah sampah tetap menjadi sebagian dari kegiatan utama di festival tersebut. Kampanye itu melibatkan warga lima dusun di sekitar kawasan kerajinan gerabah Kasongan, yakni Dusun Sembungan, Dusun Tirto, Dusun Beton, Dusun Kasongan dan Dusun Kalipucang.

    Ryan mengatakan, di festival ini warga akan diajak berkompetisi membuat kreneng, tas dari anyaman bambu yang biasa dipakai untuk wadah barang para pembeli dan pedagang di pasar tradisional sekitar Daerah Istimewa Yogyakarta. Ada pula perlombaan membuat patung kuda khas Kasongan hingga lari estafet dengan membawa guci gerabah. "Agar ada apresiasi warga ke produk kerajinan yang lama menghidupi Kasongan," kata Ryan.

    Panitia festival ini juga akan menggelar acara pernikahan massal sejumlah pasangan dengan kemasan unik. Kali ini, semua pasangan akan menjalani prosesi ijab kabul di dalam guci raksasa. "Kami gelar di penghujung festival pada 7 Desember 2013," kata Ryan.

    Festival Seni Kasongan selalu diselingi gelaran pernikahan massal secara unik. Pada festival pertama 2011 lalu, semua pasangan menjalani ijab kabul di atas getek, rakit dari bambu, yang dijalankan di atas sungai Bedog. Di festival kedua, belasan pasangan dinikahkan dengan memakai beragam busana etnik berbagai daerah.

    ADDI MAWAHIBUN IDHOM


    Berita Terpopuler:
    Disurati Istana, Jokowi Pindahkan Pohon Palem 
    Indonesia Disebut Juga Sadap Australia
    Farhat Abbas Sindir Wali Kota Bandung di Twitter
    PDIP Tak Ingin Jokowi seperti SBY
    Staf Jokowi Jelaskan Surat Istana Soal Pohon Palem 
    Ini Alat Sadap yang Laris di Pasaran


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H