Selasa, 20 Februari 2018

Sultan Yogya Mantu, Kereta Keraton Bakal Dikirabkan

Oleh :

Tempo.co

Jumat, 11 Oktober 2013 16:45 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sultan Yogya Mantu, Kereta Keraton Bakal Dikirabkan

    Abdi dalem mengeluarkan kereta Kanjeng Nyai Jimat sebelum melakukan ritual Jamasan Kereta di Museum Kereta Keraton Yogyakarta, Selasa (27/11). TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sebanyak 12 kereta keraton Yogyakarta menjalani prosesi gladi kotor kirab. Prosesi tersebut dilakukan untuk uji coba kereta menjelang kirab acara resepsi dhaup ageng (pernikahan agung) putri keempat Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu Hayu, dengan Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro pada 23 Oktober 2013 mendatang. Resepsi pernikahan akan diadakan di bangsal Kepatihan Yogyakarta.

    “Dengan gladi kotor ini kami jadi tahu, berapa durasi waktu dibutuhkan perjalanan kereta dan bagaimana teknis kereta masuk dan keluar tempat acara,” kata Kepala Bagian Humas Pemerintah DIY Iswanto di Kepatihan, Jumat, 11 Oktober 2013.

    Sebanyak 12 kereta tersebut tidak berangkat secara bersama. Lima kereta berangkat dari Keben atau keraton sisi selatan. Kelima kereta tersebut antara lain kereta yang ditumpangi pasangan pengantin, para penari, keluarga pengantin laki-laki, dan pengiring pengantin. “Kereta itu berjalan melalui sisi barat alun-alun utara menuju ke Jalan Trikora dan melawan arus ke Malioboro,” kata Iswanto.

    Sedangkan tujuh kereta lainnya berangkat dari Pagelaran keraton. Ketujuh kereta tersebut antara lain kereta yang ditumpangi Sultan dan permasiurinya, GKR Hemas. Juga kereta yang ditumpangi Sri Paduka Paku Alam IX. Kereta tersebut keluar dar Pagelaran melalui tengah alun-alun utara. “Jadi ketujuh kereta itu jalan lurus ke utara lewat alun-alun utara hingga Malioboro,” kata Iswanto.

    Meskipun baru gladi kotor, cukup banyak masyarakat yang menyaksikan kereta-kereta keraton tersebut dikeluarkan dari Museum Kereta Keraton. Apalagi kereta-kereta keraton yang diperlihatkan secara umum kepada masyarakat merupakan momentum langka. Kereta-kereta tersebut kemudian menjalani kirab dengan ditarik 68 ekor kuda lokal. Sebanyak 25 ekor kuda dari Kavaleri Bandung belum datang saat prosesi gladi kotor.

    "Datangnya 18 Oktober nanti. Jadi kuda-kuda dari Bandung baru bisa ikut dalam gladi bersih pada 19 Oktober nanti,” kata Iswanto. Sebelum gladi kotor, pada 10 Oktober lalu, Sultan menyempatkan diri untuk melihat kondisi kereta yang akan dikirabkan, khususnya kereta Kyai Winomo Putro yang akan ditumpanginya nanti.

    PITO AGUSTIN RUDIANA

    Berita Terpopuler
    SBY: Saya Bukan Pejabat Kacangan
    Gaji Hakim Konstitusi Cukup buat 'Lima Istri'
    SBY Minta Luthfi Hasan Tak Bersaksi Palsu
    200 Tanah Suami Airin, dari Banten sampai Melbourne
    Cara Atut Menjadi Gubernur Banten Versi Jazuli


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Nomor Urut Partai Politik Peserta Pemilu 2019

    Ketua KPU Arief Budiman memimpin pengundian nomor urut untuk partai politik peserta Pemilu 2019 pada Sabtu 17 Februari 2018, Golkar dapat nomor 4.