Waktu Paling Tepat untuk Melancong ke Korea Selatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Istana Geunjeongmun, Korea Selatan. Wikipedia.org

    Istana Geunjeongmun, Korea Selatan. Wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika Anda ingin melancong ke Korea Selatan, perhatikan bulan dan musim di sana. Paling asyik jika berkunjung pada musim panas, sekitar bulan Juli sampai awal September.

    Enaknya berjalan-jalan pada musim panas, baju yang kita bawa ringan karena cukup membawa kaus atau baju dari bahan yang tipis. Selain itu, saat musim panas, ada banyak acara outdoor yang diselenggarakan secara gratis, seperti konser musik atau festival budaya.

    Mengutip buku Bujet Pas-pasan Keliling Korea 60 Hari? Bisa!, normalnya suhu pada musim panas sekitar 25 derajat Celsius. Melancong pada musim panas harus siap dengan panas yang ekstrem, hujan, dan badai. Puncak suhu panas terjadi pada bulan Agustus. Pada Juni sampai September, bersiaplah untuk merasakan dingin topan.

    Selain musim panas, musim yang tepat untuk berkunjung ke Korea adalah musim semi. Saat itu kita bisa melihat bunga beot, nama lain bunga sakura di Korea, yang sedang mekar. Hanya saja, cuaca pada Maret masih dingin dengan suhu sekitar 5 derajat Celsius. Pada April, cuaca mulai menghangat, sekitar 12 derajat Celsius.

    Pada musim gugur, kita bisa melihat perubahan warna daun dari hijau ke warna-warna mencolok, seperti kuning atau merah. Sementara pada musim dingin, temperatur udara di Korea cukup ekstrem, bisa mencapai minus 20 derajat Celsius.

    RINI K

    Terpopuler:
    Ini Dia K-Pop Idol yang Operasi Plastik

    Big Bang di Video Gangnam Style Psy

    Anggota Suju Ikut Training Selama 5 Tahun

    Superior Gen, Kakak-Adik Jadi K-Pop Idol

    Cara Curi Waktu Tidur K-Pop Idol

    Kyuline, Nama Geng Kyuhyun Suju

    Super Junior, Dikagumi Remaja hingga Ibu-ibu

    K-Poppers Kebanyakan Labil dan Galau


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.