Senin, 25 Juni 2018

7 Film Inspiratif Wisata Indonesia (Bag 2)

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu 6 Mei 2012. TEMPO/Subekti. 20120506.

    Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu 6 Mei 2012. TEMPO/Subekti. 20120506.

    TEMPO.CO , 4. Puncak Penanjakan, Kaldera Gunung Bromo, dalam Pasir Berbisik (2001)



    Embusan angin yang bertiup terus menerus dan badai pasir kecil yang sering terjadi, membuat kaldera di kaki Gunung Bromo, Jawa Timur, seperti mengeluarkan bunyi berbisik sepanjang waktu. Pasirnya menerpa lembut ke sana ke mari. Cocok kawasan ini disebut Pasir Berbisik sesuai dengan judul film yang memang pernah dibuat di situ pada awal 2000.

    Film ini garapan sutradara Nan Achnas dengan bintang-bintang top, Christine Hakim dan Dian Sastrowardoyo. Selain kawasan Pasir Berbisik, film ini juga menunjukkan titik terbaik menikmati keindahan matahari terbit di Gunung Bromo, yakni di Puncak Penanjakan, yang lokasinya tidak jauh dari lembah Pasir Berbisik. Di sekeliling kawasan Pasir Berbisik terdapat bukit-bukit batu raksasa, Pura Punten, dan savana luas.

    Ribuan turis mendatangi lokasi ini setiap pagi untuk menikmati keindahan matahari terbit yang disebut-sebut sebagai yang terbaik di dunia. Lokasi fotografi yang menantang untuk dieksplorasi. Dengan kehidupan tradisional suku Tengger yang mendiami.

    5. Borobudur dan Yogyakarta dalam Java Heat (2012)



    Film ini baru akan beredar pada pertengahan tahun ini, namun sudah sejak awal tahun menjadi bahan pembicaraan para pecinta film. Sebab film ini akan banyak mempertontonkan keindahan pemandangan alam dan kehidupan masyarakat Yogyakarta, dan masyarakat seputar Candi Borobudur, Magelang, Jawa tengah.

    Film Hollywood karya Conor Allyn ini dibintangi Mickey Rouke. Bercerita tentang sekelompok teroris dan penjahat yang mengacaukan Asia Tenggara, termasuk menculik putri raja Yogya, merampok bank, dan lain-lain. Seorang warga Amerika Serikat dan seorang polisi Indonesia pun bekerja sama melawan kejahatannya. Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, salah satu fokus latar cerita. Juga berbagai tempat laga di jalanan kota Yogyakarta, sekitar keraton, motel-motel di Pasar Kembang, dan jalan Malioboro.

    6. Wamena dan Puncak Cartenz dalam Denias: Senandung di Atas Awan (2006)



    Dari puncak Gunung Pikhe, Distrik Karulu, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, dapat ditemui keindahan padang savana luas yang menjadi latar film Denias: Senandung di Atas Awan, karya sutradara Ari Sihasale. Juga padang pasir berwarna putih yang berada di puncak gunung. Film-film Ari Sihasale memang selalu menonjolkan keindahan pemandangan alam. Syuting film ini dilakukan di Wamena, meskipun dalam film bercerita tentang kota Timika, Papua.

    Di sekitar Wamena terdapat banyak obyek wisata alam, dan juga koleksi Mumi berusia ratusan tahun yang masih dirawat baik oleh suku Dany, suku dominan yang menguasai peradaban Papua pegunungan tengah. Satu di antara adegan yang menarik yakni ketika Maleo (Ari Sihasale) mengajak Denias dan teman-temannya menaiki helikopter Bell-412 Twin Pac mengelilingi Puncak Cartenz, puncak Pegunungan Jayawijaya, puncak gunung tertinggi di Indonesia, yang selalu diselimuti salju. Menghasilkan pemandangan yang menakjubkan, dan kini menjadi salahsatu tujuan wisata petualangan di Papua.

    7. Camp Leakey, Taman Nasional Tanjung Puting, dalam In The Wild: Orangutans With Julia Roberts (1992)



    Bintang Hollywood Julia Robert tidak hanya berjasa mengenal Indonesia lewat Eat, Pray, Love, tetapi juga film dokumenter In The Wild: Orangutans With Julia Roberts. Film itu berhasil mempopulerkan wisata menyusuri Sungai Sekonyer dengan perahu klotok, menuju pusat perlindungan Orangutan liar yang berada di pedalaman Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

    Adegan persahabatan Julia Robert dengan 2 Orangutan dilakukan di Camp Leakey. Keberanian Julia selama beberapa jam bergaul akrab dengan dua Orangutan dalam film ini sangat mengagumkan. Bagaimana orangutan sempat marah, Julia Roberts sempat sangat ketakutan, namun tetap bisa menguasai diri.

    Adegan Julia Roberts bersama Profesor Galdikas menyusuri Sungai Sekonyer berhasil menampilkan keindahan pedalaman Kalimantan. Wisata menyusuri Sungai Sekonyer yang kini sangat diminati turis asing sangat berhutang budi atas film ini.

    WAHYUANA

    Berita lain:
    Lomba Mainan Tradisional Sunda Digelar di Kuningan

    Bertandang ke Padang Panjang

    Sandal Segoro Amarto Varian SBY

    Nusa Dua Fiesta Angkat Tema Pesisir

    Masakan Berbahan Singkong Bisa Naik Kelas  


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pelatih Paling Mahal di Piala Dunia 2018

    Ini perkiraan jumlah gaji tahunan para pelatih tim yang lolos Piala Dunia 2018.