Susi Air Siap Buka Penerbangan Purbalingga-Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Subekti

    TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO , Purbalingga: Maskapai penerbangan Susi Air berminat membuka jalur penerbangan Purbalingga (Wirasaba) - Jakarta (Halim Perdana Kusuma). Susi Air tengah menjajaki dibukanya jalur ini dengan memanfatkan lapangan udara Wirasaba milik TNI Angkatan Udara di Desa Wirasaba, Kecamatan Bukateja, Purbalingga. Jalur penerbangan ini untuk melengkapi rute Cilacap (Tunggulwulung) - Jakarta (Halim Perdana Kusuma).

    Sales Operation Susi Air Indra mengungkapkan, pada prinsipnya Susi Air telah siap, hanya tinggal masalah administrasi saja. Untuk kepastian selanjutnya, kata Indra, akan diadakan pertemuan kemudian antara pemilik Susi Air, Susi Pujiastuti, dengan empat bupati masing-masing Bupati Purbalingga, Banyumas, Banjarnegara, dan Wonosobo serta dengan Gubernur Jawa Tengah.

    “Prinsipnya kami siap, tinggal perizinan administrasi saja,” kata Indra, Rabu, 29 Agustus 2012.

    Ia mengatakan untuk teknis lapangan udara, Wirasaba sudah memenuhi syarat operasional penerbangan pesawat milik Susi Air. Pesawat yang digunakan dengan jenis Cessna C208 B Grand Caravan dengan kapasitas tempat duduk 12 orang. Jenis pesawat ini sama yang dioperasikan pada penerbangan Cilacap - Jakarta.

    “Pengoperasian penerbangan ini paling tidak akan menjadi moda transportasi yang cepat dan membuka isolasi wilayah Jateng barat -selatan dengan pesawat udara,” katanya.

    Menurut dia, untuk perhitungan secara ekonomis rute ini dinilai cukup mempunyai prospek yang bagus. Indra mencontohkan sehari menjelang Idul Fitri pekan lalu, Susi Air melakukan penerbangan Jakarta-Wirasaba yang membawa rombongan keluarga Bambang Trihatmojo. “Penerbangan berjalan sukses, dan tidak ada kendala apa-apa,” katanya.

    Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan jika Wirasaba dibuka untuk penerbangan komersial, itu akan membuat transportasi yang cepat bagi wilayah Jawa Tengah bagian barat, tengah, dan selatan. Wilayah itu seperti Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas, Wonosobo, sebagian Brebes, sebagian Kebumen dan Pemalang wilayah selatan serta sebagian Temanggung.

    “Jika tidak mempengaruhi operasional TNI Angkatan Udara, maka lebih baik Lanud Wirasaba dimanfaatkan untuk penerbangan komersial. Daripada bandaranya nganggur, kan lebih baik dimanfaatkan untuk masyarakat,” katanya.

    ARIS ANDRIANTO

    Berita lain:
    Sipilis Jangkiti Para Aktor Film Porno AS

    ''R'', Si Provokator Penyerangan Syiah di Sampang 

    Drogba-Anelka Terancam Dilego Shanghai Shenhua

    La Nyalla Tantang AFC

    SBY Pidato, Anak-Anak Tidur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.