10 Museum Terbaik di Berlin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Thomas Kienzle, File

    AP Photo/Thomas Kienzle, File

    TEMPO.CO , Jakarta - Berlin yang menjadi ibu kota Jerman menyimpan pesona sejarah dan keindahan sejak masa lampau. Kota yang terkenal karena seni arsitektur, teater, dan sastra ini memiliki banyak museum untuk mengabadikan keindahannya.

    Ada 10 museum populer dan menarik untuk dikunjungi jika Anda berwisata di bekas kota Komunis terbesar ini.

    1. Museum Käthe Kollwitz
    Museum ini dibangun untuk menghormati seniman besar Käthe Kollwitz. Seluruh karyanya mengungkapkan harapan dan rasa sakit orang miskin yang hidup pada kengerian Nazi. Kollwitz mampu merasakan apa yang tidak mampu diungkapkan warga kota yang hidup dengan ketakutan, dan mengungkapkannya melalui karya seni.

    Museum milik pribadi ini terletak tak jauh dari Ku’damm, serta menyimpan ratusan lukisan dan patung karya Kollwitz.

    Fasanenstrasse 24, +49 30 882 5210, kaethe-kollwitz.de, orang dewasa € 6, konsesi € 3. Buka setiap hari.

    2. Museum Neues
    Museum ini berupa bangunan mencolok dengan tekstur dan lukisan dinding yang menarik. Pengunjung akan seperti membaca dinding yang mengisahkan kemampuan manusia untuk menciptakan, menghancurkan, dan melestarikan.

    Museum ini menyimpan koleksi tengkorak Neanderthal, patung ratu Mesir Nefertiti, dan barang antik Trojan Heinrich Schiliemann. Bangunan bekas reruntuhan karena bom pada 1945 ini dibangun kembali oleh seorang arsitek Inggis bernama David Chipperfield.

    Bodestrasse 1, +49 30 2664 2424 2, neues-museum.de, orang dewasa € 10, € konsesi 5, di bawah 19 tahun gratis.

    3. Bauhaus Arsip-Museum Desain
    Berlin menjadi kota yang maju berkat ilmu arsitekturnya. Kota ini menjadi tempat spiritual bagi Bauhaus, sekolah arsitektur, desain, dan seni paling berpengaruh di abad 20. Museum ini menyimpan koleksi patung, keramik, furnitur, dan model arsitektur yang sensasional. Koleksi yang tersimpan merupakan karya Walter Gropius, Moholy-Nagy, Klee, Kandinsky, dan banyak tokoh lainnya. Mereka menjadi penggerak modernisasi ke Dunia Baru setelah rezim Nazi runtuh.

    Setiap Minggu pukul 15.00 disediakan tur gratis dengan pemandu yang siap mendampingi pengunjung berkeliling.

    Klingelhöferstrasse 14, +49 30 254 0020, bauhaus.de. Buka pukul 10.00-17.00 (Selasa tutup), orang dewasa € 7, konsesi € 4

    4. Museum Berggruen
    Heinz Berggreun merupakan kolektor lukisan ternama. Berggreun membeli lukisan pertamanya pada 1940 yang terbuat dari cat air karya Paul Klee seharga US$ 100. Sebagian besar koleksi Berggreun diberikan kepada Berlin, 50 tahun kemudian. Lebih dari 165 lukisan karya Braque, Matisse, Klee, dan Giacometti langsung berpindah tangan dan disimpan di sebuah galeri yang terletak di seberang Charlottenburg Schloss. Sebelum mendapat hibah dari Berggreun, galeri ini telah memiliki lebih dari 100 karya Pisasso dari masa sekolah hingga kematiannya.

    Anak-anak yang datang ke museum ini, akan diajak berkeliling museum dan menggambar dengan krayon setiap Sabtu.

    Schlossstrasse 1, +49 30 2664 2424 2, smb.museum, orang dewasa € 6, konsesi € 4.

    5. Topografi Teror
    Jerman yang terbuka sangat berbeda dengan masa lalu yang serba tertutup akibat bentuk pemerintahan komunisnya. Sekarang, Berlin yang menjadi ibu kota, telah hadir dengan jiwa nasional yang berani dan manusiawi. Komplek Nazi yang dulu dipimpin Adolf Hittler ini telah kembali dibuka untuk umum sejak 2010, setelah mengalami perbaikan.

    Museum ini dilengkapi dengan perpustakaan dan pameran Spartan yang dulu dikenal sebagai Topografi Teror. Pengunjung akan merasakan kondisi Jerman kala dipimpin Hittler. Berbeda dengan museum lain, museum ini berada di luar ruangan, yang dibangun di bekas markas SS dan Gestapo.

    Niederkirchnerstrasse 8, +49 30 2545 0950, topographie.de. Buka setiap hari, gratis.

    6. Museum Jewish
    Museum ini mendokumentasikan dengan rapi kehidupan Yahudi di Jerman sejak masa Romawi. Awal abad 20, Berlin dikenal sebagai kota Yahudi terbesar di dunia. Hittler telah menghancurkan keberagaman Jerman dan membuat negara ini serba homogen. Daniel Libeskind mengeksplorasi dua ribu tahun sejarah Yahudi di museum ini. Bentuk zig-zag kaca di museum akan menarik perhatian pengunjung.

    Setiap akhir pekan, ada lokakarya yang menampilkan sejarah sepak bola dan musik Yahudi Radikal.

    Lindenstrasse 9-14, +49 30 2599 3300, jmberlin.de. Orang dewasa € 5, konsesi € 2,50, di bawah 6 tahun gratis.

    7. Museum Sekutu
    Museum ini merupakan sisa dari Perang Dunia II. Sekutu yang menang atas Jerman, membaginya dalam beberapa sektor. Kondisi Jerman kala itu ingin membuat seluruh negara dalam orbit komunis. Tahun 1948, Jerman membuat blokade kota dan orang Amerika didorong akan keluar dari Eropa. Sekutu membalasnya dengan meluncurkan sistem pengangkut melalui udara dan mempertahankan kebebasannya. Perang dingin terjadi dan tahun 1961. Soviet membangun tembok yang membujur untuk menguasai sektor Barat.

    Museum ini bercerita tentang tahun-tahun itu dengan menampilkan pos jaga dan terowongan mata-mata Berlin.

    Clayallee 135, +49 30 818 1990, alliiertenmuseum.de. Buka Senin, Selasa, Kamis-Minggu 10.00-18.00, gratis.

    8. Memorial Tembok Berlin
    Tembok Berlin dibangun untuk memisahkan Berlin Barat dan Timur. Pada 1989 tembok itu akhirnya diruntuhkan dan kembali mempersatukan dua wilayah yang terpisah hampir 45 tahun. Selama itu pula, terjadi banyak aksi tragis dan heroik warga untuk mendapatkan kebebasannya. Warga yang melompat dari jendela apartemen dan menerobos kawat berduri sering terjadi kala itu. Tempat ini meliputi kota dengan pembatas tembok dan sebuah museum yang luar biasa, menandai kesalahan, kepatuhan, dan kepahlawanan warga Berlin Barat dan Timur.

    Bernauer Strasse 111/119, +49 30 866 4679 66, Berliner Mauer--gedenkstaette.de.

    9. Museum Trabants DDR
    DDF berarti Deutsche Demokratische Republik atau Jerman Timur. Mengunjungi museum ini seperti merasakan hidup di masa komunisme, tepatnya sebagai warga Jerman Timur, sebelum bersatu kembali dengan Jerman Barat. Di sini, pengunjung bisa menyaksikan video seputar masa perpecahan dan mendengarkan radio DDR. Selain itu, pakaian yang warga Jerman Timur kenakan, dapat dengan bebas disentuk pengunjung. Museum ini terletak di dekat Sungai Spree Berlin.

    Karl-Liebknecht-Strasse 1, +49 30 847 123 731, dar-museum.de. Orang dewasa € 6, konsesi € 4

    10. Museum Currywurst
    Currywurst berarti sosis sapi besar khas Jerman. Di sini mengisahkan makanan cepat saji yang populer sejak berabad-abad lalu. Pengunjung juga bisa menikmati duduk di sofa sosis dan menemuka Volkswagen yang menjadi salah satu pembuat sosis Jerman terbesar. Tiket masuk museum ini relatif murah dan menyediakan oleh-oleh berupa currywurst dan gratis saus yang konon paling lezat di Berlin.

    Schutzenstrasse 70, +49 30 8871 8647, currywurstmuseum.de. Buka setiap hari, orang dewasa € 11, konsesi € 8,50, anak € 7, di bawah 6 tahun gratis.

    GUARDIAN.CO.UK | DIAN KURNIATI

    Berita Populer:
    Salat Idul Fitri Penuh Warna di Itaewon
    Cara Warga Muslim Florida Merayakan Idul Fitri
    Beckham Raup Rp 198 Miliar dari Iklan
    8 Makanan Sehat Demi Rambut Indah
    7 Kebiasaan Yang Bisa Tambah Berat Badan
    Usai Salat Ied, Desa Ini Terbangkan Balon Udara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.