Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Jajan Akhir Pekan, Pasar Kangen Jogja Sajikan Sederet Kuliner Lawasan Menggoda Lidah

image-gnews
Suasana Pasar Kangen Jogja 2024 di Taman Budaya Yogyakarta. Dok. Istimewa
Suasana Pasar Kangen Jogja 2024 di Taman Budaya Yogyakarta. Dok. Istimewa
Iklan

TEMPO.CO, Yogyakarta - Wisatawan yang sedang atau berencana ke Yogyakarta, bisa mampir ke Pasar Kangen Jogja yang digelar di area Taman Budaya Yogyakarta atau TBY, mulai 4 hingga 13 Juli 2024 mendatang.

Event ini menjadi surganya pecinta kuliner tradisional dari berbagai daerah, tak hanya dari Yogyakarta. Wisatawan tinggal memilih aneka jajanan yang harganya per porsi berkisar rata rata mulai Rp 5 ribu sampai Rp 15 ribuan perporsinya itu.

Di Pasar Kangen Jogja itu ada sederet jajanan menggoda yang disajikan secara unik. Seperti Sate Kronyos Sundel Bolong yang menyajikan aneka olahan jeroan dan daging sapi. Seperti sandung lamur, hati sapi, juga ginjal sapi. Uniknya penjual sate ini berdandan seperti figur setan sundel bolong yang terkadang juga siap menyuapi pembelinya sembari berfoto.

Jenis sate yang dijual mirip dengan sate kere, jajanan khas sate jeroan yang biasa ditemui di sudut sudut Yogya seperti pinggir jalan selatan Pasar Beringharjo atau depan Pura Pakualaman.

Suasana Pasar Kangen Jogja 2024 di Taman Budaya Yogyakarta. Dok. Istimewa

Selain itu di Pasar Kangen Jogja ini ada juga Sego Berkat Gajah Mungkur khas Wonogiri. Sajian nasi putih hangat berisi lauk seperti telur dimasak semur, oseng lombok ijo, kecambah, mie soun, dan serundeng yang dikemas daun jati.

Lalu ada juga Sego Jangan Ndeso Lombok Ijo khas Gunungkidul, Tempe Mendoan Ngapak khas Banyumas, Bubur Manado Panda, Rambut Nenek dan Gulali, Leker, Choipan dari Pontianak, Dawet Ireng hingga Sego Liwet khas Solo.

Tak hanya kuliner. Pengunjung yang datang juga dihibur berbagai aksi panggung menarik dalam event yang setiap harinya mulai pukul 14.00 WIB itu.

Suasana Pasar Kangen Jogja 2024 di Taman Budaya Yogyakarta. Dok. Istimewa

Misalnya pada Minggu 7 Juli 2024, di panggung Pasar Kangen Jogja bakal tampil atraksi kesenian Reog Kreasi Mego Budoyo, Sanggar Latasga Kelong, Ketek Ogleng Langen Budaya, juga Campur Sari Nada Kresna. Lalu pada Senin 8 Juli 2024, bakal tampil atraksi Jathilan Sekar Kencono, Turonggo Mudo Budoyo, dan Wayang Hip Hop. Adapun Selasa 9 Juli 2024 tampil Karawitan Ngestu Pertiwi, Sanggar Angin Angin, dan Octave Keroncong.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Tahun ini pendaftar Pasar Kangen berjumlah total 1200 formulir yang masuk, peserta terkurasi atau yang lolos seleksi adalah 289 tenant," kata
Ketua Panitia Pasar Kangen Jogja, Ong Hari Wahyu Sabtu 6 Juli 2024. 

Tenant yang terseleksi tahun ini terdiri dari kuliner 187 tenant, klithikan/ barang lawasan dan jasa 102 tenant dan workshop 8 tenant, serta berbagai seni pertunjukan dari berbagai komunitas seni yang dipentaskan di panggung pertunjukan. 

Suasana Pasar Kangen Jogja 2024 di Taman Budaya Yogyakarta. Dok. Istimewa

Pasar Kangen ini juga menampilkan berbagai produk warisan budaya, kerajinan tradisional, workshop, serta gelar seni tradisi yang memperkuat nuansa tradisional dan kebudayan DIY. 

Workshop yang ditampilkan antara lain workshop membaca dan menulis Aksara Jawa, workshop membuat anyaman besek atau bungkus kemasan dari bambu, workshop bati lukis, workshop boneka kaos kaki, workshop batik ecoprint, workshop janur hingga tenun. Selain itu, berlangsung pameran fotografi yang memamerkan karya-karya kekayaan budaya dan tradisi DIY. 

Suasana Pasar Kangen Jogja 2024 di Taman Budaya Yogyakarta. Dok. Istimewa

Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan sejarah pasar kangen diadakan pertama kali sebagai program trauma healing setelah Yogyakarta dilanda gempa besar pada 2006 lalu yang tetap berlanjut sampai sekarang. "Tematiknya adalah ketahanan pangan lokal secara khusus dan ketahanan pangan nusantara," kata dia.

Menurut Dian, Pasar Kangen bukan sekadar pameran budaya, tetapi juga wadah untuk memperkuat hubungan antara warisan budaya dan kesejahteraan masyarakat.  "Event ini mengajak kita kenal produk - produk lokal sendiri karena menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya tradisi lokal," tuturnya.

Pilihan editor: Yogyakarta Tambah 25 Warisan Budaya Takbenda, Jadi yang Terbanyak di Indonesia

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Wayang Jogja Night Carnival 2024 Angkat Kisah Kepahlawanan Gatotkaca

8 jam lalu

Keriuhan perhelatan Wayang Jogja Night Carnival 2023. Dok. Istimewa
Wayang Jogja Night Carnival 2024 Angkat Kisah Kepahlawanan Gatotkaca

Tema Gatotkaca Wirajaya dalam Wayang Jogja Night Carnival merupakan wujud kepahlawanan tokoh wayang Gatotkaca untuk membela kebenaran dan keadilan


Yogyakarta Kian Padat Wisatawan, Ribuan Ojol Dilatih Bantuan Hidup Dasar Tolong Korban Kecelakaan

17 jam lalu

Kendaraan antre memasuki kawasan Jalan Malioboro Yogyakarta, Jumat 12 April 2024. TEMPO/Pribadi Wicaksono
Yogyakarta Kian Padat Wisatawan, Ribuan Ojol Dilatih Bantuan Hidup Dasar Tolong Korban Kecelakaan

Jalanan Yogyakarta kian padat mobilitas wisatawan dan pelajar-mahasiswa. Kepadatan ini meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.


PKL Malioboro Bakal Direlokasi Lagi, Ini Harapan Terakhir Pedagang

18 jam lalu

Pedagang di Teras Malioboro 2 Yogyakarta menggelar aksi demonstrasi mendesak rencana relokasi ditunda Rabu (17/7). Tempo/Pribadi Wicaksono
PKL Malioboro Bakal Direlokasi Lagi, Ini Harapan Terakhir Pedagang

Saat relokasi pertama dari trotoar ke Teras Malioboro 2, pendapatan pedagang dinilai turun drastis.


Ritual Labuhan Puro Pakualaman Digelar dengan Prosesi Lengkap di Pantai Glagah Kulon Progo

1 hari lalu

Tradisi Labuhan Puro Pakualaman di Pantai Glagah Kulon Progo, Yogyakarta, Rabu, 17 Juli 2024. Dok. Istimewa
Ritual Labuhan Puro Pakualaman Digelar dengan Prosesi Lengkap di Pantai Glagah Kulon Progo

Dalam ritual Labuhan Puro Pakualaman, sejumlah ubarampe atau sejenis sesaji hasil bumi akan diperebutkan dan dilarung ke laut.


Yogyakarta Mulai Susun Indikator Hotel Ramah Anak

1 hari lalu

Ilustrasi Hotel (pixabay.com)
Yogyakarta Mulai Susun Indikator Hotel Ramah Anak

Hotel yang menjamur di Yogyakarta dinilai masih perlu dikuatkan agar memiliki unsur ramah anak seperti yang telah diterapkan di mancanegara.


Rekomendasi 7 Minuman Tradisional Indonesia yang Cocok untuk Cuaca Dingin

1 hari lalu

Teh talua pinang (kanan) dan sekoteng dingin di Warung Bandrek Niaga Sudirman, Jalan Panglima Sudirman Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Senin malam, 9 Mei 2022. TEMPO/Abdi Purmono
Rekomendasi 7 Minuman Tradisional Indonesia yang Cocok untuk Cuaca Dingin

Inilah sejumlah minuman tradisional Indonesia yang bisa menghangatkan tubuh saat cuaca dingin.


Pemda Yogyakarta Tutup 4 Tambang Ilegal dan Stop Aktivitas Penambangan di 32 Titik Lainnya

2 hari lalu

Ilustrasi Tambang Ilegal. Dok.TEMPO/Jumadi
Pemda Yogyakarta Tutup 4 Tambang Ilegal dan Stop Aktivitas Penambangan di 32 Titik Lainnya

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belakangan gencar melakukan penindakan aktivitas penambangan di berbagai kabupaten/kota provinsi itu pasca munculnya aduan masyarakat dan beredar di media sosial.


Profil Iskandar Harjodimulyo Sang Maestro Wayang Uwuh, Olah Limbah Jadi Karya

2 hari lalu

Perajin wayang Uwuh, Iskandar Hardjodimuljo. TEMPO/S. Dian Andryanto
Profil Iskandar Harjodimulyo Sang Maestro Wayang Uwuh, Olah Limbah Jadi Karya

Selain menciptakan wayang uwuh dari limbah, Iskandar Harjodimulyo aktif dalam berbagai kegiatan edukasi lingkungan pengelolaan sampah.


Jogja International Kite Festival 2024 Segera Digelar, Catat Lokasi dan Tanggalnya

3 hari lalu

Festival tahunan layang-layang Jogja International Kite Festival (JIKF) 2023 di Pantai Parangkusumo, Yogyakarta. Dok. Istimewa
Jogja International Kite Festival 2024 Segera Digelar, Catat Lokasi dan Tanggalnya

Jogja International Kite Festival akan diikuti lebih dari 50 klub nasional dan 22 klub dari luar negeri, usung tema Persatuan dan Perdamaian Dunia.


BMKG: Bediding di Yogyakarta Terpengaruh Monsoon Australia dan Akan Berlangsung Hingga Agustus

3 hari lalu

Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memeriksa alat Actinograph untuk mengukur intensitas radiasi matahari di Taman Alat Cuaca BMKG Jakarta, Rabu, 11 Oktober 2023. BMKG memprediksi musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia akan berlangsung hingga akhir Oktober dan awal musim hujan terjadi pada awal November 2023. Tempo/Tony Hartawan
BMKG: Bediding di Yogyakarta Terpengaruh Monsoon Australia dan Akan Berlangsung Hingga Agustus

Menurut BMKG, suhu dingin atau bediding di Yogyakarta dipengaruhi oleh pergerakan angin Monsoon dingin Australia.