Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Bubur Pedas, Kuliner Pemersatu Masyarakat Sambas Kalimantan Barat

Reporter

Editor

Mila Novita

image-gnews
Bubur Pedas, makanan khas masyarakat melayu Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. (ANTARA/Cahya Sari)
Bubur Pedas, makanan khas masyarakat melayu Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. (ANTARA/Cahya Sari)
Iklan

Mempererat tali silaturahmi

Bubur pedas hingga kini menjadi kuliner pemersatu dan pengikat silaturahmi masyarakat Sambas. Pasalnya, pembuatan bubur pedas yang memerlukan banyak bahan sayur-mayur dan rempah-rempah ini terasa ringan dan menyenangkan ketika dibuat bersama-sama.

Dari belasan orang yang berkumpul itu, masing-masing meracik bahan yang sudah ada. Pada sudut dapur, seorang ibu tengah menyangrai bumbu pokok dalam pembuatan bubur pedas yakni, beras, lada hitam dan putih, bawah putih, serta kelapa parut.

Setelah berwarna kecokelatan bumbu tersebut digiling halus, dan kemudian dimasukkan dalam air yang tengah dimasak di atas kompor, sambil sesekali diaduk agar tidak menggumpal.

Sementara itu, sebagian ada yang melepaskan daun pakis dari ibu tangkainya, dan yang lain mencincang sayur-mayur seperti jagung, tauge, kacang panjang, kangkung, oyong, daun katuk, wortel, singkong, hingga rebung, lalu semuanya dicuci bersih.

Bumbu lain yang tak kalah penting adalah batang lengkuas muda, daun kunyit, dan daun kesum. Semua bahan dipotong tipis atau dicincang, namun ada juga yang memilih menghaluskannya dengan cara ditumbuk dan digiling.

Setelah semua bahan siap, mereka memasukkan satu per satu bahan ke dalam air yang sudah mendidih, mulai dari yang keras sampai sayur yang mudah lembut .Tak lupa juga, mereka menambahkan bumbu halus yang sudah dioseng yakni bawang merah, bawang putih, terasi, beserta garam, micin, serta penyedap rasa.

Bubur pedas pun siap untuk dihidangkan dan dimakan bersama-sama. Semuanya telah duduk rapi saling berhadapan di lantai.

Menyantap bubur pedas khas Sambas akan semakin nikmat jika ditemani gorengan ikan teri, bawang merah, kacang tanah, kecap, jeruk limau, dan cabai ulek bagi yang suka pedas.

Untuk rasa pedasnya sendiri, banyak orang mengira bahwa bubur pedas ini memiliki rasa pedas yang berasal dari cabai. Padahal tidak. Rasa pedas itu berasal dari lada saat bumbu beras disangrai.

Sejarah bubur pedas

Menurut tokoh masyarakat melayu di Sambas, Syamsiah, bubur pedas yang terbuat dari beras tumbuk halus ini dulunya merupakan makanan khusus para raja. Bubur tersebut hanya akan dimasak pada acara kerajaan maupun acara adat yang sangat sakral.

Kata “pedas” juga bukan untuk menggambarkan pedas yang berasal dari cabai, melainkan perumpamaan dari Suku Melayu Sambas yang mempunyai makna beragam sayuran dan rempah yang menjadi satu, tercampur merata, dalam bubur tersebut.

Kerajaan Sambas juga menjadikan bubur pedas sebagai makanan alternatif saat zaman perang melawan penjajah, agar bisa menghemat biaya.

Kala itu, stok makanan sangat sedikit dan menipis, sehingga masyarakat berinisiatif membuat makanan tanpa harus banyak mengeluarkan biaya. Caranya dengan membuat bubur.

Sehingga tak heran, hingga kini banyak yang menyebut bubur pedas sebagai simbol persatuan, karena sejak zaman penjajahan sampai dengan sekarang makanan itu selalu menjadikan tali silaturahmi dan persaudaraan masyarakat lebih erat.

Kini, hal tersebut tidak berlaku lagi, karena bubur khas Sambas ini bisa diperoleh hampir di setiap sudut kota di Kalimantan Barat, di pasar tradisional, kantin sekolah, kantor, tempat wisata, hingga restoran berbintang .Bubur pedas bahkan telah menjadi bisnis masyarakat hingga ke Ibu Kota Jakarta dan negara tetangga Malaysia.

ANTARA 

Pilihan Editor: 3 Kuliner Khas Kabupaten Kutai Barat: Ada Bubur Lezat Bisa Buat Sarapan

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Petinju Daud Yordan Menjadi Anggota DPD RI, Ini Profil dan Berbagai Gelar Juara Si Cino

4 hari lalu

Daud Yordan. Antara
Petinju Daud Yordan Menjadi Anggota DPD RI, Ini Profil dan Berbagai Gelar Juara Si Cino

Petinju Daud Yordan merambah profesi lain, ia terpilih sebagai anggota DPD RI untuk daerah pemilihan Kalimantan Barat. Ini profilnya.


Menyantap Hidangan Nasi Lemak hingga Nasi Rendang di Atas Ketinggian 36 Ribu Kaki

10 hari lalu

Nasi Lemak Pak Nasser di AirAsia (airasia.com)
Menyantap Hidangan Nasi Lemak hingga Nasi Rendang di Atas Ketinggian 36 Ribu Kaki

Tiga menu andalan berbahan santan AirAsia yakni Nasi Lemak pak Nasser, Uncle Chin's Chicken Rice, dan Plant Based Nasi Rendang.


5 Negara Tanpa Malam dengan Tradisi Kuliner Terkenal

13 hari lalu

Asap mengepul saat gunung berapi meletus di dekat Grindavik, Islandia, 16 Maret 2024. Gunung berapi itu memuntahkan lava berwarna oranye terang ke udara yang sangat kontras dengan langit malam yang gelap. Melissa Ezair/via REUTERS
5 Negara Tanpa Malam dengan Tradisi Kuliner Terkenal

Fenomena tanpa malam di 5 negara ini tidak hanya mempengaruhi pola tidur dan aktivitas penduduk, tetapi juga tradisi kuliner mereka.


10 Makanan Khas Palestina yang Populer dan Wajib Dicoba

16 hari lalu

Makanan khas palestina. Foto: Canva
10 Makanan Khas Palestina yang Populer dan Wajib Dicoba

Makanan khas Palestina memiliki jenis yang beragam dan menggunakan bahan dasar tradisional seperti kacang, minyak zaitun, hingga rempah yang khas.


Pasar Kangen Jogja Digelar Akhir Pekan Ini, Ada Aturan Khusus soal Sampah

16 hari lalu

Perhelatan Pasar Kangen di Markas Polda DIY Maret 2023. (Dok. Istimewa)
Pasar Kangen Jogja Digelar Akhir Pekan Ini, Ada Aturan Khusus soal Sampah

Pasar Kangen Jogja menghadirkan 280 stand kuliner dan barang lawasan pada 4-7 Juli 2024 di Taman Budaya Yogyakarta.


Tips dan Rekomendasi Membuat Aneka MPASI Ekslusif Untuk Bayi

23 hari lalu

 Ilustrasi bayi makan MPASI (pixabay.com)
Tips dan Rekomendasi Membuat Aneka MPASI Ekslusif Untuk Bayi

Berikut cara mengolah MPASI untuk anak supaya tak bosan dan juga menyehatkan


7 Makanan Khas Kuningan Jawa Barat yang Sayang untuk Dilewatkan

28 hari lalu

Nasi Kasreng. Foto: TelusuRI| Nita Chaerunisa.
7 Makanan Khas Kuningan Jawa Barat yang Sayang untuk Dilewatkan

Banyak tempat makan dan hidangan menggugah selera yang bisa menambah pengalaman menyenangkan saat liburan di Kuningan Jawa Barat.


Kampanyekan Diplomasi Makanan, Australia Kenalkan Menu Baru Olahan Daging Domba di Surabaya

28 hari lalu

Chef asal Australia Bent Draper demonstrasi memasak bertema
Kampanyekan Diplomasi Makanan, Australia Kenalkan Menu Baru Olahan Daging Domba di Surabaya

Kedutaan Besar Australia Jakarta bersama Konsulat Jenderal Australia Surabaya mengkampanyekan diplomasi makanan bertema "Taste of Australia."


7 Rekomendasi Wisata Kuliner di Bali, Ada Warung Tekor dan Warung yang Bayar Sukarela

31 hari lalu

Ikan goreng sambal di Warung Mak Beng,Pantai Sanur, Bali (TasteAtlas)
7 Rekomendasi Wisata Kuliner di Bali, Ada Warung Tekor dan Warung yang Bayar Sukarela

Tidak komplit rasanya jika berlibur ke Bali tanpa mencoba kuliner khas Bali. Berikut 7 rekomendasi wisata kuliner unik di Pulau Dewata.


Hidangan Idul Adha, 5 Kuliner Khas Nusantara Berbahan Utama Daging

34 hari lalu

Ilustrasi rendang. shutterstock.com
Hidangan Idul Adha, 5 Kuliner Khas Nusantara Berbahan Utama Daging

Saat merayakan Idul Adha, daging hewan kurban yang didapat akan dimasak untuk hidangan makan bersama keluarga