Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Yogyakarta Buat Paket Khusus untuk Jelajahi Kotabaru di Malam Hari

image-gnews
Kunjungan Museum Sandi di kawasan Kotabaru Yogyakarta. Dok. Istimewa
Kunjungan Museum Sandi di kawasan Kotabaru Yogyakarta. Dok. Istimewa
Iklan

TEMPO.CO, Yogyakarta - Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta bersiap meluncurkan paket wisata bertajuk Museum Night Fun Walk pada pertengahan 2023. Paket wisata ini akan dimulai bulan Juni nanti dan ditawarkan setiap hari Jumat sebagai awal.

Paket yang dikemas dalam bentuk wisata malam hari itu menawarkan keindahan sudut-sudut kawasan Kotabaru yang selama ini dikenal sebagai satu sentra kawasan cagar budaya di Kota Yogyakarta. Misalnya saja, dalam paket itu wisatawan akan diajak tur ke Museum Sandi untuk melihat sejarah dan tokoh-tokoh penemu sandi.

Ada juga sesi bersepeda mengelilingi Kota Baru di malam hari dan paket wisata lainnya. Rencananya, paket itu akan dibatasi hanya 10-12 orang. 

"Kotabaru sangat mendukung untuk lahirnya paket wisata malam ini," kata Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti, Kamis, 11 Mei 2023.

Kotabaru merupakan permukiman elit Belanda yang sudah ada sejak masa pemerintahan Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono VII. Selain itu, kawasan ini dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas publik yang tertata dibanding kawasan lain di Kota Yogya, mulai dari pendidikan, fasilitas olahraga, rumah sakit, tempat beribadah sampai kuliner.

"Wisatawan bisa lebih terarah dan terencana untuk menikmati sensasi suasana malam di Kotabaru dengan paket wisata ini," kata Yetti. "Paket ini tentu akan kami buat agar lebih fun dan menyenangkan, misalnya dengan berbagai tawaran kuliner, pilihan destinasi, games dan lainnya."

Paket wisata malam di Kotabaru itu dilahirkan agar semakin banyak alternatif wisata di Kota Yogyakarta. "Jadi wisata tidak hanya di Malioboro saja, karena ada sudut lain di Yogya yang tak kalah menarik saat malam hari," kata Yetti.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Adapun Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta yang juga Ketua Forum Komunikasi Kotabaru, Aman Yuriadijaya mengatakan paket Museum Night Fun Walk Kotabaru ini menjadi satu terobosan mengungkit daya tarik wisatawan yang menghabiskan malam hari di Yogya secara ekslusif. "Kotabaru memuat empat unsur yaitu garden city, indische, premium, dan malam hari, semua unsur itu dimasukkan dalam paket ini," kata dia.

Selain itu, nantinya keberlangsungan Museum Night Fun Walk Kotabaru juga akan dipertimbangkan dalam sisi pengamanan dengan menggandeng unit pelaksana tugas (UPT) Kawasan Cagar Budaya dan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta. "Kami kaji juga titik rentan terhadap keamanan, monitoring jelas dilakukan ketika paket berjalan," kata Aman.

Adapun Kepala Museum Sandi Kota Yogyakarta Setyo Budi Prabowo mengatakan sampai saat ini, pengunjung museum setiap bulannya tercatat sekitar 1000 orang. "Adanya paket Museum Night Fun Walk Kotabaru ini semoga mendongkrak kunjungan saat malam hari," kata dia.

Pilihan Editor: 10 Hotel Dekat Stasiun Tugu Yogyakarta dengan Harga Bervariasi

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram "https://tempo.co" Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Yogyakarta Mulai Susun Indikator Hotel Ramah Anak

11 menit lalu

Ilustrasi Hotel (pixabay.com)
Yogyakarta Mulai Susun Indikator Hotel Ramah Anak

Hotel yang menjamur di Yogyakarta dinilai masih perlu dikuatkan agar memiliki unsur ramah anak seperti yang telah diterapkan di mancanegara.


Pemda Yogyakarta Tutup 4 Tambang Ilegal dan Stop Aktivitas Penambangan di 32 Titik Lainnya

1 hari lalu

Ilustrasi Tambang Ilegal. Dok.TEMPO/Jumadi
Pemda Yogyakarta Tutup 4 Tambang Ilegal dan Stop Aktivitas Penambangan di 32 Titik Lainnya

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belakangan gencar melakukan penindakan aktivitas penambangan di berbagai kabupaten/kota provinsi itu pasca munculnya aduan masyarakat dan beredar di media sosial.


Profil Iskandar Harjodimulyo Sang Maestro Wayang Uwuh, Olah Limbah Jadi Karya

1 hari lalu

Perajin wayang Uwuh, Iskandar Hardjodimuljo. TEMPO/S. Dian Andryanto
Profil Iskandar Harjodimulyo Sang Maestro Wayang Uwuh, Olah Limbah Jadi Karya

Selain menciptakan wayang uwuh dari limbah, Iskandar Harjodimulyo aktif dalam berbagai kegiatan edukasi lingkungan pengelolaan sampah.


Jogja International Kite Festival 2024 Segera Digelar, Catat Lokasi dan Tanggalnya

1 hari lalu

Festival tahunan layang-layang Jogja International Kite Festival (JIKF) 2023 di Pantai Parangkusumo, Yogyakarta. Dok. Istimewa
Jogja International Kite Festival 2024 Segera Digelar, Catat Lokasi dan Tanggalnya

Jogja International Kite Festival akan diikuti lebih dari 50 klub nasional dan 22 klub dari luar negeri, usung tema Persatuan dan Perdamaian Dunia.


BMKG: Bediding di Yogyakarta Terpengaruh Monsoon Australia dan Akan Berlangsung Hingga Agustus

2 hari lalu

Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memeriksa alat Actinograph untuk mengukur intensitas radiasi matahari di Taman Alat Cuaca BMKG Jakarta, Rabu, 11 Oktober 2023. BMKG memprediksi musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia akan berlangsung hingga akhir Oktober dan awal musim hujan terjadi pada awal November 2023. Tempo/Tony Hartawan
BMKG: Bediding di Yogyakarta Terpengaruh Monsoon Australia dan Akan Berlangsung Hingga Agustus

Menurut BMKG, suhu dingin atau bediding di Yogyakarta dipengaruhi oleh pergerakan angin Monsoon dingin Australia.


Berburu Bawang Merah Glowing sambil Menunggu Sunset di Perbukitan Bantul

2 hari lalu

Suasana sunset di perbukitan Nawungan Bantul, Yogyakarta. Dok.istimewa
Berburu Bawang Merah Glowing sambil Menunggu Sunset di Perbukitan Bantul

Sebelum menikmati sunset di bukit Nawungan Bantul, wisatawan bisa menjajal keseruan agrowisata di kawasan ini.


Revitalisasi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Rampung, Ini Tarifnya Sekarang

2 hari lalu

Suasana Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta di malam hari. Tempo/Pribadi Wicaksono
Revitalisasi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Rampung, Ini Tarifnya Sekarang

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta telah selesai direvitalisasi selama tiga bulan terakhir, dari April hingga Juni 2024 lalu.


Demo PKL Malioboro Berakhir Ricuh, Begini Aturan Relokasi PKL di Sekitar Kawasan Malioboro

2 hari lalu

Para PKL Malioboro menggelar aksi sembari berjualan di balik pagar Teras Malioboro 2 akibat penutupan pagar area itu oleh petugas UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya (PKCB) Kota Yogyakarta Sabtu petang (13/7). Penutupan itu dilakukan untuk mencegah para PKL kembali berjualan di selasar pedestrian Malioboro. Tempo/Pribadi Wicaksono
Demo PKL Malioboro Berakhir Ricuh, Begini Aturan Relokasi PKL di Sekitar Kawasan Malioboro

Relokasi PKL di sekitar kawasan Malioboro telah ditetapkan. PKL Malioboro melakukan aksi demo yang berakhir ricuh.


Bentrok PKL Malioboro dan Satpol PP Buntut Relokasi, Berikut Kilas Balik Relokasi PKL Malioboro dan Kata Sultan HB X

2 hari lalu

Para PKL Malioboro menggelar aksi sembari berjualan di balik pagar Teras Malioboro 2 akibat penutupan pagar area itu oleh petugas UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya (PKCB) Kota Yogyakarta Sabtu petang (13/7). Penutupan itu dilakukan untuk mencegah para PKL kembali berjualan di selasar pedestrian Malioboro. Tempo/Pribadi Wicaksono
Bentrok PKL Malioboro dan Satpol PP Buntut Relokasi, Berikut Kilas Balik Relokasi PKL Malioboro dan Kata Sultan HB X

Demo PKL Malioboro akhir pekan lalu berakhir ricuh, apa tuntutannya? Berikut kilas balik relokasi PKL Malioboro.


Sultan HB X Menanggapi Aksi Protes Pedagang Teras Malioboro atas Rencana Relokasi 2025

3 hari lalu

Para PKL Malioboro menggelar aksi sembari berjualan di balik pagar Teras Malioboro 2 akibat penutupan pagar area itu oleh petugas UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya (PKCB) Kota Yogyakarta Sabtu petang (13/7). Penutupan itu dilakukan untuk mencegah para PKL kembali berjualan di selasar pedestrian Malioboro. Tempo/Pribadi Wicaksono
Sultan HB X Menanggapi Aksi Protes Pedagang Teras Malioboro atas Rencana Relokasi 2025

Teras Malioboro 2 akan digunakan untuk membangun museum modern Jogja Planning Gallery. Pedagang kaki lima dipindahkan.