Festival Cheng Beng, Tradisi Unik Masyarakat Tionghoa setelah Cap Go Meh

Petugas meletakkan bunga mawar di atas kuburan di komplek pemakaman Yuhanshan di Jinan, Provinsi Shandong, Cina, 2 April 2020. Perayaan Cheng Beng atau Festival Qingming merupakan ritual tahunan etnis Tionghoa untuk bersembahyang dan ziarah kubur. Xinhua/Wang Kai

TEMPO.CO, Jakarta - Setelah perayaan Imlek dan Cap Go Meh selesai, masyarakat Tionghoa punya tradisi penting lainnya. Sekitar bulan April, mereka kerap merayakan Cheng Beng. Qingming atau dalam dialek Hokkian disebut dengan Cheng Beng adalah sebuah perayaan penting bagi masyarakat Tionghoa. Cheng Beng merupakan ziarah masyarakat Tionghoa ke makam untuk mengenang leluhur mereka.

Biasanya Cheng Beng jatuh setiap tanggal 5 April dan kegiatannya bisa berlangsung selama 10 hari sebelum hingga sesudah Hari Cheng Beng. Tradisi ini diisi dengan kegiatan membersihkan makam, membakar dupa, uang arwah, serta memanjaatkan doa di depan nisan.

Baca: Tradisi Cap Go Meh, Ini Bedanya Barongsai Singa Utara Singa Selatan 

Selama merayakan Cheng Beng, masyarakat Tionghoa akan meletakkan potongan dahan daun di pagar dan pintu rumah. Mereka percaya, bahwa dahan memiliki kekuatan magis yang dapat menangkal arwah jahat yang bergentayangan selama festival.

Tradisi unik lainnya ketika festival Cheng Beng adalah menerbangkan layang-layang dengan bentuk yang unik. Menerbangkan layang-layang ini tidak hanya dilakukan di pagi dan siang hari, tetapi juga pada malam hari. Bahkan ketika malam hari, benang layang-layang akan dikaitkan dengan lampion kecil warna-warni. Tradisi ini dipercaya akan membawa keberuntungan dan melenyapkan penyakit.

Tradisi Cheng Beng di Indonesia 

Di Indonesia, Cheng Beng dirayakan di berbagai tempat khususnya di daerah yang mayoritas penduduknya keturunan Tionghoa. Namun berbeda dengan negara China, Cheng Beng di Indonesia tidak dilakukan berhari-hari, dan waktu mulai dan berakhirnya tetap digelar serentak yaitu tanggal 5 April.

Cheng Beng kini sudah menjadi festival yang bisa disaksikan oleh banyak orang. Banyak wisatawan mengunjungi daerah-daerah dengan mayoritas etnis Tionghoa. 

Salah satu daerah mayoritas penduduk Tionghoa yang merayakan Cheng Beng adalah Pontianak. Di sana tidak sulit menemukan pemukiman warga Tionghoa dan kompleks pekuburan Cina sehingga ritual mengenang leluhur ini akan sangat sakral di sana.

Selain Pontianak, ada pula kompleks pemukiman etnis Tionghoa di Tegal. Di sana bahkan ada kelenteng yang cukup terkenal yaitu Tek Hay Kiong yang usianya sudah memasuki tiga abad.

Selanjutnya, festival Cheng Beng juga bisa disaksikan di Lasem, di sana ada makam Han Wie Sing, yaitu seorang saudagar kaya yang dikubur dan ditelantarkan oleh anak-anaknya lalu ia mengutuk keturunannya akan jatuh miskin jika kembali ke Lasem. 

FANI RAMADHANI 

Baca:  Imlek Sempat Dilarang di Era Orba, Kini Jadi Hari Libur Nasional

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






AS: Beijing Tolak Telepon Pentagon sebelum Balon Mata-Mata Cina Ditembak Jatuh

9 jam lalu

AS: Beijing Tolak Telepon Pentagon sebelum Balon Mata-Mata Cina Ditembak Jatuh

insiden balon mata-mata Cina telah meningkatkan ketegangan antara Beijing dan Washington hingga Menlu AS Antony Blinken membatalkan perjalanan


NU Cabang Tiongkok Luncurkan Buku, Tekankan Pentingnya Santri Belajar ke Cina

20 jam lalu

NU Cabang Tiongkok Luncurkan Buku, Tekankan Pentingnya Santri Belajar ke Cina

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok meluncurkan buku bertajuk "Santri Indonesia di Tiongkok"


Cina Minta Maaf Balon Mata-mata Terbang di Wilayah Kosta Rika

1 hari lalu

Cina Minta Maaf Balon Mata-mata Terbang di Wilayah Kosta Rika

Balon mata-mata Cina disebut terbang di wilayah Kosta Rika. Cina minta maaf dan menyatakan itu untuk studi cuaca.


Top 3 Tekno Kemarin: Bibit Siklon, Makam Kaisar Cina, Facebook

1 hari lalu

Top 3 Tekno Kemarin: Bibit Siklon, Makam Kaisar Cina, Facebook

BMKG mengungkap adanya pengaruh dari 3 bibit siklon tropis yang sedang tumbuh bersama di sekitar wilayah Indonesia.


Frekuensi Penerbangan dari Cina ke Indonesia Bertambah, Ini Daftarnya

1 hari lalu

Frekuensi Penerbangan dari Cina ke Indonesia Bertambah, Ini Daftarnya

Cina telah mengizinkan warganya untuk kembali bepergian ke luar negeri.


Jokowi Geram Indonesia Eksportir Utama Ikan Segar tapi Impor Tepung Ikan: Sesulit Apa? Apa Sulit Banget Sih?

2 hari lalu

Jokowi Geram Indonesia Eksportir Utama Ikan Segar tapi Impor Tepung Ikan: Sesulit Apa? Apa Sulit Banget Sih?

Jokowi geram dengan kondisi Indonesia sebagai eksportir nomor satu ikan tuna, cakalang, dan tongkol, tapi menjadi importir nomor satu tepung ikan.


Ada Jebakan Maut, Arkeolog Takut Bongkar Makam Kaisar Cina

2 hari lalu

Ada Jebakan Maut, Arkeolog Takut Bongkar Makam Kaisar Cina

Arkeologi terpenting sepanjang masa ditemukan di Cina. Namun, tak ada yang berani bongkar makam Kaisar Cina. Mengapa? Simak selengkapnya


Wamenparekraf, Angela Tanoesoedibjo, Bangga Bogor Street Festival Rangkum Kearifan Lokal

2 hari lalu

Wamenparekraf, Angela Tanoesoedibjo, Bangga Bogor Street Festival Rangkum Kearifan Lokal

Angela Tanoesoedibjo menyatakan bangga terhadap gelaran festival budaya Bogor Street Festival yang merangkum kearifan lokal dalam acara Cap Go Meh.


Baru Masuk Indonesia, Yadea Siap Luncurkan Motor Listrik di IIMS 2023

2 hari lalu

Baru Masuk Indonesia, Yadea Siap Luncurkan Motor Listrik di IIMS 2023

Merek motor listrik asal Cina, Yadea mengonfirmasi akan menghadirkan sejumlah produk unggulannya dalam ajang IIMS 2023.


Fakta Balon Mata-Mata Cina, Sempat Dikira Bintang hingga Akhirnya Ditembak Jatuh

3 hari lalu

Fakta Balon Mata-Mata Cina, Sempat Dikira Bintang hingga Akhirnya Ditembak Jatuh

Balon mata-mata Cina terbang di wilayah AS. Dibantah oleh pemerintah Cina sebelum akhirnya ditembak jatuh oleh militer AS.