Ada Makam Keramat dalam Kebun Binatang Ragunan, Pusara Siapa?

Makam keramat Eyang Sona Wijaya Sakti di dalam Taman Margasatwa Ragunan. Google Maps

TEMPO.CO, Jakarta - Jika berkunjung ke Kebun Binatang Ragunan, tentu tujuannya adalah untuk melihat-lihat dan mengenal beragam jenis satwa. Namun tak banyak yang tahu bahwa di lingkungan taman margasatwa tersebut terdapat satu makam keramat.

Syekh Sona Wijaya Sakti dan Perannya

Dikutip dari kanal Youtube SafariNurzaman Chanel, pusara di lingkungan itu diketahui milik Syekh Sona Wijaya Sakti. Ia merupakan seorang pahlawan dalam menyebarkan agama Islam di Indonesia.

Syekh Sona bersatu untuk mengusir penjajah sekaligus mengajarkan agama bersama dengan Pangeran Jagaraksa, Syekh Datuk Agung Zakaria, Syekh Datuk Kuningan, dan Nyi Ros Kembang Pandan Wangi. Salah satu muridnya yang cukup tersohor adalah Pangeran Jayakarta.

Baca: Jokowi Tetapkan Animal Holiday Setiap Senin di Taman Margasatwa Ragunan, Sejak Kapan?

Diketahui Syekh yang memiliki julukan Eyang Upi Jaya Ragunan atau Mbah Jaya ini juga merupakan keturunan Cirebon. Tugas utamanya semasa melawan penjajah adalah sebagai panglima berkuda yang memimpin dan menyiapkan pasukan berkuda untuk menghadapi para prajurit dari Portugis.

Mbah Jaya juga diketahui banyak melatih pasukan berkuda yang merupakan prajurit terkuat andalan angkatan darat kesultanan. Ia melakukan pelatihan tersebut di wilayah Ragunan dan sekitarnya. Dengan pelatihan yang ia berikan, maka pasukan berkuda pun bisa melaksanakan tugas mereka dengan apik.

Di samping itu, rekan-rekan perjuangannya pun memiliki peran masing-masing. Nyi Ros Kembang bertanggung jawab atas keperluan logistik, kemudian Syekh Zakaria menguatkan perairan dengan memimpin angkatan laut kesultanan. Selain itu, Syekh Datuk Kuningan memegang persenjataan, dan Pangeran Jagakarsa menjadi pemimpin komando.

Mereka berlima sukses menjalankan tugasnya masing-masing, sehingga pergerakan melawan penjajah pun menjadi lebih efisien dan cepat.

Gelar Syekh Sona Wijaya Sakti

Syekh Sona juga dikenal sebagai Syaikhuna Wijaya Sakti. Gelar syaikhuna ini menunjukkan bahwa ia merupakan orang yang memiliki ilmu keagamaan yang sangat dalam. Tak sembarang orang bisa mendapatkan gelar tersebut.

Oleh karena istimewanya Syekh Sona, maka makamnya pun disebut keramat. Kata keramat ini berasal dari istilah karomah, yang berarti semasa hidupnya orang ini melakukan kegiatan membela agama Islam dan mendapatkan anugerah tertentu selama perjalanannya.

Akses Menuju Makam Keramat

Menurut blog ikrafaalfattah, makam keramat ini dibuka 24 jam untuk umum. Bagi siapa saja yang ingin datang dipersilakan mengunjunginya, bisa dengan kendaraan motor maupun mobil.

Makam ini dapat diakses dari pintu khusus di sekitar kebun Ragunan, tepatnya di samping mushola Al-Qodri yang tak jauh dari pintu Barat Ragunan. Letaknya mudah dicari karena berada di pinggir jalan, dan berdekatan dengan danau kebun binatang Ragunan.

Jika ingin datang ke sana, yang bisa dilakukan adalah mendoakan almarhum dan para sahabat seperjuangannya dalam menyiarkan agama Islam. Hal ini dapat dilakukan sebagai bentuk syukur dan terima kasih kepada mereka yang telah berjasa untuk kaum Islam di Indonesia.

PUTRI SAFIRA PITALOKA 

Baca juga: Liburan ke Kebun Binatang Ragunan Waspadai Ancaman Pohon Tumbang

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Empal Gentong H. Apud Destinasi Kuliner Cirebon, Jokowi dan SBY Pernah ke Sini

10 jam lalu

Empal Gentong H. Apud Destinasi Kuliner Cirebon, Jokowi dan SBY Pernah ke Sini

Empal gentong jadi kuliner yang wajib dicoba saat berkunjung ke Kota Udang. Inilah restoran empal yang terjamin kenikmatannya, pernah dikunjungi presiden Indonesia.


Wawancara H. Apud, Pelopor Restoran Empal Gentong di Cirebon, Begini Jurus-jurusnya

10 jam lalu

Wawancara H. Apud, Pelopor Restoran Empal Gentong di Cirebon, Begini Jurus-jurusnya

Sejarah restoran Empal Gentong H. Apud, pencetus restoran empal di Cirebon. Ini Wawancara Tempo.co dengan lelaki bernama Machfud ini.


Sepasang Komodo Akan Jadi Penghuni Baru Taman Margasatwa Ragunan

4 hari lalu

Sepasang Komodo Akan Jadi Penghuni Baru Taman Margasatwa Ragunan

Sepasang komodo akan menjadi penghuni baru di Taman Margasatwa Ragunan. Bagian dari penukaran satwa dengan Taman Safari Bogor.


Berkah Pandemi Bagi Para Satwa di Ragunan, Bisa Leluasa Bereproduksi

4 hari lalu

Berkah Pandemi Bagi Para Satwa di Ragunan, Bisa Leluasa Bereproduksi

Sepanjang tahun 2022, jumlah koleksi satwa di Taman Margasatwa Ragunan bertambah. Termasuk anak jerapah dan gajah yang baru lahir.


Setelah Ahok dan Anies, Giliran Heru Budi Beri Nama Anak Gajah hingga Jerapah di Ragunan

5 hari lalu

Setelah Ahok dan Anies, Giliran Heru Budi Beri Nama Anak Gajah hingga Jerapah di Ragunan

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memberikan nama anak gajah Sumatera dan jerapah milik Taman Margasatwa Ragunan. Anak gajah itu diberi nama Unggul dan anak jerapah diberi nama Tazoo.


Pembakaran Al Quran Pernah Terjadi di 4 Negara Ini

14 hari lalu

Pembakaran Al Quran Pernah Terjadi di 4 Negara Ini

Dunia sedang digemparkan oleh peristiwa pembakaran Al Quran yang dilakukan Rasmus Poludan di Swedia. Berikut daftar negara alami kejadian serupa.


Bikin SIM Bayar Pakai Sampah Plastik di Cirebon, Begini Mekanismenya

30 hari lalu

Bikin SIM Bayar Pakai Sampah Plastik di Cirebon, Begini Mekanismenya

Satpas Polresta Cirebon menggelar program bertajuk Green Service untuk pembayaran biaya SIM baru. Tetap harus ujian teori dan ujian praktik.


Heru Budi Sebut Sudah Lama Larangan Delman di Monas: Mulai Era Fauzi Bowo hingga Ahok

34 hari lalu

Heru Budi Sebut Sudah Lama Larangan Delman di Monas: Mulai Era Fauzi Bowo hingga Ahok

Pj Gubernur DKI Heru Budi menyebut larangan operasional delman di Monas, Jakarta Pusat sudah lama. Delman dilarang sejak era Fauzi Bowo hingga Ahok.


Libur Tahun Baru, Ribuan Orang Padati Kota Tua, Ragunan, dan TMII

38 hari lalu

Libur Tahun Baru, Ribuan Orang Padati Kota Tua, Ragunan, dan TMII

Pengunjung memadati sejumlah tempat wisata di DKI Jakarta di libur tahun baru pada hari ini Ahad, 1 Januari 2023.


Libur Tahun Baru, Pedagang Latto-Latto di Ragunan Raup Untung

38 hari lalu

Libur Tahun Baru, Pedagang Latto-Latto di Ragunan Raup Untung

Harga sebuah mainan latto-latto dikenakan Rp25 ribu, tapi masih bisa ditawar hingga Rp20 ribu.