Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ada Ritual Wulan Kapitu, Kendaraan Bermotor ke Bromo Dibatasi pada Tanggal Ini

Reporter

image-gnews
Warga Tengger menanti matahari terbit dari lereng Gunung Bromo Probolinggo, Jawa Timur, 26 Juni 2021. Gunung Bromo merupakan salah satu pesona wisata Indonesia yang menyuguhkan beragam keindahan panorama alamnya. TEMPO/Aris Novia Hidayat
Warga Tengger menanti matahari terbit dari lereng Gunung Bromo Probolinggo, Jawa Timur, 26 Juni 2021. Gunung Bromo merupakan salah satu pesona wisata Indonesia yang menyuguhkan beragam keindahan panorama alamnya. TEMPO/Aris Novia Hidayat
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Wisatawan yang akan mengunjungi kawasan Bromo Jawa Timur pada akhir tahun ini perlu mempersiapkan rencana perjalanannya dengan baik. Sebab, kunjungan ke destinasi populer itu akan dibatasi berkaitan dengan pembukaan dan penutupan Wulan Kapitu yang digelar Suku Tengger di lereng gunung tersebut.

"Kawasan wisata Gunung Bromo akan dibatasi agar kearifan lokal tersebut berjalan dengan khidmat," kata Sekretaris Paruman Dukun Pandita Kawasan Tengger Bambang Suprapto dalam keterangannya, Selasa, 6 Desember 2022.

Pembatasan itu sesuai dengan Keputusan Paruman Dukun Pandita Kawasan Tengger dalam musyawarah pada 22 November 2022 dan Surat Edaran Nomor 277/Pemb/PDP-Tengger/XI/2022.

Berdasarkan surat itu, pembukaan Wulan Kapitu dimulai pada Jumat, 23 Desember 2022 pukul 18.00 WIB sampai dengan Sabtu, 24 Desember 2022 pukul 18.00 WIB. Sedangkan penutupan Wulan Kapitu jatuh pada Sabtu, 21 Januari 2023 mulai pukul 18.00 WIB sampai Ahad, 22 Januari 2023 pukul 18.00 WIB.

"Awal dan akhir bulan Wulan Kapitu, kami laksanakan Tapabrata antara itu ya mutih karena ada Tapabrata seperti Nyepi, maka harus steril dari kendaraan bermotor," kata Bambang.

Karena itu, wisatawan harus mengetahui bahwa penggunaan kendaraan bermotor dibatasi hanya sampai kawasan tertentubagarbtak mengganggu pelaksanaan ritual Megeng Kapitu.

Pembatasan kendaraan bermotor

Untuk pengunjung dari arah Probolinggi, kendaraan bermotor hanya dapat digunakan sampai Cemara Lawang. Sedangkan untuk pengunjung dari arah Kabupaten Pasuruan dibatasi sampai di Pakis Binjil. Adapun dari arah Kabupaten Malang dan Lumajang, kendaraan bermotor dibatasi di Jemplang.

Bambang juga menyebutkan sejumlah spot wisata yang tidak dapat dikunjungi dengan kendaraan bermotor selama pembukaan dan penutupan Wulan Kapitu, yaitu Gunung Bromo, Laut Pasir, Savana dan Mentigen. "Wisata tetap dibuka, tapi tidak boleh menggunakan kendaraan bermotor, sehingga harus jalan kaki atau berkuda," kata dia.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Di luar itu, kendaraan bermotor dapat digunakan untuk sejumlah spot wisata lain, seperti Gunung Penanjakan, Bukit Kedaluh dan Bukit Cinta. Hal itu karena spot wisata itu berada di luar batasan yang ditetapkan Paruman Dukun Pandita Kawasan Tengger.

Tentang Wulan Kapitu

Wulan Kapitu atau bulan ketujuh dalam Kalender Suku Tengger. Oleh sesepuh atau tokoh masyarakat Tengger, Wulan Kapitu dianggap sebagai bulan yang disucikan karena pada bulan itu masyarakat Suku Tengger melaksanakan laku puasa mutih selama satu bulan penuh.

Pada bulan itu, masyarakat Tengger hanya mengonsumsi makanan seperti air mineral dan nasi putih tanpa bahan bumbu penyedap rasa. "Ritual itu dilakukan untuk menahan perilaku atau sifat keduniawian dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan," kata Bambang.

Camat Sukapura Bambang Julius Wijanarko meminta wisatawan yang berkunjung selama Wulan Kapitu menghargai kearifan lokal Suku Tengger dengan mematuhi aturan yang ditetapkan, baik oleh aturan adat maupun dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. "Silakan berkunjung dan berwisata di Bromo dan nikmati keindahannya, namun jangan lupakan ketentuan yang ditetapkan, hormati kearifan lokal dan budaya masyarakat Tengger," kata dia.

Baca juga: 4 Oleh-oleh Khas Bromo, Dari Minuman Pokak Hingga Bledus Tengger 

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


4 Rekomendasi Aktivitas Seru di Kawasan Gunung Bromo

51 menit lalu

Area Pasir Berbisik di Gunung Bromo pada Kamis, 13 Juni 2024. TEMPO/Supriyantho Khafid
4 Rekomendasi Aktivitas Seru di Kawasan Gunung Bromo

Selain datang berkunjung untuk menikmati musik jazz di acara Jazz Gunung Bromo 2024, berikut beberapa kegiatan seru yang bisa dinikmati di Bromo.


Jazz Gunung Bromo 2024 Digelar 19-20 Juli, Ini Cara Menuju Lokasi

7 jam lalu

Grup musik Jungle by Night asal Belanda tampil dalam pergelaran Jazz Gunung 2018 di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Jumat, 27 Juli 2018. Acara musik jazz ini akan digelar hingga 29 Juli. ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Jazz Gunung Bromo 2024 Digelar 19-20 Juli, Ini Cara Menuju Lokasi

Jazz Gunung Bromo mengajak penonton menikmati pengalaman magis menikmati musik jazz bernuansa etnik di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut.


Musim Kemarau, Wisatawan Gunung Bromo Diminta Waspada Potensi Kebakaran Hutan

1 hari lalu

Sejumlah wisatawan mengunjungi Gunung Bromo pasca kebakaran di di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Pasuruan, Jawa Timur, Kamis 27 Juni 2024. Berdasarkan kalkulasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) luas lahan kebakaran bromo yang telah dipastikan padam pada Sabtu (22/6) tersebut diperkirakan mencapai 50 hektare. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Musim Kemarau, Wisatawan Gunung Bromo Diminta Waspada Potensi Kebakaran Hutan

Wisatawan di Gunung Bromo diminta tidak melakukan aktivitas yang bisa memicu terjadinya karhutla seperti menyalakan api.


Destination Thailand Visa Peluang Digital Nomad dan Wisatawan Tinggal Lebih Lama

1 hari lalu

Phang Nga, Thailand. Unsplash.com/Marrti Salmi
Destination Thailand Visa Peluang Digital Nomad dan Wisatawan Tinggal Lebih Lama

Thailand memperkenalkan Destination Thailand Visa atau DTV, yang memungkinkan digital nomad serta wisatawan tinggal lebih lama


Revitalisasi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Rampung, Ini Tarifnya Sekarang

3 hari lalu

Suasana Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta di malam hari. Tempo/Pribadi Wicaksono
Revitalisasi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Rampung, Ini Tarifnya Sekarang

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta telah selesai direvitalisasi selama tiga bulan terakhir, dari April hingga Juni 2024 lalu.


Hamparan "Salju" di Lautan Pasir Gunung Bromo

3 hari lalu

Hamparan padang sabana hijau Gunung Bromo, tertutup kristal putih terbentuk dari embun yang membeku. Dok. Balai Besar TNBTS
Hamparan "Salju" di Lautan Pasir Gunung Bromo

Hamparan padang sabana hijau Gunung Bromo, tertutup kristal putih terbentuk dari embun yang membeku


Venesia Berencana Menaikkan Pajak Turis Harian Tahun 2025

3 hari lalu

Gondola di Kanal Venesia (Pixabay)
Venesia Berencana Menaikkan Pajak Turis Harian Tahun 2025

Venesia baru saja memberlakukan pajak wisatawan harian selama April-Juli 2024, dan berencana menaikkan besarannya tahun depan


Status Aktivitas Gunung Semeru Turun Level

3 hari lalu

Gunung Semeru tampak jelas Sabtu pagi ini, 30 Maret 2024. Foto: Istimewa
Status Aktivitas Gunung Semeru Turun Level

Pemantauan seismik ambient noise di Gunung Semeru menyimpulkan tidak terjadi peningkatan stres atau tekanan pada tubuh gunung.


Baru Pertama Kali Traveling ke Korea, Ini Hal yang Paling Penting Dilakukan

5 hari lalu

Istana Gyeongbokgung di Korea Selatan. Unsplash.com/Yeojin Yun
Baru Pertama Kali Traveling ke Korea, Ini Hal yang Paling Penting Dilakukan

Korea selalu memiliki daya tarik untuk dijelajahi, dari keragaman budaya, lokasi syuting drama Korea dan musik K-pop hingga festival


5 Tips Menghindari Bali Belly: Panduan Sehat Berwisata di Bali

6 hari lalu

Wisatawan mancanegara saat mengunjungi Ubud Food Festival di Taman Kuliner Ubud, Gianyar, Bali, Kamis, 30 Mei 2024 (ANTARA)
5 Tips Menghindari Bali Belly: Panduan Sehat Berwisata di Bali

Bali Belly sebetulnya adalah penyait biasa yang dapat dicegah dan mudah disembuhkan.