Mengenal Bika Ambon, Oleh-oleh Khas Medan yang Sering Dikira dari Ambon

Reporter

Bika Ambon

TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang mengira bahwa Bika Ambon merupakan kue yang berasal dari Ambon Maluku karena ada nama Ambon di dalamnya. Padahal, Bika Ambon merupakan makanan khas Medan, Sumatera Utara yang sering menjadi oleh-oleh.

Bika Ambon merupakan kue basah yang terkenal dengan warna kuning dan berongga di dalamnya. Kue ini juga memiliki rasa dan aroma yang khas sehingga membuat orang ketagihan untuk memakannya. Berikut beberapa informasi dan sejarah terkait Bika Ambon:

Sejarah di balik Bika Ambon

Banyak sejarah dibalik kue tradisonal satu ini. Diantaranya tentang asal muasal adanya nama Ambon, padahal kue ini adalah jajanan khas Medan.

Sebagian masyarakat mempercayai bahwa dahulu ada sebuah kawasan bernama Amplas yang wilayahnya terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian barat dan timur sungai. Pada bagian timur disebut 'Kebon' karena memang banyak kebunnya. Kemudian kue Bika diperkenalkan oleh pendatang Jawa yang memasarkannya di Medan.

Kemudian banyak orang Belanda yang menyukai kue ini. Hingga akhirnya, seorang pengusaha asal Tionghoa berinisiatif untuk memasarkan bikakak yang diproduksi saat itu. Nama 'Ambon' sendiri diambil dari gabungan nama 'Amplas-Kebon', sehingga kue itu dikenal dengan nama Bika Ambon.

Cerita lain menyebutkan bahwa nama Ambon bukan berdasarkan tempat pembuatan kue tersebut, melainkan bahasa. Dalam bahasa Medan, kata Ambon merupakan ungkapan yang artinya empuk tergantung tekstur kuenya. Hingga saat ini, belum ada yang benar-benar mengetahui pasti cerita mana yang jadi asal muasal Bika Ambon.

Proses pembuatannya memakan waktu 12 jam

Sarang-sarang atau lubang pada kue Bika Ambon ini menandakan bahwa proses produksinya tidak mudah. Proses produksi bisa memakan waktu hingga 12 jam.

Jika dilakukan secara tradisional dan hasil yang maksimal, maka terdapat beberapa aturan khusus saat membuat Bika Ambon. Diantaranya telurnya harus segar, yaitu baru ditetaskan sehari sebelum digunakan. Air kelapa yang digunakan harus dibuat dari air kelapa yang tumbuh di pantai. Hal ini dilakukan agar hasil Bika Ambon mengembang sempurna dan tidak bantat.

Bahan bakunya sangat sederhana

Meski proses pembuatan Bika Ambon terbilang rumit dan panjang, namun bahan baku yang digunakan untuk membuat Bika Ambon sebenarnya sangat sederhana dan mudah didapat. Bahan yang dibutuhkan hanya tepung sagu, tepung terigu, air kelapa, ragi, santan, telur, gula pasir dan vanili. Jika ingin rasa yang berbeda, bisa ditambahkan ekstrak  perasa di dalamnya.

Bika Ambon dibuat dengan cara merebus santan dengan jeruk nipis dan daun pandan. Setelah santan dingin, masukkan bahan-bahan seperti telur, tepung terigu, gula dan jus satu per satu. Bahan tersebut diaduk hingga merata, lalu didiamkan beberapa jam hingga mengendap. Setelah itu masukkan adonan ke dalam oven dengan api sedang dan tunggu hingga kue matang.

Bika Ambon dapat bertahan 3-4 hari

Jika ingin membuat atau membeli Bika Ambon sebagai oleh-oleh, perlu diketahui bahwa Bika Ambon hanya bertahan selama 3-4 hari karena tidak menggunakan bahan pengawet. Jika menggunakan bahan pengawet, tekstur kue tidak akan lembek dan mudah mengeras. Karena itu, Bika Ambon tergolong kue tradisional yang cukup sulit ditemukan karena cepat habis dan tidak dibuat dalam jumlah banyak.

Varian rasa Bika Ambon yang semakin berkembang

Sekarang varian rasa Bika Ambon semakin berkembang. Selain Bika Ambon dengan warna kuning yang mengeluarkan aroma kelapa yang kuat, kini terdapat pula Bika Ambon dengan rasa yang lebih variatif, seperti nangka, durian, keju cokelat, pandan dan moka.

Oleh-oleh wajib berkunjung saat berkunjung ke Medan

Saat berkunjung ke Medan, Bika Ambon merupakan oleh-oleh yang tak boleh lupa untuk dibawa pulang. Selain rasanya yang enak, Bika Ambon merupakan kue yang cukup tahan lama.

Bika Ambon dapat bertahan selama 3-4 hari meskipun bebas bahan pengawet. Kue ini memiliki tekstur yang lembut, sedikit kenyal dan sangat cocok untuk teh atau kopi pagi. Sebuah kotak biasanya berharga Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu tergantung varian rasa selera dan ukurannya.

JENIATI ARTAULI TAMPUBOLON

Baca juga: 5 Toko Roti yang Ada di Banyak Mal Indonesia

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Empal Gentong H. Apud Destinasi Kuliner Cirebon, Jokowi dan SBY Pernah ke Sini

9 jam lalu

Empal Gentong H. Apud Destinasi Kuliner Cirebon, Jokowi dan SBY Pernah ke Sini

Empal gentong jadi kuliner yang wajib dicoba saat berkunjung ke Kota Udang. Inilah restoran empal yang terjamin kenikmatannya, pernah dikunjungi presiden Indonesia.


Hari Pers Nasional 2023: Ketika Jokowi Bicara Kebebasan Pers Menjelang Pemilu

11 jam lalu

Hari Pers Nasional 2023: Ketika Jokowi Bicara Kebebasan Pers Menjelang Pemilu

Presiden Jokowi akan menghadiri puncak Hari Pers Nasional pada 9 Februari 2023 di Medan. Ia sebelumnya bicara soal kebebasan pers menjelang pemilu.


Teluk Kendari Akan Dikembangkan Seperti Kawasan Wisata Ancol Jakarta

22 jam lalu

Teluk Kendari Akan Dikembangkan Seperti Kawasan Wisata Ancol Jakarta

Langkah pengembangan Teluk Kendari itu merupakan bagian dari rencana kegiatan strategis mengenai penanganan Teluk Kendari.


4 Kuliner Khas Gunungkidul Wajib Dicoba, Belalang Goreng Salah Satunya

3 hari lalu

4 Kuliner Khas Gunungkidul Wajib Dicoba, Belalang Goreng Salah Satunya

Gunungkidul memiliki ragam potensi kuliner, bahkan beberapa unik dan tak banyak dijumpai di daerah lain, Belalang Goreng misalnya.


Ragam Kuliner Khas Sidoarjo

4 hari lalu

Ragam Kuliner Khas Sidoarjo

Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki ragam kuliner adalah Sidoarjo. Apa saja kuliner khas dari Sidoarjo?


4 Kuliner Otentik Lombok Rekomendasi Backpacker untuk Pecinta Pedas

5 hari lalu

4 Kuliner Otentik Lombok Rekomendasi Backpacker untuk Pecinta Pedas

Kuliner khas Lombok ini cocok untuk Anda yang senang dengan makanan pedas


Delegasi ASEAN Tourism Forum Santap Tengkleng Sambil Nonton Ramayana dan Reog di Kampus

5 hari lalu

Delegasi ASEAN Tourism Forum Santap Tengkleng Sambil Nonton Ramayana dan Reog di Kampus

Asean Tourism Forum ini menjadi momen berharga bagi sektor wisata Yogyakarta yang selama ini dikenal sebagai miniaturnya Indonesia.


3 Resep Sambal Dabu-Dabu Khas Manado Pasti Enak

7 hari lalu

3 Resep Sambal Dabu-Dabu Khas Manado Pasti Enak

Kekhasan sambal dabu-dabu sebagai pelengkap kuliner ini banyak disukai masyarakat Indonesia. Anda penasaran? Contek resep sambal dabu-dabu original di sini!


Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta, Ini Cara Bedakan Stand Kuliner Halal dan Nonhalal

8 hari lalu

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta, Ini Cara Bedakan Stand Kuliner Halal dan Nonhalal

Berbagai makanan dan minuman tradisional hingga kekinian tumplek di Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta.


Fakta Menarik Viral Nasi Minyak di Surabaya

8 hari lalu

Fakta Menarik Viral Nasi Minyak di Surabaya

Nasi minyak kuliner Surabaya sering dibicarakan belakangan ini, karena banyaknya minyak goreng yang dicampur dalam hidangan hingga menjadi viral.