Cerita dan Fakta tentang Rendang, Sempat Jadi Menu Utama Gala Dinner KTT G20

Reporter

Ilustrasi rendang. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Kuliner khas nusantara ini mungkin disukai sebagian besar masyarakat Indonesia, dan mungkin dunia. Pernah dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia, rendang menjadi sajian yang selalu jadi pilihan untuk lauk santapan.

Rendang pun menjadi salah satu olahan yang disajikan untuk menu utama Gala Dinner KTT G20 lalu. Menu khas nusantara itu berupa rendang wagyu yang merupakan perpaduan dari daging sapi wagyu has dalam dari Lampung dengan bumbu rendang khas Sumatera Barat.

Hidangan itu disajikan bersama singkong dan kentang kukus tumbuk yang disempurnakan dengan wortel muda, ditambah sambal Likupang yang dihias dengan asparagus dalam kuah kunyit khas Bali dan bubur terong balado. Sajian itu pastinya sukses memuaskan lidah para delegasi.

Para pemimpin dan delegasi G20 menikmati santap malam yang disuguhkan Presiden RI Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di GWK, Bali, Selasa 15 November 2022. ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden

Bicara soal rendang, makanan ini memang cukup tersohor di kancah dunia. Tak hanya rasanya yang menarik, rendang memiliki sejumlah fakta menarik juga.

Sejarah Rendang

Rendang merupakan masakan tradisional dari daerah Minangkabau yang ditemukan pada awal abad ke-19. Gusti Anan, seorang sejarawan di Universitas Andalas di Padang berpendapat bahwa rendang muncul ketika orang Minangkabau sering bepergian ke Singapura melalui Selat Malaka.

Perjalanan mereka membutuhkan waktu yang lama dengan perjalanan lewat air hingga satu bulan lamanya. Dikarenakan tidak ada desa di sepanjang jalan, para pengembara ini menyiapkan makanan yang awet, dan makanan itu adalah rendang. 

Rendang sendiri berasal dari kata “merandang” yang berarti santan yang direbus hingga perlahan mengering. Ini cocok dengan rendang yang membutuhkan waktu sangat lama untuk memasak hingga kuahnya kering.

Sejarah Rendang juga tidak terlepas dari kedatangan bangsa Arab dan India di pesisir barat Sumatera. Diyakini bahwa pada abad ke-14, banyak orang India yang tinggal di daerah Minang dan orang-orang ini memperkenalkan bumbu dan rempah-rempah.

Ada juga yang mengklaim bahwa hidangan gulai yang menjadi makanan khas India dan diperkenalkan ke wilayah Minang pada abad ke-15 menjadi bahan dasar dari rendang itu sendiri. Hal ini sangat dimungkinkan karena pada saat itu ada perjanjian dagang dengan India.

Pewaris tahta kerajaan Paguruyung itu juga mengemukakan kemungkinan rendang adalah olahan gulai lainnya. Bedanya, rendang memiliki karakteristik yang lebih kering sehingga memiliki umur simpan yang jauh lebih lama dibandingkan kari.

Filosofi Rendang

Kuliner ini memiliki filosofi yang mendalam berdasarkan bahan yang digunakan. Daging yang digunakan melambangkan tokoh adat. Kokosa (santan) melambangkan kaum intelektual, cabai melambangkan ulama yang tegas mengajarkan ilmu agama dan rempah-rempah seperti (kapulaga,bawang putih, cabai merah, jahe lengkuas dan lain-lain) melambangkan seluruh masyarakat Minangkabau.

Disuguhkan untuk kaum bangsawan

Mulanya menu rendang ini biasanya hanya disuguhkan kepada para bangsawan, terutama saat perjalanan jauh. Selain itu, karena bahan bakunya cukup mahal, dengan menggunakan daging seperti daging kambing dan kerbau serta kelapa tua yang berkualitas baik.

Kuliner yang tahan lama

Rendang disebut bisa tahan 3-4 minggu di suhu ruangan. Bahkan masakan ini bisa bertahan hingga tiga bulan jika proses pemasakan dan penyimpanannya benar-benar baik berkat bumbu yang mengandung pengawet alami. Proses memasaknya sendiri memerlukan waktu 7-8 jam. 

Rendang berasal dari wilayah pegunungan

Rendang ini berasal dari daerah pegunungan Sumatera Barat seperti Pariangan dan Padang. Dari wilayah pegunungan makanan rendang ini akhirnya menyebar ke seluruh wilayah Indonesia.

Sampai saat ini, rendang masih menjadi kuliner yang disukai oleh banyak orang, termasuk warga asing. Rendang juga ternyata seringkali menjadi sarana diplomasi kuliner.

JENIATI ARTAULI TAMPUBOLON

Baca juga: 10 Makanan Khas Padang yang Wajib Dicoba, Bukan Semata Rendang

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Empal Gentong H. Apud Destinasi Kuliner Cirebon, Jokowi dan SBY Pernah ke Sini

11 jam lalu

Empal Gentong H. Apud Destinasi Kuliner Cirebon, Jokowi dan SBY Pernah ke Sini

Empal gentong jadi kuliner yang wajib dicoba saat berkunjung ke Kota Udang. Inilah restoran empal yang terjamin kenikmatannya, pernah dikunjungi presiden Indonesia.


4 Kuliner Khas Gunungkidul Wajib Dicoba, Belalang Goreng Salah Satunya

3 hari lalu

4 Kuliner Khas Gunungkidul Wajib Dicoba, Belalang Goreng Salah Satunya

Gunungkidul memiliki ragam potensi kuliner, bahkan beberapa unik dan tak banyak dijumpai di daerah lain, Belalang Goreng misalnya.


Ragam Kuliner Khas Sidoarjo

4 hari lalu

Ragam Kuliner Khas Sidoarjo

Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki ragam kuliner adalah Sidoarjo. Apa saja kuliner khas dari Sidoarjo?


4 Kuliner Otentik Lombok Rekomendasi Backpacker untuk Pecinta Pedas

5 hari lalu

4 Kuliner Otentik Lombok Rekomendasi Backpacker untuk Pecinta Pedas

Kuliner khas Lombok ini cocok untuk Anda yang senang dengan makanan pedas


Delegasi ASEAN Tourism Forum Santap Tengkleng Sambil Nonton Ramayana dan Reog di Kampus

5 hari lalu

Delegasi ASEAN Tourism Forum Santap Tengkleng Sambil Nonton Ramayana dan Reog di Kampus

Asean Tourism Forum ini menjadi momen berharga bagi sektor wisata Yogyakarta yang selama ini dikenal sebagai miniaturnya Indonesia.


3 Resep Sambal Dabu-Dabu Khas Manado Pasti Enak

7 hari lalu

3 Resep Sambal Dabu-Dabu Khas Manado Pasti Enak

Kekhasan sambal dabu-dabu sebagai pelengkap kuliner ini banyak disukai masyarakat Indonesia. Anda penasaran? Contek resep sambal dabu-dabu original di sini!


Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta, Ini Cara Bedakan Stand Kuliner Halal dan Nonhalal

8 hari lalu

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta, Ini Cara Bedakan Stand Kuliner Halal dan Nonhalal

Berbagai makanan dan minuman tradisional hingga kekinian tumplek di Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta.


Fakta Menarik Viral Nasi Minyak di Surabaya

8 hari lalu

Fakta Menarik Viral Nasi Minyak di Surabaya

Nasi minyak kuliner Surabaya sering dibicarakan belakangan ini, karena banyaknya minyak goreng yang dicampur dalam hidangan hingga menjadi viral.


Sensasi Menikmati Salad Sayur Microgreen yang Langsung Dipetik di Depan Mata

10 hari lalu

Sensasi Menikmati Salad Sayur Microgreen yang Langsung Dipetik di Depan Mata

Pengunjung bisa melihat sendiri tumbuhan yang siap dipetik untuk dimasukkan ke dalam mangkuk salad mereka


KSP: Pemerintah Berkomitmen Jaga Stabilitas Politik Agar Investasi Optimal

10 hari lalu

KSP: Pemerintah Berkomitmen Jaga Stabilitas Politik Agar Investasi Optimal

Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas pada tahun politik untuk melindungi peluang atmosfer investasi tetap optimal.