Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2022, Ini 3 Destinasi Wisata Religi di Kalsel

Reporter

Warga antre saat ziarah ke makam Habib Basirih di Wisata Kubah Basirih, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat 3 Juni 2022. Wisata Kubah Basirih yang menawarkan wisata religi itu masuk dalam 50 besar desa wisata yang telah berhasil dikurasi dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia pada tahun 2022 ini sebanyak 3.416 desa wisata yang mendaftar dari 34 provinsi di Indonesia dan saat ini telah terpilih 50 besar desa wisata. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

TEMPO.CO, Jakarta -  Kalimantan Selatan akan menjadi tujuan pelaksamaam Musabaqah Tilawatil Quran atau MTQ Nasional XXIX tahun 2022 pada 10-19 Oktober 2022. Ratusan kafilah atau perwakilan dari berbagai provinsi yang hadir dapat sekaligus mengunjungi beragam pilihan wisata religi di Kalimantan Selatan.

Kalsel memang memiliki sejumlah destinasi wisata religi yang menarik minat wisatawan, terutama peziarah. Lokasinya pun tak jauh dari lokasi panggung utama acara MTQ di Kiram Park, Kabupaten Banjar.

Pertama adalah makam Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al Banjari atau Guru Sekumpul di Kota Martapura. Guru Sekumpul adalah keturunan ulama besar Kesultanan Banjar Syaikh Arsyad Al Banjari yang menyebarkan Islam di Kalsel.

Setiap haul atau peringatan wafatnya digelar, jutaan orang dari berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri akan hadir di Martapura. Setiap harinya, peziarah juga selalu ramai mendatangi makam.

Kedua, makam Syekh Muhammad Arsyad Albanjari atau Datuk Kalampayan di Kecamatan Astambul. Ulama itu dikenal sebagai pengarang kitab Sabilal Muhtadin atau Sabilal Muhtadin lit-Tafaqquh fi Amrid-din yang namanya sekarang diabadikan sebagai Masjid Raya Sabilal Muhtadin di Kota Banjarmasin, sebuah masjid terbesar di Kalsel.

Selanjutnya adalah komplek Kubah Basirih yang di dalamnya ada makam keramat ulama bernama Al Habib Hamid bin Abbas Bahasyim atau yang dikenal dengan Habib Basirih. Kawasan makam selalu ramai dikunjungi oleh peziarah dari berbagai daerah.

Selain makam ulama, kawasan itu memiliki desa wisata yang masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia atau ADWI 2022. Pengunjung yang datang ke sana juga bisa mencoba wisata susur sungai sebab Kalimantan memang terkenal dengan sebutan negeri seribu sungai. Tak lupa, tersedia beragam macam produk ekonomi kreatif dari limbah plastik yang bisa dibeli di sana, seperti tas anyaman yang dipercantik dengan kain sasirangan (kain khas Banjarmasin) bekas, meja, kursi, karpet hingga gelas hias.

Dalam MTQ Nasional 2022 di Kalimantan Selatan, diperkirakan akan hadir 3.042 tamu undangan dan peserta, termasuk 200 tamu sangat penting atau very-very important person (VVIP). Gelaran MTQ pada 10 sampai 19 Oktober 2022 dilaksanakan di tiga wilayah yaitu Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar dengan acara pembukaan di Kiram Park, Kabupaten Banjar yang rencananya dihadiri Presiden Joko Widodo.

Baca juga: 5 Rekomendasi Destinasi Wisata di Kalimantan Selatan, Ikonnya Pasar Terapung Lok Baithan

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Fenomena Garis Malaikat di Kalimantan, Pakar Duga Contrails dan Pareidolia

1 hari lalu

Fenomena Garis Malaikat di Kalimantan, Pakar Duga Contrails dan Pareidolia

Pakar mengatakan hal itu dapat disebabkan oleh fenomena yang dikenal sebagai contrails.


Haul Guru Sekumpul, Kota Banjarbaru Tawarkan Wisata Religi Hingga Keluarga untuk Jemaah

3 hari lalu

Haul Guru Sekumpul, Kota Banjarbaru Tawarkan Wisata Religi Hingga Keluarga untuk Jemaah

Haul Guru Sekumpul telah digelar sejak Kamis, 26 Januari lalu di sejumlah lokasi di sekitar Martapura.


Haul Akbar ke-18 Guru Sekumpul Digelar, Berikut Profil Ulama Ternama dari Martapura

6 hari lalu

Haul Akbar ke-18 Guru Sekumpul Digelar, Berikut Profil Ulama Ternama dari Martapura

Haul akbar ke-18 Guru Sekumpul kembali digelar. Lantas, siapakah sebenarnya sosok Guru Sekumpul atau KH Muhammad Zaini bin Abdul Gani ini?


Pohon Ulin Tambah Koleksi Tumbuhan Langka di Taman Biodiversitas di Kalimantan

7 hari lalu

Pohon Ulin Tambah Koleksi Tumbuhan Langka di Taman Biodiversitas di Kalimantan

Populasi jenis pohon ulin disebutkan sudah semakin langka di alam akibat eksploitasi yang dilakukan secara besar-besaran di masa lalu.


Gua Matu di Pesisir Barat, Lokasi Wisata Religi dan Berburu Pupuk Guano

8 hari lalu

Gua Matu di Pesisir Barat, Lokasi Wisata Religi dan Berburu Pupuk Guano

Gua Matu pertama kali ditemukan pada zaman Penjajahan Inggris oleh nenek moyang dari masyarakat setempat.


Heboh Uang Rp 500 Triliun Haji Amin, Bermula dari Barang Antik Pedagang Samurai 3 Tombol

9 hari lalu

Heboh Uang Rp 500 Triliun Haji Amin, Bermula dari Barang Antik Pedagang Samurai 3 Tombol

Muhammad Amin atau Haji Amin mendadak viral setelah dirinya memamerkan saldo tabungannya yang berjumlah Rp500 triliun. Apa pendapat ahli keuangan?


Destinasi Wisata Religi Pulau Penyengat Direvitalisasi untuk Tarik Wisatawan

14 hari lalu

Destinasi Wisata Religi Pulau Penyengat Direvitalisasi untuk Tarik Wisatawan

Selama tahun 2022, kawasan bersejarah Pulau Penyengat direvitalisasi di beberapa bagian.


Mushlihah, Wakil Indonesia pada MTQ Internasional di Algeria

14 hari lalu

Mushlihah, Wakil Indonesia pada MTQ Internasional di Algeria

Kementerian Agama akan memberangkatkan Mushlihah Jamaluddin untuk mewakili Indonesia pada ajang MTQ internasional.


Museum Masjid Al Jabbar Akan Dibuka Februari, Apa Saja Konten yang Disiapkan?

21 hari lalu

Museum Masjid Al Jabbar Akan Dibuka Februari, Apa Saja Konten yang Disiapkan?

Museum Masjid Al Jabbar kabarnya baru akan dibuka bulan depan.


Profil Nadia Hawasyi, Qariah Berprestasi Asal Tangerang yang Viral

26 hari lalu

Profil Nadia Hawasyi, Qariah Berprestasi Asal Tangerang yang Viral

Viral video Nadia Hawasyi disawer saat sedang melantunkan Alquran. Nadia mengkritik aksi tersebut