Ada 134 Tradisi Yogyakarta Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dan permaisuri GKR Hemas membatik bersama dalam penutupan JIBB 2021, Sabtu 6 November 2021. Dok. Istimewa

TEMPO.CO, Yogyakarta - Sebanyak 134 produk budaya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akhirnya ditetapkan pemerintah pusat sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) setelah melalui  proses cukup panjang.

Karya-karya budaya di DIY yang telah ditetapkan menjadi WBTB tahun 2021 itu diantaranya milik Keraton Yogyakarta seperti Beksan Lawung Alit untuk kategori seni pertunjukan, Labuhan Merapi untuk kategori upacara adat ritus upacara tradisional serta Sengkalan untuk kategori tradisi dan ekspresi lisan. 

Adapun karya budaya milik Kadipaten Puro Pakualaman yang ditetapkan WBTB seperti Beksan Inom untuk kategori seni pertunjukan dan Bedoyo Angron Akung untuk kategori seni pertunjukan. Selain itu, ada Thiwul untuk kategori kemahiran dan kerajinan tradisional tradisi, Wiwitan Panen Padi untuk kategori pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam semesta. 

Ada juga motif batik Yogyakarta untuk kategori tradisi dan ekspresi lisan dan Upacara Adat Taraban untuk kategori upacara adat ritus upacara tradisional.

“Pengusulan karya budaya agar ditetapkan sebagai WBTB ini tidak mudah,"kata Gubernur DIY yang juga Raja Keraton Yogya Sri Sultan Hamengku Buwono X saat Perayaan Warisan Budaya Tak Benda DIY di Yogyakarta Selasa 27 September 2022.

Sultan mengungkap cukup sulitnya mengumpulkan data-data pendukung produk budaya yang akan didaftarkan sertifikat WBTB kepada Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) itu.

Sultan membeberkan sebenarnya yang didaftarkan DIY untuk bisa ditetapkan sebagai WBTB ada 700 lebih karya budaya. "Namun akhirnya yang bisa dibahas hanya 200 karya budaya saja," kata dia.

"Dengan pengalaman ini kami berharap, baik di Yogya maupun provinsi lain, dapat mencatat dan mendokumentasikan dengan baik karya-karya budayanya sejak awal sehingga mudah ketika didaftarkan sebagai WBTB,” ungkap Sultan.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan WBTB memiliki peran penting dalam upaya pendokumentasian dan publikasi atas karya budaya itu. WBTB sendiri meliputi tradisi atau ekspresi hidup seperti tradisi lisan, seni pertunjukan, praktik-praktik sosial, adat istiadat, ritual, perayaan, pengetahuan dan praktik mengenai alam serta keterampilan untuk menghasilkan kerajinan tradisional.

Tahun 2022 Yogyakarta menjadi tuan rumah penyelenggaraan sidang nasional penetapan WBTB Indonesia. Pelaksanaan sidang penetapan WBTB Indonesia itu dilakukan pada 27 September-1 Oktober 2022.

Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Yudi Wahyudin mengatakan penetapan WBTB melingkupi mulai dari perlindungan, pengembangan, pemanfaatan sampai pembinaan. Kegiatan penetapan ini sendiri diawali dari hulu sampai hilir, yakni pendataan, penelitian, pengkajian, verifikasi hingga pengecekan lapangan dan lainnya.

“Beberapa objek memang sebagian pelakunya sudah wafat, tetapi kami eksplorasi sampai didapatkan data yang valid dan sah untuk diajukan ke tim ahli WBTB," kata Yudi.

Penetapan warisan budaya tak benda ini bermakna sebagai upaya bersama untuk mengumpulkan sumber daya budaya sebagai aset bangsa. Yudi menuturkan data kebudayaan yang valid bisa mendukung dunia pendidikan, penguatan pendidikan karakter dan bisa juga dijadikan data sumber-sumber penelitian, atau menjadi inspirasi pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya. "Termasuk untuk wisata budaya dan diplomasi budaya," kata dia.

Baca juga: UNESCO Mulai Nilai Kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta yang Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.






Terbentuknya Paspampres Bermula dari Evakuasi Soekarno dan Bung Hatta ke Yogyakarta

13 jam lalu

Terbentuknya Paspampres Bermula dari Evakuasi Soekarno dan Bung Hatta ke Yogyakarta

Sudah tahukah Anda sejarah dan asal usul terbantuknya Paspampres, pasukan pengamanan presiden dan wapres?


Ditanya Soal Kado Bagi Pernikahan Kaesang Pangarep - Erina Gudono, Sultan HB X: Undangan Saja Belum Ada

1 hari lalu

Ditanya Soal Kado Bagi Pernikahan Kaesang Pangarep - Erina Gudono, Sultan HB X: Undangan Saja Belum Ada

Sultan HB X mengaku belum tahu kapan undangan pernikahan Kaesang Pangarep - Erina Gudono itu akan diedarkan resmi kepada tamu undangan.


Sultan HB X Tak Masalah Akad Nikah Kaesang Pangarep - Erina Gudono di Pendopo Ambarrukmo, Ini Sejarah Bangunan Itu

1 hari lalu

Sultan HB X Tak Masalah Akad Nikah Kaesang Pangarep - Erina Gudono di Pendopo Ambarrukmo, Ini Sejarah Bangunan Itu

Bagaimana sejarah Pendopo Ambarukmo yang dipilih menjadi akad pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono itu?


Pekan Depan Kaesang Pangarep - Erina Gudono Menikah: Menengok Profesi Penghulu

1 hari lalu

Pekan Depan Kaesang Pangarep - Erina Gudono Menikah: Menengok Profesi Penghulu

Menengok penghulu di balik Kaesang Pangarep-Erina menikah. Ada 2 juta pernikahan berlangsung tiap tahun maka jumlah penghulu saat ini masih kurang.


Pesona Gua Langse di Parangtritis, Keindahan Alam Berbalut Cerita Mistis

2 hari lalu

Pesona Gua Langse di Parangtritis, Keindahan Alam Berbalut Cerita Mistis

Gua Langse ini tepatnya berada di timur Pantai Parangtritis.


Festival FIlm JAFF 17 "Blossom" Menjadi Titik Temu Para Pembuat, Pemain, Dan Penonton Film Indonesia Hingga Asia

2 hari lalu

Festival FIlm JAFF 17 "Blossom" Menjadi Titik Temu Para Pembuat, Pemain, Dan Penonton Film Indonesia Hingga Asia

JAFF selalu menjadi titik temu para pembuat dan pemain film dengan para penontonnya. Selain itu, beragam Special Program JAFF17 juga menjadi ajang belajar dan diskusi yang diikuti oleh mereka yang tertarik dengan berbagai profesi di industri film


Peringati 34 Tahun Sultan HB X Bertahta, Keraton Yogyakarta Ajak Ulas Tradisi Vegetasi Kasultanan

2 hari lalu

Peringati 34 Tahun Sultan HB X Bertahta, Keraton Yogyakarta Ajak Ulas Tradisi Vegetasi Kasultanan

Keraton Yogyakarta mengajak semua lapisan masyarakat ikut serta dalam call for paper bertema tradisi vegetasi kasultanan.


Antisipasi Kecelakaan Bus Pariwisata, Organda Soroti Peran Makelar Transportasi

3 hari lalu

Antisipasi Kecelakaan Bus Pariwisata, Organda Soroti Peran Makelar Transportasi

Ada beberapa hal yang disoroti terkait kecelakaan bus pariwisata di Bukit Bego Imogiri ada Februari lalu.


Kaesang dan Erina 10 Desember Menikah: Begini Tugas dan Wewenang Penghulu di Pernikahan

3 hari lalu

Kaesang dan Erina 10 Desember Menikah: Begini Tugas dan Wewenang Penghulu di Pernikahan

Penghulu dalam pernikahan Kaesang Pangarep, putra Jokowi itu tidaklah orang asing melainkan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Depok, Sleman.


Dishub DIY Ungkap 5 Ruas Jalan yang Paling Rawan Terjadi Kecelakaan

3 hari lalu

Dishub DIY Ungkap 5 Ruas Jalan yang Paling Rawan Terjadi Kecelakaan

Dinas Perhubungan DIY mengungkapkan bahwa jumlah kasus kecelakaan di wilayahnya cukup tinggi.