Berkunjung ke Benteng Van der Wijck, Benteng Bersejarah di Gombong Kebumen

Sejumlah pengunjung menikmati wisata sejarah benteng Van der Wijck di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, (9/8). TEMPO/Arif Wibowo

TEMPO.CO, JakartaBenteng Van der Wijck yang berlokasi di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah menjadi salah satu lokasi untuk pengambilan gambar dalam film The Raid 2. Dalam film tersebut, Benteng Van der Wijck menjadi latar ketika Iko Uwais sedang beradu tinju dengan para penjahat. Juga, lokasi syuting film karya Garin Nugroho teranyar, Soegijo Pranoto.

Namun, tahukah Anda bahwa Benteng Van der Wijck merupakan salah satu tempat bersejarah di Indonesia?

Benteng Van der Wijck ini memang tampak istimewa, berbeda dengan yang lain. Benteng peninggalan Belanda itu diperkirakan dibangun pada 1827 oleh arsitek Islam. Bentuknya segi delapan, mirip Masjidil Haram. Jika dilihat dengan kompas Islam, pintu benteng tepat menghadap ke arah kiblat. Di dunia hanya ada dua benteng segi delapan. Satunya ada di Australia.

Benteng setinggi 10 meter, setebal 1,4 meter, dan seluas 7.168 meter persegi itu dibangun dua lantai. Lantai pertama mempunyai empat pintu gerbang. Di dalamnya terdapat 16 ruangan besar dan 27 ruangan kecil. Juga ada 72 jendela dan delapan tangga untuk menuju lantai dua, yang memiliki 16 ruangan besar dan 25 ruangan besar.

Herwin Kunadi, General Manager PT Indopower, yang juga pengelola benteng itu, saat itu pada Sabtu 3 Desember 2011 menceritakan, ia bersama ayahnya, Subono Herman Kunadi, menyulap benteng itu menjadi tempat wisata sejarah yang nyaman dan menyenangkan. Padahal sebelumnya kawasan itu dikenal sebagai sarang dhemit atau roh halus. Banyak kisah horor melekat di benteng itu, seperti pemerkosaan, pembunuhan, dan tempat gantung diri. "Renovasi dimulai 1999 atas izin TNI," kata dia.

Kisah Benteng Van der Wijk

Melansir laman Cagar Budaya Kemdikbud, disebutkan bahwa Benteng Van der Wijck pada awalnya merupakan sebuah kantor bagi Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Benteng ini pada awalnya memiliki nama Fort Cochius atau Benteng Cochius.

Setelah bubarnya VOC, pada 1818, kantor tersebut dialihfungsikan menjadi sebuah benteng. Pembangunan benteng ini dilakukan dalam masa pemerintahan Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerard Philip Baron van der Capellen.

Pembangunan benteng dimulai pada 1844 dan selesai pada 1848. Pembangunan benteng ini dilakukan di bawah komando Frans David Cochius. Oleh karena itu, pada awalnya benteng ini diberi nama Fort Cochius. Sebagai indormasi, Frans David Cochius merupakan seorang perwira militer Belanda yang ahli dalam pembangunan benteng. 

Setelah benteng selesai dibangun, benteng tersebut difungsikan sebagai markas tentara Hindia Belanda dan digunakan untuk mendukung strategi benteng stelsel. Ketika Jepang menduduki Indonesia, benteng ini difungsikan sebagai tempat pelatihan militer.

Kemudian, setelah kemerdekaan, benteng ini pernah difungsikan sebagai barak tentara sampai 1980 dan pernah menjadi tempat tinggal anggota TNI AD sampai 2000. Saat ini, Benteng Van der Wijck menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Gombong, Kebumen.

EIBEN HEIZIER

Baca: Rekomendasi 4 Destinasi Wisata Alam dan Sejarah di Kebumen

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Anggota TNI Disebut-sebut Terlibat Penganiayaan Karyawan Karaoke di Boyolali

4 hari lalu

Anggota TNI Disebut-sebut Terlibat Penganiayaan Karyawan Karaoke di Boyolali

Akibat penganiayaan itu, 6 orang karyawan mengalami luka-luka. Dua di antaranya perempuan yang merupakan kasir.


Komite Festival Film Indonesia Umumkan Dewan Juri Akhir Piala Citra

17 hari lalu

Komite Festival Film Indonesia Umumkan Dewan Juri Akhir Piala Citra

Dewan Juri Akhir merupakan perwakilan yang akan menilai dan menentukan 23 pemenang Festival Film Indonesia kategori.


Wisata ke Pantai Pecaron, Hidden Gem Bahari di Kebumen

33 hari lalu

Wisata ke Pantai Pecaron, Hidden Gem Bahari di Kebumen

Lokasi Pantai Pecaron dekat dengan salah satu tempat wisata populer Kebumen lainnya, yaitu Pantai Surumanis.


Puluhan Maket Karya Arsitek Le Corbusier Dipamerkan Sebulan di Selasar Pavilion Bandung

37 hari lalu

Puluhan Maket Karya Arsitek Le Corbusier Dipamerkan Sebulan di Selasar Pavilion Bandung

Dalam pameran berjudul Pro Forma Le Corbusier itu, puluhan karyanya diatur menjadi beberapa periode untuk menandakan perubahan bentuk.


Panglima TNI Hindari Sanksi Etik Prajurit di Tragedi Kanjuruhan

55 hari lalu

Panglima TNI Hindari Sanksi Etik Prajurit di Tragedi Kanjuruhan

Dalam tragedi Kanjuruhan, beberapa prajurit TNI tertanggap kamera melakukan penendangan dari belakang ke penonton.


Garin Nugroho Garap Film Musikal Melodrama, Siap Tayang 2023

57 hari lalu

Garin Nugroho Garap Film Musikal Melodrama, Siap Tayang 2023

Melodrama merupakan film musikal pertama Garin Nugroho, mengangkat tema sejarah perfilman dan musik Indonesia dari era kemerdekaan hingga saat ini.


Apa Saja Perubahan Syarat Anggota TNI Terbaru dari Panglima TNI Andika Perkasa?

30 September 2022

Apa Saja Perubahan Syarat Anggota TNI Terbaru dari Panglima TNI Andika Perkasa?

Panglima TNI Andika Perkasa menetapkan beberapa syarat masuk Akmil dan anggota TNI ada perbedaan dari sebelumnya. Apa saja?


Profil Dimas Drajad, Anggota TNI yang Buat Gol Tercepat Timnas Indonesia Vs Curacao

28 September 2022

Profil Dimas Drajad, Anggota TNI yang Buat Gol Tercepat Timnas Indonesia Vs Curacao

Muhammad Dimas Drajad merupakan pesepakbola Indonesia yang berasal dari Gresik, Jawa Timur. Pesepak bola yang juga anggota TNI.


Komnas HAM Duga Tersangka Mutilasi di Mimika Lakukan Aksinya Lebih Dari Sekali

20 September 2022

Komnas HAM Duga Tersangka Mutilasi di Mimika Lakukan Aksinya Lebih Dari Sekali

Tim Komnas HAM telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Tim juga mewawancarai para pelaku baik dari sipil maupun TNI.


Komnas HAM Sebut Pelaku Mutilasi di Mimika Terhubung ke Bisnis Solar

20 September 2022

Komnas HAM Sebut Pelaku Mutilasi di Mimika Terhubung ke Bisnis Solar

Komnas HAM meminta para pelaku harus dihukum seberat-beratnya, termasuk pemecatan dari keanggotaan TNI.