Deretan 8 Destinasi Wisata di Pontianak

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Wisata Pantai Pontianak. Foto : pontianak

TEMPO.CO, Pontianak -Deretan destinasi wisata di Pontianak menjadi wisata yang cukup unik dan lokasinya tepat berada di garis khatulistiwa.

Melansir dari laman disporapar.pontianakkota.go.id wisata di Pontianak hampir semuanya memiliki dimensi budaya yang masih kental terjaga dengan baik. Hal tersebut bisa terlihat dari arsitektur bangunan, atau tradisi lokal yang seringkali digelar. Berikut adalah deretan wisata di Pontianak:

1. Khatulistiwa Park

Tempat wisata Pontianak yang menggambarkan ikon kota tersebut bernama Khatulistiwa Park, atau Tugu Khatulistiwa. Karena memang Kota Pontianak terletak di garis khatulistiwa. Bahkan, festival yang dilaksanakan di Khatulistiwa Park yang sangat terkenal adalah saat manusia tidak memiliki bayangan saat siang hari.

Tentu saja event tersebut tidak dilaksanakan setiap hari, tetapi berdasarkan perhitungan posisi matahari. Khatulistiwa Park, sangat jarang loh ada negara dan kota yang tepat berada di garis khatulistiwa.

Lokasi Khatulistiwa Park, atau Monumen Khatulistiwa berada di alamat Jl. Khatulistiwa, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Harga tiket masuk Khatulistiwa Park gratis.

2. Waterfront City Pontianak

Waterfront City Pontianak adalah sebuah kawasan wisata yang memiliki latar utama Sungai Kapuas. Waterfront City Pontianak memiliki panjang 600 meter.

Di Waterfront City Pontianak dilengkapi dengan beragam fasilitas wisata, termasuk ornamen-ornamen yang kekinian. Waterfront City Pontianak sangat cocok untuk wisata semua usia.

Saat hari menjelang sore, biasanya Waterfront City Pontianak sering dijadikan tempat nongkrong oleh muda-mudi. View alam di kawasan tersebut sangat memanjakan mata.

Lokasi Waterfront City Pontianak berada di alamat Jl. Barito, Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.
Harga tiket masuk Waterfront City Pontianak gratis

3. Keraton Kadariah
Keraton Kadariah merupakan sebuah istana yang pernah dihuni oleh sultan pertama dari Kesultanan Pontianak, yakni Sayyid Syarif Abdurrahman Al-qadrie.

Konon katanya keraton tersebut telah ada sejak tahun 1771 Masehi. Dimana struktur bangunannya terbuat dari kayu pilihan, dan kondisi dari Keraton Kadariah saat ini telah mengalami renovasi dan juga rekonstruksi.

Keraton Kadariah merupakan tempat wisata sejarah Pontianak, juga sebagai bukti bahwa Pontianak pernah berbentuk kesultanan.

Lokasi: Jl. Tj. Raya 1, Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Jam buka: 10.00 – 17.00
Tiket masuk: Gratis

4. Rumah Radakng

Tempat wisata di Pontianak selanjutnya ialah Rumah Radakng yakni rumah adat Suku Dayak, yang biasa disebut Rumah Panjang atau Longhouse.Karena memiliki panjang sekitar 138 meter dengan lebar 5 meter, dan tingginya 7 meter. Maka tak heran jika Rumah Radakng pernah menyabet gelar sebagai rumah adat terbesar di Indonesia dari Museum Rekor Indonesia.

Lokasi: Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Jam buka: 07.00 – 18.00
Tiket masuk: Gratis

Taman Alun Kapuas terletak di pusat kota Pontianak...






Konser Dewa 19 di Pontianak Nanti Malam Tidak Dapat Izin Kepolisian, Ari Lasso Minta Maaf

5 hari lalu

Konser Dewa 19 di Pontianak Nanti Malam Tidak Dapat Izin Kepolisian, Ari Lasso Minta Maaf

Penundaan konser lantaran belum mendapatkan izin dari kepolisian ini merupakan kedua kalinya bagi Dewa 19 selama tur 30 tahun berkarya ini.


Air Terjun Berawan di Kabupaten Bengkayang, Tertinggi dan Legenda Panglima Perang Melawan Ular Raksasa

9 hari lalu

Air Terjun Berawan di Kabupaten Bengkayang, Tertinggi dan Legenda Panglima Perang Melawan Ular Raksasa

Mengenal Air Terjun Berawan, lokasi, rute mencapai tempat itu, dan kisah legenda terbentuknya objek wisata curug tertinggi di Kalimatan Barat itu.


BIMP-EAGA 2022, Building Block Integrasi Perekonomian ASEAN

11 hari lalu

BIMP-EAGA 2022, Building Block Integrasi Perekonomian ASEAN

Saat ini Kawasan East Asean Growth Area tengah menjalani proses pemulihan dan pembangunan kembali.


BIMP-EAGA 2022, Gali Potensi Tangkap Peluang di Kota Khatulistiwa

12 hari lalu

BIMP-EAGA 2022, Gali Potensi Tangkap Peluang di Kota Khatulistiwa

Keberadaan pelabuhan terminal Kijing akan menghidupkan pergerakan ekonomi dari sisi barat Kalimantan dan di sekitar wilayahnya.


BIMP-EAGA 2022, Dari Pertunjukan Seni hingga Merumuskan Kesepakatan

13 hari lalu

BIMP-EAGA 2022, Dari Pertunjukan Seni hingga Merumuskan Kesepakatan

Titik utama BIMP-EAGA adalah membangun integrasi konektivitas antar wilayah di kawasan


BIMP-EAGA 2022, Magnet itu Bernama IKN

14 hari lalu

BIMP-EAGA 2022, Magnet itu Bernama IKN

IKN yang mengusung green environment bakal menjadi daya tarik tersendiri.


Peluru Nyasar: Aturan Sanksi Pidana Buat Polisi yang Tak Sengaja Menembak Orang

31 hari lalu

Peluru Nyasar: Aturan Sanksi Pidana Buat Polisi yang Tak Sengaja Menembak Orang

Kematian seseorang akibat kelalaian atau kealpaan pelaku, termasuk kasus peluru nyasar anggota kepolisian, diatur dalam Pasal 359 KUHP.


Fakta-fakta Pengendara Mobil Nissan yang Tewas Tertembak Senjata Api Polisi

32 hari lalu

Fakta-fakta Pengendara Mobil Nissan yang Tewas Tertembak Senjata Api Polisi

Saat membersihkan senjata api itu, posisi Bripka Frengki menghadap ke jalan dan senjata api diarahkan ke bawah, dia mengokang dan tiba-tiba meletus.


Pahlawan Nasional Raden Rubini Natawisastra: Dokter Pejuang di Kalimantan Barat, Gugur Setelah Diculik Jepang

33 hari lalu

Pahlawan Nasional Raden Rubini Natawisastra: Dokter Pejuang di Kalimantan Barat, Gugur Setelah Diculik Jepang

Raden Rubini Natawisastra dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah bersama 4 tokoh lain tahun ini. Ia dokter pejuang di Kalimantan Barat.


Siswa Tidak Punya Kartu Identitas Anak Tak Bisa Mendapat Beasiswa di Kalbar

42 hari lalu

Siswa Tidak Punya Kartu Identitas Anak Tak Bisa Mendapat Beasiswa di Kalbar

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan mewajibkan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi siswa SMA Negeri yang belum menginjak usia 17 tahun.