Liburan ke Pantai, Dilarang Bawa Pulang Suvenir Ini

Reporter

Editor

Mila Novita

Ilustrasi wanita bersantai di pantai. Freepik.com/Svetlanasokolova

TEMPO.CO, Jakarta - Liburan terasa kurang lengkap jika tak membawa suvenir dari tempat wisata. Ini menjadi cara yang bagus untuk mengingat liburan atau perjalanan yang mungkin hanya terjadi sekali dalam seumur hidup. Tapi jangan asal membawa pulang benda dari tempat wisata, terutama yang berada di kawasan taman nasional. Bisa-bisa itu dianggap melanggar aturan. 

Saat ke pantai, misalnya, dilarang membawa pulang kerang, karang, atau pasirnya. Ini ternyata tidak hanya berlaku di Indonesia, tapi juga di berbagai negara. Di Inggris, misalnya, hal itu diatur di bawah Undang-Undang Perlindungan Pesisir tahun 1949, jadi mengambil segala jenis bahan alami dari pantai umum dianggap ilegal. 

Siapa pun yang ketahuan melakukannya oleh pihak berwenang dapat didenda hingga £1.000 atau sekitar Rp18 juta. Ini terutama berlaku untuk cangkang dan potongan karang, tergantung dari mana mengambilnya.

Menurut Rich Quelch, kepala pemasaran global di Lifestyle Packaging, larangan ini juga berlaku untuk bandara tertentu di seluruh dunia.

“Hati-hati membawa karang atau kerang yang ditemukan di pantai atau perjalanan snorkeling jika mengunjungi tempat-tempat seperti Bali, Filipina, atau Thailand. Atau memang di mana saja. Dampak manusia adalah salah satu dari beberapa alasan mengapa penurunan terumbu karang menjadi masalah nyata di tujuan wisata populer," kata dia, dikutip dari Express.co.uk, Kamis, 28 Juli 2022. 

Begitu banyak wisatawan yang mau membawa pulang karang dan kerang yang mereka temukan sebagai suvenir sudah ditindak pihak berwenang.

"Jika ditemukan tertangkap basah bersama benda-benda itu di bagasi, Anda mungkin dikenai denda yang besar atau bahkan penjara," dia menambahkan. 

Di negara-negara tertentu di Asia Timur, lingkungan karang telah mengalami penurunan selama bertahun-tahun akibat perburuan karang. Perburuan karang adalah penyitaan spesies karang bernilai tinggi dari kawasan lindung untuk dijual.

Seringkali, orang mengambil karang untuk digunakan dalam perhiasan, yang kemudian dapat dijual dengan harga lebih dari $1.800 atau sekitar Rp27 juta per gram. Sebagian besar koloni karang yang dipanen membutuhkan waktu lama untuk pulih dan pengaruhnya terhadap ekosistem di sekitarnya bisa sangat besar.

Ada bukti yang menunjukkan bahwa sepertiga dari terumbu karang di seluruh dunia yang rusak tidak dapat diperbaiki, dengan lebih banyak lagi dalam kondisi kritis dan terancam.

Satu situs karang bisa memakan waktu minimal 10 tahun untuk pulih sepenuhnya dan bahkan bisa memakan waktu hingga 50 tahun untuk akhirnya berfungsi di lingkungan seperti sebelumnya.

Menurut situs web Pemerintah di Hawaii, mengumpulkan karang mati, puing-puing karang, atau batu hidup sebagai suvenir liburan dilarang di seluruh negara bagian oleh undang-undang. Ini berarti bahwa mengambil sepotong dari pantai akan melanggar kode lokal. Demikian pula, di Mesir, mengambil potongan karang apa pun dari negara itu adalah ilegal.

Baca juga: Terumbu Karang Great Barrier Reef Alami Pemutihan Akibat Gelombang Panas

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.






Mencari Raja Ampat di Teluk Asmara, Malang, Jangan Lewatkan Sunset di Gugusan Pulau

3 jam lalu

Mencari Raja Ampat di Teluk Asmara, Malang, Jangan Lewatkan Sunset di Gugusan Pulau

Pantai Teluk Asmara cocok sebagai tempat untuk healing lantaran suasananya yang amat tenang.


Badai Fiona Mengoyak Wilayah Timur Kanada

1 hari lalu

Badai Fiona Mengoyak Wilayah Timur Kanada

Badai Fiona yang berupa angin kencang, yang menumbangkan sejumlah sejumlah pohon dan tiang listrik hingga memaksa evakuasi warga.


5 Kesalahan Ini Sering Terjadi Saat Mau Liburan

1 hari lalu

5 Kesalahan Ini Sering Terjadi Saat Mau Liburan

Terkadang sesuatu yang tidak terduga terjadi dan bisa membuat liburan jadi berakhir tak menyenangkan.


Agar Tak Bertengkar, Simak Tips Sebelum Liburan Bersama Sahabat

2 hari lalu

Agar Tak Bertengkar, Simak Tips Sebelum Liburan Bersama Sahabat

Kepribadian yang berbeda, tujuan dan perencanaan yang berbeda bisa membuat pertengkaran kecil saat melakukan liburan.


Bersiap Liburan? Simak Dulu Tips Mengemas Barang Bawaan ala Profesional

3 hari lalu

Bersiap Liburan? Simak Dulu Tips Mengemas Barang Bawaan ala Profesional

Mulai dari pakaian, obat-obatan hingga kebutuhan lainnya harus dibawa dengan benar dan ringkas agar tak merepotkan saat liburan.


Ingin ke Pantai Cantik dengan Pemandangan Pencakar Langit? Datanglah ke Nongsa Batam

4 hari lalu

Ingin ke Pantai Cantik dengan Pemandangan Pencakar Langit? Datanglah ke Nongsa Batam

Pantai Sekilak ada di Pulau Putri, Kecamatan Nongsa Batam. Ciri khas pantai ini adalah hamparan bebatuan yang diselingi dengan suara ombak kecil.


Liburan ke Yogyakarta? Sempatkan Mampir ke 5 Tempat Menarik Ini

5 hari lalu

Liburan ke Yogyakarta? Sempatkan Mampir ke 5 Tempat Menarik Ini

Tak hanya sekadar budaya dan alamnya yang mempesona, Yogyakarta memiliki beragam tempat menarik yang cocok untuk wisatawan.


Tujuh Alasan Piknik ke Tanjung Lesung

6 hari lalu

Tujuh Alasan Piknik ke Tanjung Lesung

Ombak Pantai Tanjung Lesung tinggi. Ini modal bagi pelancong berselancar menikmati ombak dan angin.


Oktober Segera Tiba, Simak 9 Tujuan Liburan Menarik di Dunia

6 hari lalu

Oktober Segera Tiba, Simak 9 Tujuan Liburan Menarik di Dunia

Di berbagai belahan dunia, ada beberapa tempat yang cocok dikunjungi pada Oktober, dengan festival dan keseruan lainnya.


Bepergian Wisata Sebelum Menjadi Orang Tua, Apa Itu Babymoon?

8 hari lalu

Bepergian Wisata Sebelum Menjadi Orang Tua, Apa Itu Babymoon?

Babymoon termasuk tren wisata yang hampir mirip bulan madu atau honeymoon., bedanya?