47 Tahun Monas Dibuka untuk Umum, Emas di Puncak dari Pengusaha Aceh Teuku Markam

Angkutan delman beristirahat di luar area Kawasan Monas di depan gerbang pintu masuk Monas, Jakarta Pusat, Jumat, 25 Desember 2020. Selain Monas, Taman Margasatwa Ragunan juga ditutup saat Hari Natal dan Tahun Baru. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Monumen Nasional (Monas) yang merupakan tugu ikonik di Kota DKI Jakarta yang berada tepat di depan Istana Merdeka, selama 47 tahun resmi dibuka untuk umum, tepatnya pada 12 Juli 1975 

Tujuan pembangunan Monas ini untuk mengenang dan mengabadikan kebesaran perjuangan Bangsa Indonesia yang dikenal dengan Revolusi 17 Agustus 1945. Selain itu Monas juga diharapkan menjadi sarana untuk membangkitkan semangat patriotisme generasi sekarang dan akan datang.

Dilansir dari bisnis.com, Monas sudah dimulai pembangunannya pada Agustus 1959 atas arahan Presiden pertama Indonesia, Soekarno menyusul pengakuan kedaulatan RI oleh pemerintah Belanda. Keseluruhan bangunan Monas dirancang oleh arsitektur asal Indonesia yakni Soedarsono, Friedrich Silaban dan Ir Rooseno. 

Awalnya, beberapa hari setelah peringatan HUT kemerdekaan Indonesia yang ke-9, dibentuk panitia yang bertugas mengusahakan berdirinya Tugu Monas. Panitia ini dipimpin Sarwoko Martokusumo, S Suhud selaku penulis, Sumali Prawirosudirdjo selaku bendahara dan dibantu oleh empat orang anggota yaitu Supeno, K K Wiloto, E F Wenas, dan Sudiro.

Pembangunan tugu ikonik ini melewati tiga tahap. Tahapan pertama (1961-1965) pengerjaannya diawasi panitia dan biayanya bersumber dari sumbangan masyarakat.

Tahapan kedua (1966-1968) masih diawasi oleh panitia namun pembangunannya bersumber dari anggaran Anggaran Pemerintah Pusat c.q Sekertariat Negara RI. Kelesuan melanda ditahap ini sebab keterbatasan biaya.

Tahap ketiga (1969-1976) pengerjaan Monas diawasi Panitia Pembina Tugu Nasional. Biaya yang digunakan pada tahap ini bersumber dari Pemerintah Pusat c.q Direktorat Jenderal Anggaran melalui Repelita dengan menggunakan Daftar Isian Proyek (DIP).

Pada 12 Juli 1975 Presiden Soeharto meresmikan Monas dan dibuka untuk umum. Bangunan setinggi 132 meter ini tampak mencolok dengan ornamen lidah api emas di puncaknya. Bagian ini berdiameter 6 meter dan tersebut dari perunggu seberat 14,5 ton yang dilapisi emas 35 kilogram. Emas ini merupakan sumbangan pengusaha Aceh, Teuku Markam.

Sejak diresmikannya, Monas menjadi tugu kebanggaan Indonesia. Sejak itu pula Monas menjadi pusat wisata dan pusat pendidikan bagi masyarakat, baik warga Jakarta maupun dari luar kota.

ANNISA FIRDAUSI 

Baca: Mulai Hari ini Pengunjung Bisa Naik ke Puncak Monas, Simak Harga Tiketnya

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Kemiskinan Ekstrem Masih Ada di Jakarta, Heru Budi Ungkap Kendala Pengentasannya

18 jam lalu

Kemiskinan Ekstrem Masih Ada di Jakarta, Heru Budi Ungkap Kendala Pengentasannya

Kemiskinan ekstrem seharunsya sudah tidak ada di Jakarta karena jumlah bantuan yang besar dari pemerintah


Heru Budi Optimistis Kemiskinan Ekstrem Jakarta 0 Persen di 2024, Begini Intervensi DKI

22 jam lalu

Heru Budi Optimistis Kemiskinan Ekstrem Jakarta 0 Persen di 2024, Begini Intervensi DKI

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono telah menginstruksikan jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk terus menjalankan Program Intervensi Kemiskinan Terpadu, di antaranya terjun langsung ke setiap wilayah untuk melakukan validasi dan pemutakhiran data.


Daerah Rawan Longsor di Jakarta Meluas Jadi 21 Lokasi

1 hari lalu

Daerah Rawan Longsor di Jakarta Meluas Jadi 21 Lokasi

BPBD DKI menyatakan ada 21 lokasi di Jakarta yang rawan longsor pada bulan ini, bertambah dari 15 titik pada Januari lalu.


Gugatan Warga Atas Polusi Udara Jakarta, Tim Advokasi Serahkan Kontra Memori Kasasi Jokowi

1 hari lalu

Gugatan Warga Atas Polusi Udara Jakarta, Tim Advokasi Serahkan Kontra Memori Kasasi Jokowi

Tim advokasi menilai kasasi Presiden Jokowi menunjukkan arogansi pemerintah yang engan memenuhi udara bersih bagi warganya.


Menteri Ekspor Inggris Kunjungi Indonesia, Dukung Pendanaan MRT Jakarta Rp 20 T

3 hari lalu

Menteri Ekspor Inggris Kunjungi Indonesia, Dukung Pendanaan MRT Jakarta Rp 20 T

Menteri Ekspor Inggris Andrew Bowie mengunjungi Jakarta, salah satu agendanya adalah tindak lanjut pengembangan perkeretaapian.


Terkini Metro: Dalih Jakpro Soal Rusun Peninggalan Anies Baswedan, Update Pengusutan Kasus Mahasiswa UI

3 hari lalu

Terkini Metro: Dalih Jakpro Soal Rusun Peninggalan Anies Baswedan, Update Pengusutan Kasus Mahasiswa UI

Berita terkini kanal Metro Tempo.co membahas soal kampung susun peninggalan Anies Baswedan hingga update pengusutan kasus mahasiswa UI.


Dirut Jakpro Bantah Anak Perusahaan Kesulitan Finansial

3 hari lalu

Dirut Jakpro Bantah Anak Perusahaan Kesulitan Finansial

Dirut Jakpro Iwan Takwin membantah kondisi anak perusahaan dalam kesulitan keuangan sehingga membebani induk perusahaan.


DPRD DKI Khawatirkan Sistem Jalan Berbayar Jadi Lahan Korupsi

3 hari lalu

DPRD DKI Khawatirkan Sistem Jalan Berbayar Jadi Lahan Korupsi

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mengkhawatirkan sistem jalan berbayar atau ERP bakal jadi lahan korupsi baru bagi para oknum.


Ini yang Harus Dilakukan Agar Jalan Berbayar Bisa Diterapkan di Jakarta

4 hari lalu

Ini yang Harus Dilakukan Agar Jalan Berbayar Bisa Diterapkan di Jakarta

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth jalan berbayar bisa diberlakukan di Jakarta apabila pelayanan transportasi umum sudah maksimal.


Angka Kemiskinan Ekstrem Jakarta Capai 95 Ribu, BPS DKI: Sudah di Kerak-keraknya

5 hari lalu

Angka Kemiskinan Ekstrem Jakarta Capai 95 Ribu, BPS DKI: Sudah di Kerak-keraknya

Angka kemiskinan ekstrem Jakarta mencapai 95 ribu jiwa per Maret 2022. BPS DKI menyebut jumlah ini berada dalam posisi hard rock.