Libur Lebaran Usai, Yogyakarta Waspada Masa Inkubasi Covid-19

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Wisatawan memadati kawasan Malioboro Yogyakarta pada Senin, 28 Februari 2022. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Wisatawan memadati kawasan Malioboro Yogyakarta pada Senin, 28 Februari 2022. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta menyatakan kasus Covid-19 masih rendah selama sepekan lebih seusai libur lebaran.

    Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi memantau pergerakan kasus Covid-19 hingga sepuluh hari setelah libur lebaran. "Kasus Covid-19 harian masih rendah, hanya satu atau dua temuan saja," kata Heroe pada Jumat, 13 Mei 2022.

    Kendati kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta sudah melandai, dia melanjutkan, jangan sampai lengah protokol kesehatan karena waktu akhir pekan ini akan berlanjut hingga Senin, 16 Mei 2022 untuk peringatan Hari Raya Waisak. Dengan panjangnya masa liburan, maka tingkat kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Yogyakarta juga masih tinggi.

    Heroe Poerwadi yang juga Wakil Wali Kota Yogyakarta ini menambahkan, Satgas Penanganan Covid-19 masih mewaspadai kasus infeksi virus corona sampai sepekan ke depan. Musababnya, menurut dia, kecenderungan peningkatan kasus terjadi setelah dua pekan sesuai masa inkubasi.

    Pemerintah Kota Yogyakarta, kata Heroe Poerwadi, sudah menyiapkan skenario terburuk jika terjadi lonjakan kasus Covid-19 setelah rentetan libur panjang ini. "Seluruh fasilitas kesehatan harus selalu siaga menangani pasien Covid-19," kata dia.

    Mengenai pencapaian vaksinasi booster atau vaksinasi Covid-19 dosis ketiga di Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan sudah mencapai 80 persen. "Sepertinya kekebalan kelompok sudah semakin terbentuk dengan tingginya pencapaian vaksinasi," ujarnya. Adapun vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan kedua di Kota Yogyakarta, Heroe mengklaim, sudah lebih dari 250 persen.

    Pemerintah Kota Yogyakarta menggencarkan vaksinasi booster bagi siapapun yang berada di Kota Gudeg itu, tanpa membatasi domisili. Penduduk setempat maupun wisatawan, semua bisa mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dosis ketiga asalkan telah memenuhi syarat.

    Kepala Biro Umum, Humas, dan Protokoler Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, Ditya Nanaryo Aji mengatakan, sepekan lebih seusai libur lebaran, kasus baru Covid-19 harian tak pernah lebih dari lima kasus di seluruh kabupaten/kota di DI Yogyakarta. "Terakhir pada Kamis, 12 Mei 2022 ada penambahan empat kasus terkonfirmasi Covid-19," ujarnya.

    Adapun kasus aktif Covid-19 di DI Yogyakarta tecatat 112 pasien. "Kemarin ada seorang pasien Covid-19 meninggal di Kabupaten Sleman," kata Ditya.

    Baca juga:
    Sambut Delegasi G20, Sultan HB X: Yogyakarta Tak Hanya Soal Destinasi Wisata

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.