Tiket Meneropong Bulan di Planetarium Jakarta Habis, Bulan Depan Ada Lagi

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Petugas menyiapkan sejumlah teleskop untuk digunakan saat pengamatan gerhana matahari di Planetarium dan Observatorium, TIM, Jakarta, 7 Maret 2016. Pihak pengelola juga akan membagikan kacamata gerhana secara gratis pada saat pengamatan. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Petugas menyiapkan sejumlah teleskop untuk digunakan saat pengamatan gerhana matahari di Planetarium dan Observatorium, TIM, Jakarta, 7 Maret 2016. Pihak pengelola juga akan membagikan kacamata gerhana secara gratis pada saat pengamatan. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengelola Planetarium dan Observatorium Jakarta kembali menggelar kegiatan Peneropongan Benda Langit Malam secara langsung dan terbatas mulai Senin sampai Jumat, 9-13 Mei 2022. Sejak pandemi, aktivitas ini berlangsung secara virtual dan Planetarium belum buka untuk umum karena masih menunggu rampungnya revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki atau TIM.

    Masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan meneropong benda langit malam, seperti bulan dan bintang, dapat mendaftar lewat tautan https://bit.ly/PeneroponganMalamMei22. Mereka yang mengakses link tersebut langsung memilih tanggal dan mendapatkan tiket elektronik.

    Tiada biaya untuk mengikuti kegiatan ini. Peserta kegiatan meneropong benda langit malam tinggal datang ke Gedung Teater Jakarta Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM) dan membawa tiket elektronik. Pengamatan benda langit malam berlangsung mulai pukul 19.00 - 21.00 WIB.

    Setiap hari, kuota pengamatan terbatas untuk 50 orang. Para peserta wajib mematuhi protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak, menjaga kebersihan tangan, dan tidak berkerumun.

    Pengelola Planetarium Jakarta telah mengumumkan kegiatan meneropong benda langit di malam hari ini sejak 29 April 2022. Masyarakat ternyata begitu antusias mengikuti. Saat pemberitahuan tata cara registrasi disampaikan di akun Instagram @planetariumjkt pada Sabtu, 7 Mei 2022, belum sampai 24 jam, seluruh jadwal pemantauan telah habis dipesan.

    "Sudah habis tiketnya," kata netizen. "Sold out," tulis netizen lainnya.

    Menanggapi hal itu, administrator akun Instagram @planetariumjkt menyatakan, kegiatan serupa rencananya akan diadakan pada bulan-bulan berikutnya. "Jika ada yang belum sempat mendaftar atau kehabisan kuota pada kegiatan peneropongan Mei ini, jangan khawatir ya. Insya Allah kami akan mengadakan kembali di bulan-bulan yang akan datang," tulis admin akun tersebut.

    Dalam tata cara pendaftaran, satu orang dapat memesan maksimal lima tiket. Anak-anak boleh mengikuti kegiatan tersebut asalkan tetap didampingi oleh orang tua. Dan apabila cuaca mendung atau hujan, maka kegiatan peneropongan terpaksa batal. Meski begitu, sesi diskusi astronomi tetap berlangsung.

    Baca juga:
    Astrotourism, Wisata Astronomi Menikmati Suasana Alam sambil Memandangi Langit

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.