Rekomendasi Oleh-Oleh Mudik Khas Pantura, Ada Bandeng Presto dan Kopi Rembang

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pekerja memasukkan ikan bandeng ke dalam panci presto di Desa Dukutalit, Juwana, Pati, Jawa Tengah, 1 Oktober 2020. Pemasaran bandeng presto sendiri meliputi pasar- pasar tradisional di Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta dan kota Jakarta dengan harga Rp8000 per kotak (isi 3-4) untuk bandeng masak dan Rp8000-10.000 per kotak (isi 2) untuk bandeng goreng. ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO

    Pekerja memasukkan ikan bandeng ke dalam panci presto di Desa Dukutalit, Juwana, Pati, Jawa Tengah, 1 Oktober 2020. Pemasaran bandeng presto sendiri meliputi pasar- pasar tradisional di Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta dan kota Jakarta dengan harga Rp8000 per kotak (isi 3-4) untuk bandeng masak dan Rp8000-10.000 per kotak (isi 2) untuk bandeng goreng. ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah mudik beberapa hari ke kampung halaman, sebentar lagi harus kembali ke kota masing-masing. Rasanya kurang lengkap kembali ke kota tanpa membawa oleh-oleh atau buah tangan khas kampung halaman. Apabila melewati jalur pantai utara (pantura) Jawa, terdapat beberapa rekomendasi oleh-oleh khas Pantura yang bisa dibawa.

    Berbagai macam buah tangan pun tersedia di Pantura, baik makanan maupun minuman, Dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah empat rekomendasi oleh-oleh khas Pantura yang wajib dibawa untuk oleh-oleh tetangga dan kerabat dekat rumah.

    1. Olos Tegal

    Olos Tegal merupakan jajanan yang terbuat dari tepung kanji dan terigu. Olos Tegal memiliki bentuk bulat dengan sayur kol dan irisan cabe di dalamnya. Jajanan ini sangat mudah ditemukan di pusat cindera mata atau rumah makan di daerah Tegal.

    2. Ogel-Ogel Pemalang

    Ogel-ogel merupakan makanan ringan khas Pemalang. Ogel-ogel adalah sejenis snack berbahan dasar tepung beras ketan, dengan dipadukan gula, garam, dan keju. Bentuk ogel-ogel seperti ulat menggeliat yang sudah digoreng sebelumnya. Cita rasa camilan ini gurih, renyah, dan lezat sehingga cocok dijadikan buah tangan khas Pantura.

    3. Bandeng Presto Semarang

    Bandeng pres merupakan salah satu produk diversifikasi perikanan khas Semarang. Melansir dari Diponegoro Journal Of Economics edisi 2013, Bandeng presto merupakan pengolahan ikan bandeng duri lunak. Sebelumnya, bandeng presto dimasak dalam suhu tinggi dan waktu yang lama guna menghilangkan duri. Makanan ini juga dipadukan dengan beberapa bahan seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, dan  jahe.

    4. Kopi Lelet Rembang

    Rembang ternyata juga memiliki kopi lokal khas bernama Kopi Lelet yang cocok  untuk oleh-oleh bagi para pecinta kopi. Kopi lelet disangrai menggunakan pembakaran dari kayu jati sehingga memiliki aroma khas. Kemudian, kopi digiling sampai halus menyerupai bedak.

    Dikutip dari Jurnal Surya Abdimas edisi 2019, keunikan kopi ini terletak pada ampas kopinya. Sebab, ampas kopi ini dapat dicampur dengan susu kental manis untuk dibalurkan (dileletkan) ke batang rokok atau yang disebut sebagai ngelelet oleh masyarakat Rembang. Nah, oleh-oleh mudik khas Pantura ini patut diperhitungkan.

    NAOMY A. NUGRAHENI 

    Baca: Pilihan Oleh-oleh untuk Pemudik Arus Balik Lewat Jalur Pansela

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.